Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 27 Mei 2016

Bulan Darah



Disusun oleh : Risada Guna Suryati Siregar

 

Pernyataan Umum :
            Bulan darah yaitu gerhana bulan total yang membuat penampakan satelit bumi tersebut semerah darah atau disebut juga blood moon. Dalam kurun waktu dua tahun ini, fenomena alam gerhana bulan darah sudah terjadi sebanyak empat kali. Padahal sebelum tahun 2014 lalu, fenomena alam ini terjadi pada tahun 1982 silam. Pastur Hagee pun menyebutkan peristiwa ini sebagai salah satu pertanda “ahir zaman.”
            Peristiwa blood moon atau gerhana bulan darah yang terjadi setiap beberapa puluh tahun sekali itu bisa mengalami perbedaan. Salah satunya adalah ketika blood moon terlihat lebih besar dari biasanya dan berubah menjadi super moon. Alasannya cukup bisa dinalar, karena ternyata saat terjadi gerhana bulan merah, bulan sedang berada di jarak yang paling dekat dengan bumi.

Urutan Sebab Akibat :
            Menurut Thomas warna “darah” terjadi karena bulan tertutup oleh bayangan bumi, namun cahaya matahari terbiaskan hingga menimbulkan kesan kemerah-merahan. Gerhana bulan darah terjadi akibat pantulan atmosfer bumi yang umumnya disebabkan dari kumpulan debu letusan gunung berapi. Efek semburan atmosfer bumi yang terpampang di permukaan bulan, menyebabkan bulan yang semula berwarna putih agak kekuningan, menjadi darah. Sebelumnya NASA menyebut, penyebabnya adalah lapisan udara berdebu yang mengelilingi planet bumi, yang menyebabkan memantulnya sinar matahari.
            Banyak orang yang takut dengan peristiwa alam ini. Padahal sebenarnya fenomena gerhana bulan darah sama sekali tidak berbahaya. NASA menjelaskan bahwa fenomena alam ini tidak akan berdampak apapun bagi manusia. Warna merah yang terlihat di permukaan bulan terasebut disebabkan oleh pantulan bayangan dari bumi sendiri. Berubahnya warna merah bulan bukan akibat hal-hal berbau mistis, tetapi karena bulan tertimpa bayangan dari Bumi.


Sumber :
https://www.selasar.com/gaya-hidup/4-fakta-wajib-tahu-tentang-gerhana-bulan-darah-28-september

Tidak ada komentar:

Posting Komentar