Follow Us @literasi_smkn23jkt

Selasa, 17 Mei 2016



TEKS EKSPLANASI “SALJU”
DISUSUN OLEH
INGGIT APRILIAN PRATAMA


Pernyataan Umum

            Salah satu fenomena menarik saat musim dingin adalah salju. Salju merupakan air yang jatuh dari awan yang telah membeku menjadi padat dan seperti hujan. Salju terdiri dari atas uap yang kemudian mendingin diudara atas (lihat atmosfer,iklim,meteorology,cuaca) jatuh kebumi sebagai kepingan empuk, putih dan seperti Kristal lembut.
            Pada suhu tertentu (disebut titik beku 0 derajat C dan 32 derajat F ) salju biasa meleleh dan hilang. Proses saat salju/es berubah secara langsung kedalam uap air tanpa mencair terlebih dahulu disebut menyublin. Proses lawannya disebut pengendapan.

Urutan Sebab Akibat

            Salju berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer bumi, kemudian uap air mendingin sampai pada titik kondensasi ( yaitu temperature dimana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat ) , kemudian menggumpal membentuk awan. Pada saat awal pembentukan awan. Namun, setelah kumpulan uap bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh kebumi.
            Partikel air yang jatuh itu adalah air murni (belum terkotori oleh partikel lain). Air murni tidak langsung membeku pada temperature 0 Celcius, karena pada suhu tersebut terjadi perubahan fase daric air ke padat. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperature lebih rendah dari pada 0C.
            Temperatur udara tepat di bawah awan adalah 0C. Tapi, temperature yang rendah saja belum cukup untuk menciptakan salju. Saat partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadi Kristal-kristal es.
            Partikel-partikel pengotor yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator, selain berfungsi sebagai pemercepat fase pembekuan, juga perekat antar uap air. Sehingga partikel air (yang tidak murni lagi) bergabung bersama dengan partikel air lainnya membentuk Kristal lebih besar. Jika temperature udara tidak sampai melelehkan Kristal es tersebut, Kristal-kristal es jatuh ke tanah dalam bentuk hujan air.

Interprestasi.    
                                                               
            Kristal salju memiliki struktur unik, tidak ada Kristal salju yang memiliki bentuk yang sama di dunia ini seperti sidik jari kita. Salju yang turun semenjak bumi tercipta hingga sekarang, tidak satu pun yang mempunyai Kristal yang sama. Meskipun memiliki keunikan, salju juga tidak jarang mengakibatkan banyak kerugian baik fisik maupun material yang tentu tidak sedikit nilainya. Contoh dari dampak dari terjadinya salju ialah mengganggu kendaraan yang sedang berjalan dijalan merasakan kesulitan berjalan karena jalanan dipenuhi oleh gumpalan salju yang tebal bukan hanya itu kemacetan pun tak bias terelakan lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar