Follow Us @literasi_smkn23jkt

Rabu, 24 Mei 2017

PERJUANGAN BUNG SOEKARNO



Disusun oleh : Eka Sulistyowati
 
Hasil gambar untuk COVER FILM BUNG KARNO

Judul Film       :  Soekarno
Tahun Rilis      : 11 Desember 2013
Sutradara         : Hanung Bramantyo
Pemain                        : 1. Ario Bayu berperan sebagai Soekarno
  2. Maudy Kusnaedi berperan sebagai Inggit Garnasih
  3. Lukman Sardi berperan sebagai Mohammad Hatta
 4. Tika Bravani berperan sebagai Fatmawati
 5. Sujiwo Tejo berperan sebagai Soekemi Sosrodihardjo (Ayah Soekarno)
 6. Ayu Laksmi beperan sebagai Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu Soekarno)
 7. Mathias Muchus berperan sebagai Hassan Din (ayah Fatmawati)
 8. Rully Kertaredjasa berpera sebagai Ibu Fatmawati
 9. Stefanus Wahyu berperan sebagai Sayuti Melik
10. Hamid Salad berperan sebagai Achmad Soebardjo

  1. Orientasi 1

Soekarno adalah Film drama Indonesia yang dirilis pada 11 Desember 2013. Film ini dibintangi oleh Ario Bayu dan Maudy Koesnaedi. Film soekarno merupakan  Film yang diangkat dari sejarah bangsa Indonesia yang dipimpin oleh pemimpin yang membawa Indonesia pada kemerdekaan yaitu Soekarno. Film ini terinspirasi dari kiprah  sosok Sang Proklamator Ir Soekarno. Film 'Soekarno' ini diproduksi oleh MVP Pictures, Mahaka Pictures dan Dapur Films. Film yang berdurasi 150 menit ini mengingatkan para penonton tentang perjuangan para pahlawan pada zaman penjajahan demi mendapatkan hak untuk merdeka dari jajahan Belanda. Film ini menceritakan sejarah tentang kehidupan bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Indonesia dan Film ini juga menceritakan tentang sejarah kemerdekaan Indonesia.

2. Tafsiran isi 1

Pada waktu kecil Soakarno bernama Kusno Sosrodihardjo diganti menjadi nama Soekarno, karena pada saat memakai nama Kusno, Beliau sering sakit-sakitan. Sehingga ke dua orang tuanya mengganti nama menjadi Soekarno, dan diharapkan dapat mempunyai sifat kesatria layaknya Adipati Karno. Nama ini terinspirasi dari nama tokoh Kurawa yang sesungguhnya berhati mulia yaitu Adipati Karno. Setelah beranjak dewasa, Bung Karno mulai sadar bahwa negaranya sedang dijajah. Hasil tanaman dan rempah-rempah yang sangat melimpah, separuhnya harus diserahkan kepada Belanda. Dari penindasan tersebut, Bung Karno mulai berpikir dan belajar berpidato untuk disampaikan ke khalayak orang banyak dengan tujuan melawan penjajahan Belanda. Bung Karno pun giat berlatih pidato, dan sampai puncaknya, Bung Karno berpidato di depan orang banyak dengan tujuan melawan penjajahan Belanda. Karena pidato Bung Karno menyudutkan pihak Belanda, akhirnya Bung Karno dipenjara selama dua tahun dan diasingkan ke ND, lalu ke Bengkulu.

3. Tafsiran isi 2
Setelah diasingkan dan di Bebaskan, semangat Bung Karno malah semakin menggelora untuk membebaskan penderitaan rakyat Indonesia. Dari  sinilah rasa nasionalisme Soekarno tumbuh. Beranjak dewasa, Soekarno mulai aktif di bidang politik. Bung Karno menikah dengan seorang wanita yang bernama Inggit Ganarsih, yang usianya 12 tahun lebih muda Bung Karno, setelah ia menceraikan istri pertamnya, Oetari. Bung Karno akhirnya memilih untuk menikahi Inggit karena sikapnya yang hangat, keibuan, dan penuh kasih. Sosok istri yang sangat di dambakan oleh Bung Karno. Di Bengkulu, Soekarno istirahat sejenak dari bidang politik. Disana ia menjadi seorang guru di sebuah madrasah. Di situlah Bung Karno bertemu dengan Fatmawati dan keduanya pun saling cinta. Padahal saat itu Soekarno masih menjadi suami Inggit Garnasih, perempuan yang lebih tua 12 tahun dari Soekarno. Inggit adalah seorang istri yang selalu setia menemani Soekarno.


4. Tafsiran isi 3
Di saat rumah tangga Soekarno diguncang masalah, persoalan politik semakin memanas. Pasukan Belanda yang berada di Bengkulu sempat akan memindahkan Soekarno ke Jawa untuk diasingkan ke Australia. Akan tetapi rencana tersebut gagal, sebab Jepang telah dahulu mendarat di Indonesia. Beberapa petinggi tentara Belanda dieksekusi oleh tentara Jepang. Berbeda dengan Belanda, Jepang justru membantu Soekarno untuk dibawa kembali ke Jawa. Tujuan Jepang adalah memanfaatkan Soekarno untuk menarik hati rakyat agar mendukung program 3 A yaitu Jepang Cahaya Asia, Jepang Sahabat Asia, Jepang Pelindung Asia. Ini adalah program prograganda perang negeri matahari terbit itu. Apalagi ia sampai di perbolehkan membentuk PETA ( Pembela Tanah Air) dan PUTERA ( Pusat Tenaga Rakyat ), serta mengibarkan bendera merah putih dan menyanyika Indonesia raya di seluruh Jawa. Tapi, Soekarno sedih Karena Jepang malah menggunakannya untuk mencari tenaga kerja paksa Romusha.

5. Tafsiran isi 4
Di tengah situasi genting, Soekarno mengalami masalah rumah tangga. Ia ingin menikahi Fatmawati, akan tetapi tidak ingin menceraikan Inggit. Hingga terjadi konflik yang cukup memanas antara Bung Karno, Inggit dan juga Fatmawati. Dan akhirnya Inggit memilih mengalah dan mengikhlaskan Bung Karno menikahi Fatmawati. Soekarno pun menikahi Fatmawati dengan seiring berjalannya waktu tidak lama kemudian ia digembirakan dengan lahirnya putra pertamanya yang diberi nama Guntur Soekarno Putra.

6. Tafsiran isi 5
Tanpa diduga, Amerika Serikat yang gusar pada kekalahan di Pearl Harbour menggunakan jalan pintas yang kejam untuk mengakhiri perang dengan menjatuhkan bom atom Hiro Shima dan Nagasaki, Jepang meyerah kalah. Siaran radio luar negeri yang dilarang berhasil didengarkan oleh beberapa tokoh, terutama Sjahrir. Ia membujuk Soekarno dan Hatta untuk mengabaikan janji kemerdekaan dari jepang, yang rencanannya akan diadakan pada tanggal 22 Agustus 1945. Saat Soekarno, Hatta, Syahrir dan beberapa tokoh “tua” masih mempertimbangkan beberapa hal, pada tanggal 15 Agustus 1945, Dua hari Sebelum pembacaan teks Proklamasi para tokoh “muda” menculik Soekarno, Hatta dan Fatmawati ke Rengasdengklok. Hatta dan Sjahrir, bersaing politik dengan Soekarno, mengingatkan bahwa Jepang tidak kalah bengisnya dibanding Belanda. Akan tetapi Soekarno mempunyai keyakinan, Jika mereka cerdik, mereka juga bisa memanfaatkan Jepang untuk meraih kemerdekaan. Hatta terpengaruh, tetapi sayangnya Syahrir tidak. Kelompok pemuda progresif pengikut Syahrir bahkan mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator. Akan tetapi, hal itu tidak membuat keyakinan Soekarno goyah. Hingga pada akhirnya Jepang telah terbukti kalah.


7. Tafsiran isi 6
Di Jakarta, Laksamana Maeda melaksanakan janji samurainya setelah dalam pertemuan sebelumnya sampai disindir Hatta. Ia meminjamkan rumahnya sebagai tempat merumuskan naskah proklamasi. Bahkan, tokoh-tokoh pergerakan sudah dikumpulkan sebelumnya dan menyambut Soekarno-Hatta saat tiba dirumah Maeda. Dan akhirnya diputuskan oleh tiga orang untuk menyusun naskah proklamasi yaitu Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo. Ketika naskah itu selesai ditulis tangan, Sayuti Melik ditugaskan untuk mengetik. Suasana tegang terasa, terutama karena kuatir tantara Jepang akan ikut campur. Tapi karena jaminan Maeda, semua lancar dan aman. Dan beberapa malam sebelumnya, Fatmawati yang sedang menjahit bendera merah putih dengan tangannya sendiri.  Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, di depan rumah Soekarno, Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Upacara dimulai dengan sambutan singkat dari Soekarno yang dilanjutkan pembacaan naskah proklamasi dan pengibaran bendera merah putih dengan diiringi lagu Indonesia Raya.

8. Evaluasi
Film Soekarno produksi MVP pictures Film garapan sutradara muda Hanung Bramantyo terpilih menjadi film terpuji Festival Film Badung (FFB) ke-27 tahun 2014. Acara puncak FFB digelar di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar (Monju) Kota Bandung, Sabtu (13/9) malam. Film Soekarno karya Hanung Bramantyo ini dibandikan dengan karya-karya lainnya memang Film yang menginspiratif Karena Film ini mengajarkan banyak hal dalam kehidupan. Seperti Keikhlasan, kesetiaan dan sikap rela berjuang demi kepentingan bersama dan tanpa pamrih dan Film sokarno ini akhirnya berhasil menjadi pemenang setelah bersaing ketat dengan Film lainnya termasuk berlatar sejarah "Sang Kiai" (Rapi Film). Tiga Film pesaing lainnya adalah Tenggelamnya Kapal van Der Wijk (Soraya Intercine Film), Adriana (Visi Lintas Film) dan film Sokola Rimba (Miles Film).  Film Soekarno garapan Multivision Plus (MVP) Pictures yang tayang pada Desember lalu digadang-gadang menjadi pemecah rekor box office film Indonesia dengan menargetkan 5 juta penonton.
Film Soekarno ini merupakan Film yang diangkat dari sejarah bangsa Indonesia yang dipimpin oleh pemimpin yang membawa Indonesia pada kemerdekaan. Film “Soekarno” menyapaikan ajaran moral pada penonton untuk menghadapi apa yang ada di depan mata yang mana memaksa berjuang memerangi sesuatu yang memang layak diperangi. Film ini juga mempunyai simbol yaitu kita sebagai bangsa Indonesia harus mempunyai rasa persatuan dan kesatuan yang kuat untuk membela kemerdekaan Indonesia. Para tokohnya pun sangat mendalami peran dengan penuh penghayatan dan para pemeran dapat masuk di kehidupan Soekarno seolah sedang benar-benar terjadi. Apalagi peran Soekarno yang di perani oleh Ario Bayu ini dari segi mukanya itu mirip dengan tokoh asli bung Karno pada saat bung Karno muda dan dari segi karakternya pun sangat mirip dengan soekarno langsung. Penggunana latar setting tempat dan waktu yang membawa kita seperti masuk dalam zaman itu.
Namun disayangkan Penokohan Soekarno dalam Film ini sering digambarkan dalam situasi galau, murung, dan tertekan. Efek penuansaan dalam Film ini pun didominasi dengan pencahayaan yang gelap sehingga kesan murung pada sosok Sukarno sebagai tokoh utama semakin terasa. Padahal kita mengenal Sukarno merupakan sosok yang tegas, Film ini juga memaksakan sisi romantisme Sukarno secara salah. Film ini mengangkat Sukarno sebagai seorang yang womanizer. Akan lebih baik jika konflik Sukarno-Inggit-Fatma dalam Film ini ditiadakan dan hanya fokus dalam pergulatan dalam mendapatkan kemerdekaan. Dan bahasanya pun terlalu banyak penggunaan bahasa asing yang menurut saya mengganggu kekhidmatan penontonnya karena harus terfokus pada teks terjemah yang ditampilkan. Namun dengan demikian tidak mengurangi essensi menarik dari Film tersebut. Pemeran figuran yang dipakai dalam syuting film ini saja mencapai lebih dari 3 ribu orang. Untuk keperluan baju-baju lawas sebagai kostum para pemainnya, tim produksi Multivision Plus (MVP) Pictures dari Film Soekarno bisa menghabiskan biaya Rp 300 juta. Kepopuleran Soekarno sebagai Presiden Pertama RI menjadikan film Soekarno: Indonesia Merdeka ditonton sebanyak 960.071 orang di bioskop-bioskop di Indonesia. Jumlah pendapatan kotor yang diperoleh film ini mencapai Rp 28,8 miliar (berdasarkan asumsi pendapatan kotor Rp 30.000/penonton). Sutrada seperti Hanung Bramantyo mengemas Film ini menjadi sangat menarik dan berkesan bagi para penontonnya.

9. Rangkuman
Film soekarno ini yang menggambarkan perjalanan Soekarno dan tokoh-tokoh bersejarah lain dalam memerdekakan Indonesia. Film yang menginspiratif ini beliau mengajarkan banyak hal dalam kehidupan. Keikhlasan, kesetiaan dan sikap rela berjuang demi kepentingan bersama dan tanpa pamrih itu sangat kuat di sampaikan melalui film ini.  Film ini sangat layak di tonton oleh berbagai kalangan umur terutama anak-anak muda agar dapat menghargai jasa para pahlawan yang telah bertempur habis-habisan demi mendapatkan kemerdekaan. Dengan demikian pesan moral pada film ini pun cukup baik dan cukup bisa diterima oleh penonton.

SUMBER:


Di Akses pada: 24 Mei 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar