Follow Us @literasi_smkn23jkt

Kamis, 18 Mei 2017

Harry Potter and the Cursed Child


Harry Potter dan Anak Terkutuk dalam film "Harry Potter and The Cursed Child"




Disusun Oleh : Tasya Silviana



Judul film   : Harry Potter and The Cursed Child 
Tahun rilis  : 31 Juli 2016
sutradara    : John Tiffany
Pemain       : Jamie Parker sebagai Harry Potter Paul
                     Thornley sebagai Ron weasley Noma
                     Dumezweni sebagai Hermione
                     Potter Alex Price sebagai Draco




ORIENTASI
Harry Potter and the Cursed Child (bahasa Indonesia: Harry Potter dan Anak Terkutuk) adalah pertunjukkan panggung dua babak yang dipentaskan Teater West End berdasarkan kisah baru yang ditulis oleh Jack Thorne, J.K. Rowling dan John Tiffany. Pertunjukan pratinjau untuk drama ini mulai ditampilkan di Palace Theatre, London pada 7 Juni 2016 dan dipentaskan secara perdana pada 30 Juli 2016. Naskah pementasan (bukan dalam bentuk novelisasi dari drama) dirilis pada 31 Juli 2016 dan menjadi buku kedelapan dari kisah dunia sihir Harry Potter. Kisah ini berlatar sembilan belas tahun kemudian setelah berakhirnya Pertempuran Hogwarts
dalam epilog Harry Potter dan Relikui Kematian yang di dalamnya berfokus pada hubungan Harry Potter yang kini menjadi seorang pegawai Kementerian Sihir dengan putra keduanya, Albus Severus Potter.

Tafsiran 1
Sembilan belas tahun setelah kekalahan Voldemort, kini Harry Potter adalah Kepala Departemen Penegakan Hukum Sihir dan memiliki tiga anak dengan Ginny Weasley: James Sirius, Albus Severus dan Lily Luna. Hermione Granger menjadi Menteri Sihir dan telah menikah dengan Ron Weasley — yang mengelola Weasleys' Wizard Wheezes — dan memiliki dua anak: Rose dan Hugo, yang menggunakan nama belakang ganda Granger-Weasley.

Di Stasiun King's Cross, Albus dan Rose menumpangi Hogwarts Express untuk memulai tahun pertama mereka di Hogwarts. Mereka bertemu dengan Scorpius Malfoy, putra dari Draco Malfoy, musuh bebuyutan orang tua mereka. Meskipun Rose memperlihatkan ketidaksukaan dan sikapnya yang dingin terhadap Scorpius, pertemuan ini adalah awal pertemanan Albus dan Scorpius. Kedua anak lelaki tersebut terpilih untuk masuk ke asrama Slytherin, sementara Rose ke asrama Gryffindor. Selama tiga tahun pertama mereka di sekolah, Albus adalah siswa yang tidak istimewa atau pun populer, dan hubungannya dengan sang ayah menegang saat ia harus menanggung beban nama besar Harry Potter. Scorpius sangat terpukul akan kematian ibunya, Astoria, dan ia pun menderita atas rumor yang beredar bahwa ia sebenarnya adalah putra dari Voldemort melalui penggunaan pembalik waktu (Time-Turner). Hal tersebut membuat mereka semakin menarik diri dari teman-temannya. Di sisi lain, Rose adalah siswa yang sangat populer dan menjadi Chaser di Tim Quidditch Gryffindor pada akhir tahun ketiga. Hubungannya dengan Albus pun menjadi meregang dan mereka tidak lagi menghabiskan waktu bersama-sama.

Musim panas berikutnya, Kementerian Sihir menyita sebuah Time-Turner ilegal dari seorang mantan Pelahap Maut. Ketika Amos, ayah dari Cedric Diggory, mendengar kabar bahwa Kementerian Sihir telah menemukan Time-Turner, ia meminta Harry untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan Cedric. Bagi Amos, kematian Cedric adalah tanggung jawab Harry. Harry menolak karena menurutnya terlalu bahaya mencampuri masa lalu. Sementara itu, Albus berkenalan dengan Delphini Diggory, keponakan dari Amos, saat mereka sedang menguping percakapan kedua orang tersebut.

Harry kemudian memberikan selimut bayi miliknya ke Albus yang merupakan satu-satunya peninggalan dari ibunya, Lily Potter, sebagai hadiah; namun Albus menolak pemberian tersebut dan keduanya pun berargumen sehingga botol berisi ramuan cinta dari Ron secara tidak sengaja tumpah mengenai selimut. Terbawa emosi, Albus menyatakan bahwa ia berharap Harry bukanlah ayahnya dan begitu pun sebaliknya.

Saat berada di Hogwarts Express untuk bersiap memulai tahun keempat mereka, Rose yang berupaya memperbaiki hubungannya dengan Albus, membenarkan keberadaan Time-Turner. Albus segera menemui Scorpius dan keduanya mencoba kabur dari kereta dengan misi untuk mendapatkan Time-Turner dan menyelamatkan Cedric Diggory, serta untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan oleh Harry Potter karena membiarkan Cedric tewas. Mereka melompat dari atap kereta dan memutuskan untuk melanjutkan rencana mereka, lalu keduanya pergi menemui Amos dan Delphi. Sementara itu, Harry mulai mengalami mimpi buruk dan muncul rasa sakit di bekas lukanya. Ia dan Hermione mengadakan pertemuan publik tentang kemungkinan risiko yang terjadi dari para Pelahap Maut dan Voldemort, namun masyarakat tidak merasa yakin ada bahaya yang mengancam. Harry, Ginny dan Draco mengetahui bahwa Albus dan Scorpius menghilang setelah ketiganya menerima surat dari Profesor McGonagall; Ginny menyimpulkan bahwa Albus melarikan diri setelah ia berargumen dengan Harry. Draco pun kesal karena Scorpius telah ditarik ke dalam masalah keluarga mereka. Sementara itu, Delphi menyediakan Ramuan Polijus untuk Albus dan Scorpius, ketiganya menyamar sebagai Harry (Scorpius), Ron (Albus), dan Hermione (Delphi). Trio ini menyusup masuk ke dalam Kementerian dan berhasil mencuri Time-Turner dari kantor Hermione.

Tafsiran 2       
Albus memutuskan bahwa cara terbaik untuk menyelamatkan Cedric adalah dengan mencegahnya dari memenangkan Turnamen Triwizard, sebuah kontes sihir yang diceritakan dalam novel keempat Harry Potter. Albus dan Scorpius memutuskan Delphi untuk tetap di belakang karena ia terlalu tua untuk menyamar sebagai siswa Hogwarts. Albus dan Scorpius menyamar sebagai siswa Durmstrang dan melakukan perjalanan waktu ke tugas pertama di Turnamen Triwizard, yakni mengambil telur emas dari sarang naga. Dari bangku penonton, mereka berhasil melucuti tongkat sihir Cedric, sehingga menyebabkan Cedric gagal melewati tugas pertama Turnamen. Selanjutnya, terungkap bahwa Time-Turner hanya memungkinkan mereka untuk menghabiskan waktu lima menit saja pada masa lalu; mereka tidak mampu mengendalikan kepulangan mereka ke masa kini dan Albus pun terluka.

Sementara itu, para orang dewasa sibuk mencari anak-anak mereka yang hilang. Mimpi Harry mengungkapkan bahwa Albus sedang berada di Hutan Terlarang. Saat ia sedang melakukan pencarian, kentaur Bane memperingatkan bahwa ada "awan gelap" yang mengelilingi Albus. Harry, Ron dan Ginny menemukan kedua anak tersebut setelah mereka kembali dari masa lalu. Albus dibawa ke rumah sakit sekolah, di mana Harry berbicara dan meminta saran dari potret Albus Dumbledore. Harry menuntut agar Albus memutuskan pertemanannya dengan Scorpius dan ia juga menyuruh dan memaksa Kepala Sekolah Minerva McGonagall untuk menjaga agar mereka tetap terpisah dengan menggunakan Peta Perampok. Selanjutnya, Albus menemukan bahwa kehidupan pada masa kini telah berubah: ia sekarang adalah seorang Gryffindor; Ron menikah dengan Padma Patil dan mereka memiliki seorang putra bernama Panju, sementara Rose tidak pernah ada dan Hermione adalah Profesor Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Hal ini menunjukkan bahwa Albus dan Scorpius secara tidak sengaja membuat Hermione muda menaruh curiga pada Durmstrang; ia menghadiri pesta dansa sebagai teman Ron dan bukan sebagai teman kencan Viktor Krum, sehingga Ron tidak pernah mengalami cemburu yang ternyata menjadi dasar kisah cinta mereka.

Tafsiran 3
Albus menghindari Scorpius, tapi Delphi muncul di Hogwarts dan membujuk Scorpius untuk berdamai dengan Albus, yang berhasil dilakukannya dengan mengatakan bahwa Albus adalah teman yang buruk. Albus juga membujuk Scorpius bahwa mereka harus melakukan percobaan kedua untuk menyelamatkan Cedric, dan juga suatu hal yang sangat berkaitan dengan Scorpius karena cintanya kepada Rose. Mereka melakukan perjalanan waktu ke tugas kedua, yakni saat Cedric harus berenang jauh ke dalam danau untuk menyelamatkan seorang sandera. Sekali lagi berusaha untuk membuat Cedric gagal, mereka menggunakan mantera untuk memaksa Cedric mengapung dan keluar dari air — sesuatu yang sangat memalukkan — sebagaimana yang telah mereka diskusikan bersama Delphi sebelumnya.

Pada masa kini, Draco dan Harry berdebat hebat tentang putra mereka, sehingga terjadilah duel sihir antara mereka berdua. Draco secara mengejutkan mengakui bahwa ia iri dengan persahabatan Harry karena saat itu Draco terjebak bersama si kasar Crabbe dan Goyle, dan Harry menyadari bahwa perbuatannya dengan memisahkan Albus dapat membahayakan anaknya tersebut. Mereka kembali ke Hogwarts dan Harry meminta maaf kepada Profesor McGonagall. Mereka berusaha untuk menemukan kedua anak tersebut dan akhirnya mendapati bahwa mereka memiliki Time-Turner.

Saat Scorpius kembali ke masa kini, Albus malah menghilang. Dalam garis waktu baru ini, Voldemort berkuasa atas dunia sihir. Dolores Umbridge adalah Kepala Sekolah Hogwarts yang kini menjadi sekolah sihir hitam. Harry Potter pun sudah tewas setelah dikalahkan oleh sekutu-sekutunya di Pertempuran Hogwarts, sehingga hal ini menjelaskan tentang menghilangnya Albus — ia tidak pernah ada. Setiap kalimat kini diakhiri dengan ucapan "For Voldemort and Valour" dan sekolah sedang melakukan persiapan untuk pesta dansa 'Blood Ball'.

Tafsiran 4        
Terkejut dan ngeri, Scorpius menyadari bahwa apa yang dilakukannya terhadap Cedric Diggor, yakni dengan mempermalukannya di turnamen, telah mengubahnya menjadi pemuda yang kejam dan bengis, serta ikut bergabung dengan Pelahap Maut dan membunuh Neville Longbottom. Dengan tewasnya Neville di tangan Cedric, Horcrux Voldemort, Nagini berhasil selamat dari Pertempuran Hogwarts Kedua, sehingga hal ini berujung pada kemenangan Voldemort dan tewasnya Harry Potter. Voldemort kini menguasai dunia sihir. Scorpius sendiri adalah siswa populer yang paling dihormati (dan ditakuti) di Hogwarts, sementara ayahnya, Draco adalah Kepala Departemen Penegakkan Hukum Sihir. Seorang penyihir hebat bernama Augurey adalah tangan kanan Voldemort. Scorpius mulai memutar otak apakah ia mampu mengembalikan garis waktu atau tidak.

Scorpius lantas menemui dan memperoleh kepercayaan dari Profesor Snape yang masih hidup dan tetap mengajar di Hogwarts, meskipun ia sebenarnya adalah anggota gelap Laskar Dumbledore. Snape membawanya ke markas perlawanan rahasia di mana Ron dan Hermione — keduanya adalah buronan paling dicari — tinggal. Scorpius meyakinkan mereka dan menceritakan tentang kebenaran akan asal-usulnya, mereka pun setuju untuk membantunya meskipun Snape nantinya akan kembali mati. Scorpius diberitahu bahwa dengan kembali sekali lagi ke garis waktu tersebut dan menggagalkan upaya dirinya (yang saat itu mencoba menghalangi Cedric Diggory di tugas kedua Turnamen) dengan menggunakan Mantera Pelindung akan menyelesaikan masalah ini. Ia berhasil melakukannya, sampai akhirnya Snape, Ron dan Hermione diserang oleh para Dementor dan memberikan Kecupan Dementor terhadap mereka. Walaupun Ron dan Hermione tidak menikah dalam kehidupan nyata di garis waktu ini, keduanya menyatakan rasa cintanya terhadap satu sama lain dan saling berpegangan tangan saat jiwa mereka dihisap dari jasad mereka. Snape meminta Scorpius untuk mengatakan pada Albus bahwa ia bangga Albus menggunakan namanya (Albus Severus), sebelum akhirnya jiwanya ikut dihisap oleh para Dementor.

Kembali ke masa kini, Albus telah muncul kembali. Setelah berhasil menggagalkan rencana mereka untuk mempermalukan Cedric di tugas kedua, tampaknya hal tersebut telah mengembalikan semua hal menjadi sedia kala, meskipun keduanya kehilangan Time-Turner. Mereka mengakui semua yang telah mereka lakukan kepada Profesor McGonagall. Ia mengingatkan bahwa banyak orang yang telah kehilangan nyawa mereka, termasuk semua yang mereka cintai; rela berkorban untuk menciptakan dan mempertahankan dunia mereka sekarang. Keduanya pun paham. Setelah itu, Harry mengunjungi Albus di asramanya. Meskipun awalnya Harry hampir tidak bisa menahan amarahnya, ia akhirnya mampu menenangkan dirinya dan mengakui bahwa ia merasa bersalah dan cemas terhadap anaknya.

Scorpius kemudian diam-diam memberitahu Albus bahwa ia berbohong mengenai hilangnya Time-Turner dan ia masih memilikinya karena ia merasa tidak percaya bila para dewasa akan tetap menjaga benda tersebut. Kedua anak tersebut memutuskan untuk menghancurkannya. Mereka berencana untuk melakukannya di Owlery agar tidak terlalu menarik perhatian; namun ternyata Albus mengundang Delphi untuk bergabung bersama mereka karena Albus menyukainya. Delphi pun tiba. Jubahnya yang mengendur secara tidak sengaja menyingkap tato Augurey di lehernya, mengingatkan Scorpius akan makhluk menyeramkan yang pernah ia dengar saat di perjalanan waktu sebelumnya. Terungkap bahwa selama ini Delphi telah menyimpan rencana rahasia, ia lalu menyandera kedua anak tersebut dengan memborgol mereka menggunakan sihir, menghancurkan tongkat sihir mereka dan membunuh prefek yang sedang mencari mereka. Delphi kemudian memaksa mereka untuk melakukan perjalanan waktu ke tugas ketiga di Turnamen Triwizard yang berlangsung di sebuah labirin dengan berbagai rintangan dan makhluk gaib di dalamnya.

Di dalam labirin, Albus dan Scorpius berencana untuk menghentikan aksi Delphi mengingat mereka hanya memiliki waktu lima menit sebelum Time-Turner menarik kembali mereka ke masa kini. Waktu pun berlalu, mereka secara tidak sengaja bertemu dengan Cedric Diggory yang mengira bahwa trio tersebut adalah salah satu rintangan yang harus dilewati. Ia membantu membebaskan Albus dan Scorpius dan sejenak melumpuhkan Delphi, namun sayangnya Delphi dapat menguasai kembali situasi. Ia lalu menggunakan Time-Turner untuk sekali lagi melakukan perjalanan waktu sebelum benar-benar menghancurkannya, serta meninggalkan Albus dan Scorpius pada masa lalu. Mereka mencoba mengejarnya, namun tidak berhasil.

Tafsiran 5        
Kembali pada masa kini, Harry dan teman-temannya akhirnya mengetahui bahwa Albus dan Scorpius terakhir kali terlihat bersama Delphi. Mereka pun menanyakan hal ini kepada Amos Diggory dan mendapati bahwa ia telah diperdaya menggunakan mantera Confundo (sehingga menjadi bingung, linglung dan pelupa, serta mengikuti perintah) oleh Delphi dengan meyakini bahwa ia adalah keponakan dan perawat dari Amos; kenyataan sebenarnya adalah ia dan istrinya sama sekali tidak memiliki saudara apalagi keponakan. Mereka lalu menelusuri kamar untuk mencari petunjuk dan mereka menemukan sebuah ramalan yang apabila terpenuhi, maka dapat mengembalikan kehadiran Voldemort. Selain itu, mereka juga menyadari identitas Delphi yang sebenarnya, ia adalah anak Voldemort yang dirahasiakan. Namun karena mereka tidak mengetahui Delphi, Albus dan Scorpius sedang berada di garis waktu kapan, mereka pun hanya mampu menunggu.

Terungkap bahwa Delphi, Albus dan Scorpius kembali ke tahun 1981. Dengan menggunakan jadwal perjalanan di stasiun kereta api, Albus dan Scorpius mengetahui bahwa hari itu tanggal 30 Oktober 1981, satu hari sebelum Halloween pada tahun 1981, malam di mana Voldemort membunuh kedua orang tua Harry. Menyadari bahwa Delphi berencana untuk membunuh Harry dengan tangannya sendiri sehingga dapat mencegah Kutukan Pembunuh Voldemort yang nantinya berbalik menyerang dirinya, mereka pun mendatangi Godric's Hollow di mana mereka melihat Harry kecil dan orang tuanya. Berpikir bagaimana caranya berkomunikasi dengan masa depan, Albus mengingat kembali selimut yang diberikan ayahnya. Ia teringat saat melempar selimut selama mereka bertengkar, botol ramuan cinta pecah dan cairannya tumpah ke selimut tersebut. Scorpius dan Albus berpendapat jika menulis pesan tak terlihat menggunakan Tingtur Demiguise, tulisan tersebut menjadi terlihat karena adanya reaksi magis dari tingtur dengan serbuk mutiara yang terkandung dalam ramuan cinta. Kemudian, diharapkan Harry akan melihat tulisan tersebut, seperti yang telah ia katakan sebelumnya bahwa ia selalu melewatkan 31 Oktober memeluk selimut tersebut sebagai peninggalan terakhir orangtuanya. Keduanya mencuri beberapa Tingtur Demiguise dari rumah Bathilda Bagshot, penulis buku Sejarah Sihir, dan mulai menulis di selimut tersebut. Harry dan Ginny yang saat itu berada di kamar Albus, menyadari dan menguraikan pesan yang berisi lokasi dan waktu di mana mereka berada sekarang. Harry dan Ginny pun segera memberitahu Ron dan Hermione. Draco yang juga ikut bergabung bersama mereka mengungkapkan bahwa keluarganya memiliki sebuah Time-Turner yang lebih kuat dan canggih daripada yang dimiliki oleh Kementerian, yang hanya berupa purwarupa dan tidak diminati Pelahap Maut sejati.

Tafsiran 6
Mereka lalu melakukan perjalanan waktu untuk menyelamatkan Albus dan Scorpius. Atas desakan dari Ginny, mereka menyadari bahwa saat ini Delphi memilih untuk tidak membunuh Harry kecil, melainkan untuk mencegah Voldemort dan menghalanginya menyerang keluarga Potter. Bila hal ini terjadi, maka teror Voldemort akan terus berlanjut dan kekuatannya menjadi semakin bertambah di masa kini. Bersembunyi di dalam sebuah gereja dekat kediaman Harry, mereka setuju untuk merubah Harry menjadi wujud Voldemort itu sendiri; selain itu, Harry juga masih mengerti bahasa Parseltongue untuk berkomunikasi dengan Delphi. Harry yang menyamar sebagai Voldemort didatangi oleh Delphi. Di sini, terkuak bahwa Delphi sebenarnya adalah putri dari Voldemort dengan Bellatrix Lestrange yang lahir di Malfoy Manor pada akhir 1997 atau awal 1998 saat Voldemort tinggal di sana selama peristiwa Harry Potter dan Relikui Kematian, tepatnya sebelum Pertempuran Hogwarts Kedua. Ia pun meyakinkan "ayah"nya tersebut bahwa ia adalah anaknya. Karena mantera Transfigurasi pada Harry semakin memudar, Delphi menyadari bahwa ia sedang diperdaya dan mereka berdua terlibat duel hebat. Harry yang kemudian dibantu oleh teman-temannya dan Albus, berhasil menaklukkan Delphi. Ia pun memohon bahwa ia hanya ingin mengetahui ayahnya. Harry menjelaskan bahwa itu tidak mungkin terjadi karena mereka tidak dapat merubah masa lalu.

Saat mendengar Voldemort yang asli tiba untuk membunuh orang tua Harry, Delphi mencoba memanggilnya, namun Hermione dan Malfoy segera membungkamnya dan mengirimnya kembali ke masa kini. Harry memutuskan untuk menyaksikan adegan pembunuhan orangtuanya sekali lagi, dengan ditemani Albus di sisinya. Setelah Voldemort melakukan pembunuhan, mereka semua kembali ke masa kini. Hagrid tiba di tempat kejadian untuk membawa Harry kecil ke Keluarga Dursley yang selanjutnya mendorong terjadinya peristiwa Harry Potter dan Batu Bertuah.

Kembali di Hogwarts, Scorpius telah memupuk segala keberaniannya untuk mengajak Rose berkencan. Meskipun Rose menolaknya, namun ia yakin bahwa inisiatifnya tersebut akan menjadi dasar persahabatan mereka. Sementara itu, Harry mengajak Albus berjalan-jalan di bukit sore itu. Harry menunjukkan makam Cedric Diggory kepada Albus yang selalu ia kunjungi untuk sekedar meminta maaf atas kematiannya.

Rangkuman :  Harry Potter and the Cursed Child (bahasa Indonesia: Harry Potter dan Anak Terkutuk) adalah pertunjukkan panggung dua babak yang dipentaskan Teater West End berdasarkan kisah baru yang ditulis oleh Jack Thorne, J.K. Rowling dan John Tiffany. Kisah ini berlatar sembilan belas tahun kemudian setelah berakhirnya Pertempuran Hogwarts dalam epilog Harry Potter dan Relikui Kematian yang di dalamnya berfokus pada hubungan Harry Potter yang kini menjadi seorang pegawai Kementerian Sihir dengan putra keduanya, Albus Severus Potter

Evaluasi: menurut saya film ini memeiliki moral yamg banyak juga bisa meningkatkan fantasi kita dalam berimajinasi dan filmnya layak untuk di tonton karena filmnya sangat mendukung mengenai pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar