Follow Us @literasi_smkn23jkt

Kamis, 18 Mei 2017

“Di Balik 98” : Memperbaiki yang Melenceng dengan Reformasi

Disusun Oleh: Aning Nabilla


Judul              : “Di Balik 98”
Tanggal rilis  : 15 Januari 2015
Sutradara      : Lukman Sardi
Pemain          :
1.    Chelsea Islan sebagai Diana
2.    Boy William sebagai Daniel
3.    Donny Alamsyah sebagai Bagus
4.    Ririn Ekawati sebagai Salma
5.    Amoroso Katamsi sebagai Presiden Soeharto

Orientasi 1:
Film “Dibalik 98” yang dirilis 15 Januari 2015 ini merupakan sebuah karya yang disutradarai oleh Lukman Sardi. Film ini mengisahkan tentang runtuhnya pemerintahan Orde Baru dengan ditandai mundurnya Presiden Soeharto. Pendekatannya sendiri bukan sudut pandang politis, melainkan soal kemanusiaan. 
Orientasi 2:
Film “Di Balik 98” merupakan sebuah karya produksi MNC Pictures, sebuah kisah yang mengilas balik peristiwa sejarah di tahun 1998. Kejadian yang berlangsung pada Mei 1998 ini merupakan satu peristiwa yang tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Masa tersebut adalah masa dimana kerusuhan terjadi di setiap sudut negeri ini, memaksa Presiden yang menjabat saat itu untuk segera turun tahta, dan tandai dimulainya masa Orde Baru. Namun, film ini tidak hanya mengisahkan segala bentuk kerusuhan yang terjadi, namun juga banyak menyisipkan kisah atau cerita tentang nilai-nilai kemanusiaan yang bisa menjadi bahan renungan kita semua.

Tafsiran 1:
Film ini mengisahkan tentang seorang mahasiswi Trisakti bernama Diana (Chelsea Islan), yang berniat untuk menjadi seorang demonstran. Menurutnya, masa kekuasaan Presiden Soeharto (Amoroso Katamsi) sangat perlu untuk segera diakhiri. Ironisnya, Diana hidup dengan seorang kakak bernama Salma (Ririn Ekawati) yang bekerja di Istana Negara, dan kakak iparnya yang merupakan seorang Letnan Dua, Angkatan Darat.

Tafsiran 2:
Diana aktif dalam mengikuti berbagai gerakan gabungan seluruh mahasiswa Indonesia yang memiliki tekad dan tujuan sama, yaitu meminta Presiden Soeharto agar segera melepaskan jabatannya. Tindakan para mahasiswa itu tentu menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi masyarakat, sampai suatu ketika, tepatnya pada tanggal 13-14 Mei, peristiwa buruk pun terjadi, dikabarkan empat orang mahasiswa tewas akibat tembakan oleh aparat.

Tafsiran 3:        
Peristiwa tersebut membuat kondisi negeri semakin kacau, pada saat itu Presiden Soeharto mengambil keputusan untuk menghadiri acara yang berlangsung di Kairo. Sementara itu Wakil Presiden, B.J. Habibie terkejut dengan kerusuhan yang terjadi dan menyebar dengan sangat cepat.
Tafsiran 4:
Diana beserta dengan mahasiswa lainnya pun seketika meluap amarahnya, begitu halnya dengan Bagus, kakak ipar Diana yang saat itu bertugas. Namun Bagus yang saat itu terpaksa harus mematuhi perintah atasan guna menjaga keamanan wilayah pada berbagai titik di Jakarta.
Tafsiran 5:
Cerita semakin pelik ketika kekasih Diana, Daniel (Boy William), yang merupakan seorang keturunan Tionghoa ikut terseret dalam kerusuhan tersebut. Ayah beserta adiknya tidak diketahui jejaknya. Daniel pun hampir saja menjadi korban dari orang-orang yang melakukan penyerangan terhadap warga-warga non pribumi. Namun, Daniel selamat dan dibawa ke tempat penampungan. Di tempat Penampungan Daniel berhasil bertemu dengan ayah dan adiknya lalu Daniel beserta keluarganya memutuskan pergi meninggalkan Indonesia.

Evaluasi 1:
Film “Di Balik 98” ini tidak hanya menitik beratkan pada kisah politik saja, tetapi mengulas juga kisah tentang keluarga dan percintaan, yang dikemas dengan latar belakang kerusuhan tanhun 1998. Ada banyak bumbu fiksi yang ditaburkan ke dalam film ini, yang menjadikannya lebih sempurna.
Evaliasi 2:
            Beberapa lagu maupun musik dalam film “Di Balik 98” yang di pilih tidak begitu sesuai dengan adegan yang sedang berlangsung. Ada pula iringan yang terdengar begitu keras sehingga menutupi dialog dari pemain. Pada akhirnya, pembangunan emosi penonton terpengaruh oleh ketidaksesuaian scoring.

Rangkuman:
Apabila Anda sama sekali tidak memiliki gambaran atau ingin mengetahui kerusuhan di tahun 1998, film “Di Balik 98” ini dapat memberikan jawaban bagi Anda. Sebab meskipun kisah dramanya yang cukup menonjol, namun latar belakang politik yang ditampilkan dalam film ini dapat dipercaya demi keutuhan cerita. Ini tentu menjadi satu poin plus bagi karya produksi MNC Pictures. Sasaran penonton pada film ini lebih menuju kepada remaja ke atas karena film ini mengangkat cerita tentang politik dan kehidupan sosial masyarakat yang terjadi di tahun 1998 dapat dipahami, diapresiasi dan dapat juga menginspirasi kalangan remaja ke atas.

Sumber :
di akses pada tanggal 5 Mei 2017


Tidak ada komentar:

Posting Komentar