Follow Us @literasi_smkn23jkt

Sabtu, 21 Maret 2020

BERPIKIR YANG TERBAIK UNTUK MASA DEPAN


Disusun oleh Jessica Kristi

Judul Buku               : Dua Garis Biru
Penerbit                    : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit             : Juli 2019
Tempat Terbit           : Jakarta
Tebal Buku               : 206 halaman

Novel ini menceritakan tentang Bima dan Dara adalah sepasang anak muda yang masih duduk di bangku SMA. Bima memiliki nilai akademis yang rendah, dan itu sebaliknya bagi Dara. Mereka sangatlah mencintai, mereka saling melengkapi, dan mengisi. Hingga suatu saat, Mereka melampaui batas yang menyebabkan Dara hamil. Setelah kejadian itu, Bima dan Dara tidak berbicara satu sama lain. Mengetahui apa yang terjadi Bima ingin mencoba mengatakannya kepada orang tuanya, namun tidak mampu. Ketegangan hubungan mereka semakin naik Bima juga menghindari Dara takut emosi akan  meluap. Ketika Bima meminta maaf, dia menyarankan Dara untuk aborsi saja, saran yang takkan Dara patuhi. Suatu hari dilapangan basket sekolah, Bima dan teman-temannya sedang bermain bola basket, ketika salah satu temannya tak sengaja melempar bola mengenai kepala Dara dan membuat sakit di perutnya Dara yang kesakitan menerikkan “Bayi kita gimana?!” di depan semua murid, mengejutkan semuanya dan menakuti Bima kepala sekolah pun menghubungi orang tua keduanya dan merekapun datang. Orang tua Bima dan Dara tidak terkendali, dan merekapun bertengkar di UKS. Ibu Dara mengatakan bahwa Dara di-DO dari sekolah sedangkan Bima tidak, Ibu Darapun menghukum Dara, dengan tidak mengijinkan Dara tinggal di rumahnya. Alhasil, Ibu Bima menamparnya.

Dara pun tinggal di rumah Bima. Selama menyusuri kampung, terdengar gosip-gosip mengenai kehamilan Dara. Dara pun tidur di kamarnya Bima bersama Bima. Darapun diijinkan pulang balik ke rumahnya. Malam itu, kakak Bima yang bernama Dewi memasuki kamar Bima dan memarahi Bima karena tidak menyadari resiko hubungan seks di usia remaja. Sampai di rumah, adik Dara diam-diam mengatakan bahwa orang tua Dara ingin menyerahkan bayinya ke tante dan pamannya Dara. Darapun marah kepada orang tuanya ibu Dara mengatakan bahwa menjadi orang tua muda itu beresiko, namun Dara mengambil resiko yang begitu berat. Akhirnya, mereka menikah. Setelah menikah, Bima mendapatkan perkerjaan sebagai waitress di restoran Ayahnya Dara. Beberapa pekan kemudian, Ayahnya Dara menyuruh Bima untuk tidak usah bekerja lagi.

Hubungan mereka bergoyang emosinya. Dara yang ambisius ingin belajar di Korea, dihadapi Bima yang khawatir mengenai anaknya, siapa yang akan menjaganya. Suatu saat datanglah tante dan pamannya Dara membicarakan tentang anak yang ada dikandungan Dara mereka menceritakan bahwa mereka sudah lama belum dikarunai seorang anak. Tante dan pamannya Dara membujuk Bima untuk dipertimbangkan lagi. Dara melahirkan setelah itu Bima mendekatkan wajahnya ke telinga Adam anaknya untuk di azankan. Tetapi pada saat Dara melahirkan ada komplikasi, terjadi pendarahan dalam rahim Dara. Dara harus dioperasi untuk menghentikan perdarahan adalah pengangkatan rahim. Bima merasa tidak mampu untuk menandatangani formulir perizinan hingga akhirnya  Bima menandatangi formulir dengan tangan gemetar. Sebelum ke ruang operasi Dara berbicara dengan ibunya kalau Dara mau Bima dan keluarganya yang merawat Adam. Ibu Dara mengangguk-angguk. Pada akhirnya, Dara memutuskan untuk pergi ke Korea setelah di operasi pengangkatan rahim dan menitipkan sebuah kotak kuning untuk Adam yang di dalamnya ada foto-foto mereka berdua, baju bayi, cangkang kerang, dan di bawahnya terdapat sepucuk surat. Bima berjanjii pada dirinya sendiri akan memastikan Adam membacanya saat dia sudah besar.

Novel ini memiliki keunggulan dalam gaya bahasa yang mudah dipahami oleh para pembaca dan mendapatkan pengajaran tentang edukasi seks sejak dini. Namun disamping keunggulan, novel ini memiliki kelemahan yaitu alur konflik yang terlalu rumit pada saat konflik anak yang dikandung Dara harus diberikan atau dirawat sendiri sehingga membuat para pembaca menjadi bosan dan penyelesaian cerita masih belum tuntas.

Dari novel ini dapat disimpulkan bahwa sex education merupakan pelajaran penting bagi anak, apalagi bagi anak yang menuju usia remaja, pendekatan orang tua kepada anak juga berpengaruh terhadap sifat dan sikap anak, dan dalam melakukan sesuatu hal harus difikirkan dan dipertimbangkan secara matang-matang karena dapat menentukan ke arah mana masa depan seseorang.


2 komentar:

  1. Dating for everyone is here: ❤❤❤ Link 1 ❤❤❤


    Direct sexchat: ❤❤❤ Link 2 ❤❤❤

    GM..

    BalasHapus
  2. Savoring a cup of coffee marks the optimal commencement to a new day, and when it comes to flavor choices, Organic Dark Roast Coffee encompasses many possibilities. This coffee variety’s robust fragrance and deep hue make it an ideal selection for aficionados.

    BalasHapus