Follow Us @literasi_smkn23jkt

Kamis, 26 Mei 2016

Teks Eksplanasi "Fenomena Aurora"


Disusun oleh Agustina Dwi Novita Sari


(Pernyataan Umum)
            Aurora adalah fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala – nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetic yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin surya).
            Aurora dibedakan menjadi dua macam, yaitu aurora yang terjadi di daerah sebelah utara, yang dikenal dengan nama Aurora Borealis dan Aurora yang terjadi di daerah sebelah selatan dikenal dengan nama Aurora Australis.
           
(Sebab Akibat)
Aurora terbentuk karena interaksi partikel – partikel atmosfer bumi dengan partikel permuatan dari matahari yang disebut dengan plasma. Plasma adalah artikel sejenis gas yang telah terionisasi. Pada umumnya gas tidak bermuatan, tetapi karena suhu yang sangat panas di matahari menyebabkan partikel gas terionisasi, maka terbentuklah plasma. Plasma ini dipancarkan matahari ke segala arah (biasanya pada saat terjadi aktifitas matahari pancaran plasma bertambah), kemudian saat mendekati medan magnet bumi (yang terpusat dikutub utara dan selatan) maka plasma akan tertarik ke kutub - kutub bumi (gejala ini disebut “Angin Matahari/Solar Wind”) saat bertemu dengan partikel atmosfer bumi terjadi eksitasi – relaksasi electron sehingga memendarkan warna yang sangat indah.
Umumnya cahaya kutub yang sering ditemui berwarna hijau kekuningan, ini disebabkan bagian partikel yang membawa energy berbenturan dengan molekul oksigen yang hanya berjarak 20km dari permukaan bumi. Ketika molekul nitrogen mendapat benturan partikel akan memancarkan cahaya biru, sedangkan nitrogen yang netral akan memancarkan cahaya  merah. Karena itu, orang – orang baru dapat melihat garis cahaya merah, biru, hijau, dan ungu yang berselang – seling menyelimuti angkasa. Bahkan aurora yang indah cemerlang memperlihatkan bentuk yang selalu berubah, ada yang berbentuk tirai, busur, pita, sinar, dan berbagai macam bentuk lainnya.
Fenomena aurora terkait dengan selubung medan magnet atau magnetosfer bumi dan kemunculan bahaya dari matahari. Semakin kuat dan lama cahaya Aurora, dapat diperkirakan semakin kuat gangguan dari matahari yang dikenal sebagai Badai Matahari (Solar Wind).
Cahaya kutub terjadi karena adanya aliran partikel energy tinggi di matahari yang memasuki kawasan kutub – kutub medan magnet bumi. Gangguan pada medan magnet bumi ini dinamakan Magnetic Strom (Badai Magnet).

SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar