Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 26 Mei 2017

Teks Ulasan Film Crazy Little Thing Called Love “Cinta membuat seseorang yang lemah menjadi kuat,membuat seseorang yang kuat menjadi lemah Cinta membuat orang tahu apa itu menemukan dan kehilangan”

Disusun oleh : Wenny Thalya



Sutradara        : Puttipong Pormsaka, Na-Sakonnakorn, Wasin Pokpong
Produser         : Somsak, Tejcharattanapresert, Panya Nirankol
Penulis           : Puttipong Pormsaka, Na-Sakonnakorn, Wasin Pokpong
Pemeran         : -Mario Maurer sebagai Shone
                         -Pimchanok Baifern Luevisadpaibul sebagai Nam
                         -Sudarat Budtporm sebagai Guru Inn
                         -Yanika Thongprayoon sebagai Faye
                         -Acharanat Ariyaritwikol sebagai Top
                         -Peerawat Herapath sebagai Cheer
Sinemaografi : Reungwit Ramasudh
Distributor     : Sahamongkol Film International Co.Ltd, Workpoint Entertainment

Orientasi :
Crazy Little Thing Called Love ini adalah film komedi romantis Thailand yang bernama lain Sing Lek Lek Tee Reak Wa...Rak. Film ini dirilis tanggal 12 Agustus 2010 dengan durasi 118 menit. Film ini secara garis besar menceritakan seorang gadis, yaitu Nam yang mencintai kakak kelasnya secara diam-diam sejak kelas 1 SMP. Namanya Shone, ia kelas 1 SMA saat itu dan sangat menyukai bola kaki. Crazy Little Thing Called Love mengisahkan kisah nyata cinta remaja secara umum sehingga film ini terasa realistis, juga ditujukan untuk penonton kelas remaja yang kerap kali dilanda problematika cinta monyet.

Tafsiran 1 :
Bermula dari 10 tahun kemudian, film ini mengangkat alur yang anti mainstream, yaitu alur maju-mundur-maju. Disini diceritakan secara singkat gambaran Shone, pelukis terkenal yang digandrungi gadis-gadis remaja. Namun nyatanya mereka menyangka bahwa Shone telah memiliki anak karena ia tengah menggendong seorang bayi. Premis ini cukup menarik, karena membuat penonton penasaran akan cerita selanjutnya.

Tafsiran 2 :
Lalu cerita ini kembali ke 10 tahun yang lalu, dimana Nam (diperankan oleh Baifern) yang berpenampilan sangat culun dan diejek memiliki kulit gelap, mengagumi primadona sekolah yaitu Shone. Kisah cinta Nam mengalir begitu realistis, jatuh bangun ia tempuh. Ia telah mencoba tips-tips dari sebuah buku berjudul "Cara Menggaet Kakak Kelas" meskipun caranya tersebut sering digagalkan oleh Faye, saingannya. 

Tafsiran 3 :
Film ini tak hanya menyuguhkan kisah cinta antar remaja melulu. Namun, kisah ini juga menyelipkan komedi romantis antara Guru Inn yang mengundang gelak tawa dengan guru olahraga, meskipun sang guru olahraga tersebut menyukai guru cantik yang piawai dalam menari.

Tafsiran 4 :
Cheer, Nam, dan Gie adalah sahabat yang paling berperan penting dalam proses pendekatan Nam dengan Shone. Mereka bersama-sama dengan Nam, mengikuti festival teater dimana Nam menjadi pemeran utamanya karena ia yang paling pandai dalam Bahasa Inggris. Tanpa disengaja, festival tersebut disiarkan di TV sekolah sehingga banyak anak laki-laki yang menggoda Nam karena ketika Nam didandani dalam festival tersebut, Nam tampak manis. Pada saat saluran TV tersebut disiarkan di TV sekolah, seorang cowok pindahan, bernama Top, yang juga sahabat Shone dari TK, melihat Nam dan sangat tertarik pada Nam. Disini konflik cinta segitiga yang rumit akan mulai terasa.

Tafsiran 5 :
Selama berbulan-bulan, Nam mempercantik diri dengan bantuan sahabat-sahabatnya. Pada kelas 3 SMP, Nam berubah menjadi sangat cantik dan dipilih menjadi mayoret tingkat provinsi dalam marching band sekolahnya. Pada saat inilah banyak cowok yang menyukai Nam karena kepopuleranya dan Nam kini terkesan jarang berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya dan ia memilih berkumpul dengan anak-anak populer seperti Shone, Top, juga Pin.

Tafsiran 6 :
Adegan yang memunculkan konflik terjadi di hari valentine, ada seseorang yang mengirimi Nam surat, Nam berharap ada yang mengirimkannya adalah Shone. Meskipun benar, Top telah mengaku-ngaku bahwa yang mengirim surat tersebut adalah dirinya, sehingga Top meminta Nam untuk menjadi pacarnya. Lambat laun, Nam merasa kesepian apalagi setelah hubungannya dengan Top tidak berjalan dengan baik, begitu pula hubungannya dengan Shone yang terasa renggang. Dalam momen ini Nam mengingat perkataan pamannya bahwa siapapun antara Nam atau Pang (adik Nam) bisa mendapat juara 1, akan disekolahkan ayahnya ke Amerika. Nam langsung giat belajar.

Tafsiran 7 :
Di hari penerimaan rapot, Cheer Nim dan Gie yang pada akhirnya berbaikan dengan Nam, memberi tahu bahwa Nam mendapat peringkat pertama. Nam sangat senang karena ia bisa ke Amerika, bertemu ayahnya. Sebelum pergi ke Amerika, Cheer Nim dan Gie menyarankan pada Nam untuk mengungkapkan perasaannya yang telah tiga tahun dipendamnya untuk Shone. Sialnya, ketika Nam menyatakan perasaannya pada Shone, Shone sendiri telah memiliki pacar, yaitu Pin. Disini produser kembali mengaduk-aduk emosi penonton apalagi setelah kejadian itu, malamnya Shone memberikan diarinya pada Nam namun hanya diletakkannya di depan rumah. Disitulah kita tahu bahwa Shone juga menyukai Nam jauh sebelum Nam mempercantik dirinya.

Tafsiran 8 :
Alurnya lalu kembali lagi pada 10 tahun kemudian, dimana Nam telah menjadi desainer Amerika ternama dan diundang di acara TV Thailand. Pada saat itulah Shone juga hadir dan melamar Nam.
Evaluasi :
Film ini memang menyajikan cerita ringan namun berkelas. Tetapi ada cerita yang tidak masuk akal ketika Nam yang berkulit sangat gelap, melakukan lulur kunyit sehingga kulitnya menjadi sangat bersih karena secara akal sehat tidak mungkin kunyit dapat membuat kulit putih secara instan dalam waktu yang relatif singkat. Secara keseluruhan film ini menarik, tak heran banyak menjadi favorit remaja. Meskipun menurut saya, tidak cocok jika Nam dan Shone juga pemeran lainnya diperankan oleh orang yang sama di scene '10 tahun kemudian' , karena ada beberapa pemeran yang wajahnya kurang cocok.

Rangkuman :

Crazy Little Thing Called Love adalah film rekomendasi paling pas untuk remaja. Berisi pesan moral, yairu "Jangan meninggalkan sahabatmu ketika berada di atas". Juga, "Raihlah mimpimu setinggi langit" yang mana dibuktikan pada scene Nam yang belajar terus menerus untuk menggapai impiannya di Amerika, juga Shone yang bermimpi mencetak tendangan penalti dalam pertandingan sepak bola provinsi.

Sumber :

http://cherryblossom-world.blogspot.co.id/2015/08/ulasan-film-crazy-little-thing-called.html
http://elyablogmesh.blogspot.co.id/2012/01/belajar-mencintai-dari-film-crazy.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar