Follow Us @literasi_smkn23jkt

Rabu, 24 Mei 2017

Harry Potter and The Goblet of Fire : “Persaingan yang baik adalah Persaingan yang Sportif, Jujur, dan Bertanggung jawab”



Disusun Oleh: Anggraeni PS



Judul Film    : Harry Potter and The Goblet of Fire
Tahun           : 18 November 2005
Sutradara     : Mike Newell
Pemain         :
Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter 
Rupert Grint sebagai Ronald Weasley 
Emma Watson sebagai Hermione Granger 
Ralph Fiennes sebagai Lord Voldemort 
Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore  
Brendan Gleeson sebagai Mad-Eye Moody  
Robert Pattinson sebagai Cedric Diggory
Miranda Richardson sebagai Rita Skeeter

Orientasi 1
        Film “Harry Potter and The Goblet of Fire” ini adalah film yang diproduksi oleh Warner Bros. Pictures  dan Heyday Films yang merupakan adaptasi dari novel berjudul sama yaitu “Harry Potter and The Goblet of Fire” karya J. K. Rowling. Film ber-genre advanture fantasi ini berdurasi selama 157 menit dan berasal dari Britania Raya, Inggris yang dibintangi oleh Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Ralph Fiennes, Michael Gambon, Brendan Gleeson, Robert Pattinson, dan Miranda Richardson.

Orientasi 2
        Kisah dalam film ini diawali dengan mimpi buruk Harry Potter dan pertandingan piala dunia quidditch  yang terjadi kerusuhan akibat Pelahap Maut yang muncul menggunakan topeng untuk membakar tenda-tenda para penonton. Lalu kisah selanjutnya adalah Hogwarts yang terpilih menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan ‘Turnamen Triwizard’ yang diikuti oleh 3 sekolah, yaitu Sekolah Sihir Hogwarts yang dipimpin oleh Albus Dumbledore, Akademi Sihir Beauxbatons yang dipimpin oleh Madame Maxime, dan Institut Durmstrang yang dipimpin oleh Igor Karkaroff. Dalam ‘Turnamen Triwizard’ tersebut semua peserta akan mengikuti 3 tugas yang sangat berbahaya, dan ditugas terakhir mereka harus menemukan Piala Api yang terletak didalam Labirin Raksasa yang sangat luas. Film ini diakhiri dengan kematian Cedric Digorry yang dibunuh oleh Voldemort yang bangkit kembali.

Tafsiran Isi 1
        Untuk mengikuti ‘Turnamen Triwizard’ semua siswa dari ketiga sekolah tersebut yang berumur 17 tahun keatas diperbolehkan untuk memasukkan nama mereka ke dalam ‘Goblet of Fire’ atau Piala  Api, tetapi hanya satu siswa yang memiliki keberanian tinggi dari masing-masing sekolah yang akan terpilih untuk mengikuti turnamen yang berbahaya tersebut. Ketika Piala Api sudah memuntahkan ketiga nama siswa dari masing-masing sekolah tersebut, tiba-tiba saja Piala Api memuntahkan satu nama kembali yaitu Harry Potter yang baru berumur 14 tahun terpilih untuk mengikuti ‘Turnamen Triwizard’. Harry pun dituduh melakukan kecurangan karena telah mengelabuhi Piala Api. 

Tafsiran Isi 2
        Walaupun film ‘Harry Potter’ ini merupakan film yang ber-genre Fantasi, tetapi film ini juga mempunyai pesan moral bagi para penonton untuk tidak menuduh orang sembarangan tanpa ada bukti yang jelas, Persaingan yang baik adalah persaingan yang sportif, jujur, dan bertanggung jawab, Jangan merusak persahabatan yang telah dibina dengan baik hanya karena kesalahpahaman, Terus semangat dalam menghadapi rintangan, Kita harus mengakui kesalahan yang kita perbuat dan meminta maaflah kepada orang yang telah kita sakiti, Berpikirlah yang bijak bahwa “Jika kita bisa menolong lebih dari satu orang kenapa tidak kita lakukan?”, Kita harus mengikhlaskan kepergian orang yang kita sayangi karena itu merupakan takdir yang telah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan Jangan menilai orang dari luarnya saja tetapi nilailah orang tersebut dari hatinya.

Tafsiran Isi 3
        Penyelesaian untuk masalah yang terjadi dalam film “Harry Potter and The Goblet of Fire” ini sebenarnya tidak dapat dikatakan penyelesaian masalah yang sebenarnya, karena dalam film ini permasalahan yang utama itu baru muncul dan penyelesaiannya terdapat pada film Harry Potter seri terakhir yaitu “Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2”.

Tafsiran Isi 4
         Film “Harry Potter and The Goblet of Fire” ini berbeda sedikit berbeda dari novelnya yaitu “Harry Potter and The Goblet of Fire” versi Inggris dan ‘Harry Potter dan Piala Api’ versi Indonesianya. Kebanyakan cerita yang terdapat pada novelnya tidak ditampilkan ke dalam film. Seperti, makhluk bernama sphink (makhluk berbadan singa berkepala manusia) yaitu makhluk yang seharusnya muncul di film ini pada adegan dalam turnamen triwizard yang harus diikuti oleh Harry pada babak akhir turnamen, semua peserta harus melewati rintangan yang telah disiapkan dalam labirin untuk memenangkan piala triwizard. Dalam rintangan di labirin tersebut seharusnya Harry itu menghadapi sphink, tetapi dalam film ini sphink itu dihilangkan dan diganti menjadi tanaman penjerat sihir.

Tafsiran Isi 5
          Cerita dalam film “Harry Potter and The Goblet of Fire” inilah yang dijadikan sebagai sasaran bagi penonton terutama remaja yang menyukai film bergenre fantasi petualangan ditambah dengan adegan-adegan romansa yang disajikan secara menarik, terutama pada saat keempat peserta menjalankan tantangan yang sangat berbahaya. Apalagi yang sudah pernah menonton film Harry Potter seri sebelumnya, mereka pasti akan sangat menyukai film Harry Potter seri ini, karena disinilah permasalahan utama yang selalu menjadi perbincangan dalam film akan muncul, yaitu Voldemort yang merupakan pembunuh dari orangtua Harry Potter akan bangkit untuk berusaha melawan Harry Potter dan semua orang yang akan menghalanginya untuk menjadi penguasa di dunia sihir.

Evaluasi 1
        Film “Harry Potter and The Goblet of Fire” ini disajikan dengan alur cerita yang menarik, terutama pada saat Harry beserta ketiga orang peserta Turnamen Triwizard lainnya sedang menghadapi atau melewati tahap demi tahap rintangan yang telah ditentukan oleh pihak kementrian sihir. Dalam film ini juga mempunyai banyak pesan moral yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para pemainnya juga sangat menjiwai perannya masing-masing. Pendapatan kotor yang diperoleh dari hasil pemutaran film ini sebesar 102 juta dolar AS, pendapatan untuk minggu pertama

Evaluasi 2
        Walaupun film ini mempunyai cukup banyak kelebihan, tetapi film ini juga tidak luput dari kekurangan antara lain yaitu banyak cerita atau pun tokoh yang tidak dimasukkan dalam filmnya, dan juga latarnya yang gelap sehingga tidak begitu terlihat apa kegiatan yang sedang dikerjakan. Karakter tokoh Harry Potter dalam filmnya juga berbeda dengan yang ada pada novel, karena karakter Harry Potter pada novel memiliki mata berwarna hijau sedangkan Harry Potter dalam film mempunyai mata berwarna biru.

Rangkuman
        Dari paparan tadi, dapat disimpulkan bahwa film “Harry Potter and The Goblet of Fire” berbicara atau menceritakan tentang sebuah pertarungan yang terdiri dari 3 tahapan dan mempunyai pesan moral yang cukup banyak diantaranya adalah persaingan yang baik yaitu persaingan yang sportif, jujur, dan bertanggung jawab. Karena memiliki banyak pesan moral maka film ini layak untuk ditonton oleh seluruh masyarakat.






Sumber



Tidak ada komentar:

Posting Komentar