Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 19 Mei 2017

"Pengorbanan seorang ayah" dalam Miracle In Cell No. 7




 Disusun oleh : Stefanny Halim

Judul film   : Miracle in cell no. 7
Rilis           : 23 Januari 2013
Sutradara   : Lee Hwan Kyung
Pemain      :   1. Ryoo Seung Ryong sebagai Yong Goo
                     2. Kal So Won sebagai Yesung Kecil
                     3. Park Shin Hye sebagai Yesung dewasa
Orientasi  1 :
Miracle in cell no.7,sebuah film standar yang seperti tidak menjanjikan sebuah tontonan yang megah.tapi ternyata bukan itu cara yang mereka pakai untuk menyampaikan pesan utamanya,tidak melalui sebuah kisah yang tertata dengan sangat rapi serta tensi yang dari awal hingga akhir.film ini di bentuk  menjadi sebuah proses di mana para penonton nya di beri kesempatan berjalan bersama karakter dalam cerita dengan acuan utama pada permainan emosional di bandingkan menyampaikannya lewat proses penceritaan narasi yang sebenarnya mudah di prediksi.


Orientasi 2 :
Film ini menceritakan seorang ayah bernama Lee yong-gu,pria paruh baya yang dapat menjadi sebuah gambaran dari kondisi yang tidak di inginkan semua orang akan terjadi pada mereka.pria ini mengalami keterbelakangan mental,ia mempunyai kecerdasan yang berada pada level anak 6 tahun.menyedihkan dan terasa ironis,karena anak perempuannya yang bernama ye-sung ternyata berusia 6 tahun.hal tersebut memberikan dampak yang sangat besar pada hubungan ayah dan anak ini dimana mereka seperti bertukar posisi.penyebab nya adalah tingkat kecerdasan ye-sung lebih tinggi sehingga menjadikan ia justru tampak sebagai pemimpin yang senantiasa merawat ayahnya,yang bekerja sebagai juru parkir.

Tafsiran isi 1 :
Suatu hari,berawal dari konflik pada sebuah tas kuning bergambar ‘sailor moon’,sesuatu yang telah dijanjikan oleh Lee yong-gu kepada Ye-sung,ia malah terjebak dalam sebuah kasus dengan tuduhan melakukan penculikan,kekerasan seksual hingga pembunuhan pada anak seorang komisaris polisi,anak yang telah membeli tas terakhir yang telah lama mereka dambakan,yang kala itu sebenarnya hendak menuntun Lee yong-gu menuju toko lain yang menjual tas sailor moon tadi.ayah dan anak ini kemudian harus berpisah,ye-sung dikirim kesebuah lembaga pengasuhan ,sedangkan Lee yong-gu dimasukkan ke sel nomor 7,sel paling keras dipenjara tersebut,sembari menantikan hukuman yang mungkin berakhir pada tingkat yang paling maksimum. Hingga akhirnya sang ayah,Lee yong-gu di jatuhi hukuman mati atas kesalahan yang tak pernah ia lakukan

Tafsiran isi 2 :
Terdapat sedikit perasaan aneh ketika film ini berakhir,kenapa film ini berakhir,kenapa film ini dapat tampil menarik padahal fokus utama cerita yang ia tawarkan diawal sebenarnya kurang begitu menjanjikan.Lee hwan-kyung ,kim hwang-sung dan kim young-seok mengambil sebuah langkah yang sangat berani,menaruh karakter utama dengan sebuah keterbelakangan mental pada cerita dengan konflik yang berat dan menghancurkan ,serta menyatukannya bersama  kisah sederhana yang sejujurnya punya dasar kurang menarik.

Tafsiran isi 3 :
Harus diakui,keputusan Lee hwan-kung tadi cukup berhasil.rasa simpati perlahan mulai tumbuh pada karakter,tidak hanya pada yong-gu namun ikut terbagi pula terhadap 5 sahabat barunya,so yang-ho,choi chin-ho,kang man-beom,shin bong-shik,dan seo.Nuansa gelap yang ia bentuk diawal mulai diwarnai nada ceria yang sebenarnya,tidak begitu istimewa namun berkat penempatan serta eksekusi yang sangat rapi berhasil menciptakan banyak adegan yang menyenangkan.kemampuan ’screen play’ yang film ini miliki paling menonjol ketika ia mengembalikan penontonnya pada kisah utama,tidak tenggelam dan tetap mampu kembali mempresentasikan kepada penonton tekanan yang dialami karakter utama.

Tafsiran isi 4 :
Keputusan tepat lainnya adalah cara kisah ini dibuka.menghadirkan ye-sung yang telah dewasa sebagai seorang pengacara dalam upaya mempertahankan kasus ayahnya,kemudian kembali ketahun 1997.hal tersebut sanggup menciptakan sebuah ukuran utama yang sangat kuat bagi proses yang ia bangun selanjutnya.tidak banyak alur maju dan mundur yang dihadirkan ikut menjadi sisi emosional yang dibangun serta intensitasnya pun dibangun dengan baik secara bertahap.begitu pula dengan kehadiran jang-Min hwan ,karakter polisi yang mengemban tugas memberikan sebuah  sudut pandang lain pada cerita.

Evaluasi 1 :
Terlepas dari adegan yang dibentuk dengan cukup baik,setiap karakter memiliki pesona yang proposional walupun dibentuk sangat terbatas oleh Lee Hwan-kyung,kunci utama kesuksesan film ini terletak pada eksekusi yang sangat indah pada karakter utama,Lee Yong-gu dan Ye-sung. Setiap dua karakter ini bertemu,selalu ada sebuah sisi emosional yang tampil dengan kekuatan yang besar dan mencengkram,mampu menghadirkan senyum dan kehancuran yang sama baiknya.porsi penceritaan mereka memang tidak dominan,namun berkat bantuan karakter pendukung yang sebenarnya memiliki fungsi yang ikut berdampak pada kisah utama,yang membangun suasana Lee yong-gu dan Ye-sung tidak pernah hilang dari cerita.

Evaluasi 2 :
Film ini mampu memberikan nyawa serta atmosfir yang begitu kuat kepada penontonnya.namun kemungkinan para penonton akan bertanya-tanya mengapa pada judul film ini terdapat kata ‘miracle’ yang berarti keajaiban,sedangkan pada kenyataannya keajaiban itu tidak terjadi untuk yong-gu.tetapi apabila kita menyimak lebih dalam ,keajaiban itu memang tidak terjadi yong gu tetapi keajaiban itu terjadi untuk para penghuni sel no. 7 dan tentunya kepala sipir dan ye-sung itu sendiri.kehadiran yong-gu mengubah pemikiran para penghuni sel dan kepala sipir yang juga kehilangan anaknya itu sendiri.pengorbanan sang ayah membuat orang lain yang pernah menghabiskan waktu bersamanya menjadi bahagia dengan cara yang lain dan tidak terpikirkan.

Rangkuman :
Secara keseluruhan film ini pantas menjadi film terlaris di korea tahun 2013,karena cerita melodramanya yang kuat.film unik ini tidak hanya menyajikan kisah mengharu biru yang mungkin akan membuat ritme kesedihannya terkesan berlebihan.namun,film yang disutradarai oleh Lee hwan-kyung ini masih memberikan tempat kosong untuk menyisipkan banyak unsur komedi di film ini sehingga tidak memberikan kesan yang membosankan.film ini memiliki pesan moral bahwa tidak semua doa itu bisa terjawab sesuai keinginan manusia tetapi doa itu memiliki jawaban lain atas kehadiran maupun bantuan orang lain yang membuat kita dapat mensyukuri apa yang terjadi pada kehidupan kita.dibalik semua kesulitan yang kita alami pasti terdapat jawaban diluar pemikiran kita yang menuntun kita pada kebahagiaan.

SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar