Follow Us @literasi_smkn23jkt

Kamis, 18 Mei 2017

Dakwah yang Mendakwahi dalam Film"Ketika Mas Gagah Pergi"

Disusun Oleh : Dewi Ambar Wati

Judul Film       : Ketika Mas Gagah Pergi
Tahun Rilis      : 21 Januari 2016
Sutradara          : Firman Syah
Pemain             : *Hamas Syahid Sebagai Gagah Perwira Pratama
    *Izzah Ajrini Sebagai Nadia Hayuningtyas
                            *Wulan Guritno Sebagai Mama
                            *Masaji Wijayanto Sebagai Yudistria Arifin
                            *Aquino Umar Sebagai Gita Ayu Pratiwi

Orientasi 1
"Ketika Mas Gagah Pergi" merupakan novellet legendaris Helvy Tiana Rosa, yang ditulis pada tahun 1992 dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1997. Film "Ketika Mas Gagah Pergi" bercerita tentang hubungan keluarga, hijrah, dan keindahan Islam yang bergenre religi. Beragam tokoh muda yang muncul dalam film ini kerap Menyerukan dan kecerdasan pemuda-pemudi Islam. Film yang diproduksi oleh PT Indobroadcast dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini disutradarai oleh Firman Syah.

Orientasi 2
Film "Ketika Mas Gagah Pergi" ini diperankan oleh Hamas Syahid sebagai Gagah, Masaji Wijayanto sebagai Yudi, dan Izzatun Niswah Ajrina sebagai Gita. Di dalam film ini pemeran utama Hamas Syahid digambarkan mirip dengan "Mas Boy" di dalam film ngetop era 1980-an yang berjudul "Catatan Si Boy". Gagah merupakan pemuda gaul tetapi religius. Gagah hanya  tinggal bersama nama dan adiknya yang bernama Gita setelah Ayahnya meninggal dunia. Adik gagah satu-satunya merupakan perempuan gaul, penyuka puisi, tomboy, dan selalu bangga dengan Mas nya yang keren tapi religius itu.

Tafsiran Isi 1
Sejak Ayahnya meninggal dunia, Gagah sambil kuliah membantu Ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Untuk keperluan kuliahnya, Gagah Pergi ke Maluku Utara membantu dosen pembimbing skripsinya menyempurnakan pembangunan menara pemancar disana. Pada saat hendak mengambil gambar di atas tebing, tanpa sengaja Gagah terjatuh dari atas tebing dan terluka. Akibat kecelakaan itu, Gagah dirawat oleh seorang Kyai yang bernama kyai Ghufron. Beliau merupakan pimpinan pesantren yang bersahaja dan sangat dihormati di wilayah Maluku Utara. Gagah sangat takjub dengan kehidupan yang dijalani oleh Kyai Ghufron dan merasakan pancaran kharismatiknya. Setelah dirawat oleh Kyai Ghufron, Gagah mengalami perubahan sikap yang menjadi lebih baik mengikuti kebiasaan Kyai Ghufron.

Tafsiran Isi 2
Setelah 2 bulan di Maluku dan dirawat oleh Kyai Ghufron, Gagah pun akhirnya kembali ke Jakarta. Betapa terkejutnya Gita adik Mas Gagah ketika melihat perubahan drastis pada Mas nya. Gagah yang kembali dari Maluku kini sangat bersemangat menjalankan ajaran Islam. Dan kerap menasihati Gita untuk lebih taat kepada Allah SWT. Tentu saja perubahan pada sikap Gagah mendapat penolakan darah Gita. Gita lebih menyukai Mas nya yang gaul tapi rajin ibadah daripada anak pengajian yang sudah pasti rajin ibadah.Dan Gita pun mulai memusuhi Gagah.

Tafsiran Isi 3
Sementara itu, Gagah pantang menyerah untuk mengajak 2 orang yang Ia cintai itu untuk lebih mengenal keindahan Islam. "Islam itu indah. Islam itu cinta", adalah hal yang selalu disampaikan Gagah pada adiknya. Selain itu lewat pribadinya yang sholeh, Gagah juga membuat orang disekitarnya terpukau. Yaitu Tika(sahabat Gita) dan Nadia, yang memutuskan untuk hijrah dengan menutupi auratnya menggunakan jilbab, berkat motivasi dari Mas Gagah.

Tafsiran Isi 4
Tidak hanya disitu saja perubahan yang Gagah lakukan. Gagah juga membangun "Rumah Cinta" bersama teman-temanya. Rumah itu adalah semacam rumah singgah dengan fasilitas taman bacaan untuk umum dan juga Mushola. Gagah berhasil membangun "Rumah Cinta" setelah mengalahkan 3 pereman yang bernama Urip, Asep, dan Ucok, yang lantas berbalik insyaf dan membantunya.

Tafsiran Isi 5
Sementara itu Gita berniat untuk memakai jilbab dihari ulang tahunnya yang ke-17, dengan maksud memberi kejutan kepada Mas Gagah. Gita tersadar karena sahabatnya Tika dan Nadia yang sudah hijrah, juga kerana ceramah-ceramah seorang pemuda yang bernama Yudi, yang kerap kali ditemuinyadi bus, kereta, dan tempat umum lainnya. Selain itu Gita juga tersadar bahwa selama ini sikapnya kepada Mas Gagah adalah salah.

Tafsiran Isi 6
Mas Gagah yang sedang sibuk-sibuknya mengembangkan “Rumah Cinta” ternyata mendapat perlawanan dari berbagai pihak yang tidak menyukainya, dengan alasan Gagah memonopoli pendapatan mereka. Akhirnya mereka membuat rencana jahat untuk melenyapkan Gagah. Gagah dikroyok beberapa orang hingga masuk ruang ICU dan kemudian meninggal dunia.

Tafsiran Isi 7
Cerita semacam ini ditawarkan kepada penonton, dengan sasaran tidak lain tentu pemuda-pemudi, yang sedang giat-giatnya mencari jati diri mereka. Membentuk jatidiri yang berlandaskan Iman dan Takwa sesuai ajaran Islam tetntu tidak mudah. Makadari itu film “Ketika Mas Gagah Pergi” sangat penting untuk ditonton.

Evaluasi 1
Penggambaran tokoh Mas Gagah dan Yudi yang sangat menginspirasi pemuda-pemudi, yang mengajarkan bahwa berdakwah itu harus pantang menyerah, dakwah, perlu pengobanan,bisa dimana saja atau tidak perlu di Masjid atau Mushola. Film ini juga jelas sekali dirancang sebagai film dakwah yang mendakwahi. Selain itu film ini juga lebih dari 50 persen keuntungannya akan didedikasikan untuk dana kemanusiaan yang berkerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap(ACT)
  
Evaluasi 2
Namun sayangnya Saya tidak mendapati faktor yang menarik disana. Film yang disajikan sangat berbeda dengan novelnya. Di film ini juga justru pertama-tamanya diceritakan lewat sudut pandang Gita bukan Ggah. Film ini juga lebih banyak menampilkan Gita dari pda peran Hamas Syahid(Gagah)

Rangkuman
Dari paparan tadi, dapat disimpulkan bahwa film “Ketika Mas Gagah Pergi,” memungkinkan untuk kita berubah menjadi lebih baik lagi. Film ini sangat merespon kondisi Indonesia yang sedang mengalami kemajuan teknologi yang menyebabkan kemunduran akhlak. Film ini sagat layak ditonton oleh pemuda-pemudi muslim yang ada di Indonesia.

Sumber

Diakses Tanggal 15 Mei 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar