Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 26 Mei 2017

“Ketika Cinta Bertasbih” : Cinta hanya akan “Memanusiakan” Seseorang Ketika Cinta itu Dijaga Kesuciannya.


Disusun Oleh : Wartini
 
                                                 

  



Judul film : “Ketika Cinta Bertasbih”
Rilis          : 19 Juni 2009
Sutradara : Chaerul Umam
Produser : Mitzy Christina, Cindy Christina
Produksi : Sinemart Pictures
Pemain    : 1) Kholidi Asadil Alam sebagai Abdullah Khoirul Azzam
     2) Oki Setiana Dewi sebagai Anna Althafunnisa
     3) Alice Norin sebagai Eliana Pramesty Alam
     4) Andi Arsyil Rahman sebagai Furqon Andi Hasan
     5) Meyda Sefira sebagai Ayatul Husna
     6) Rahmi Nurullina sebagai Lia Humaira
                 7) Deddy Mizwar sebagai KH. Luthfi Hakim
     8) Ninik L. Karim sebagai Ibu Malikatun
     9) Didi Petet sebagai Pak Ali
    10)Habiburrahman El Shirazy sebagai Ustadz Mujab
    11)Slamet Rahardjo sebagai Pak Alam (Dubes RI untuk Mesir)
    12) Lucky Perdana sebagai Teuku Fadhil

Orientasi
        “Ketika Cinta Bertasbih” adalah film asal Indonesia bergenre religi dan dirilis pada tanggal 19 Juni 2009. Film ini diadaptasi dari novel best seller karangan Habiburrahman El Shirazy yang berjudul sama Ketika Cinta Bertasbih dan film ini diproduksi oleh Sinemart Pictures. Film yang berdurasi 120 menit ini menceritakan kehidupan tokoh utamanya Khairul Azzam yang diperankan oleh Kholidi Asadil Alam, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar University, Kairo. Dengan perjuangnya ketika melihat kerja keras sang tokoh yang menuntut ilmu sekaligus berjuang menghidupi ibu dan adik-adiknya di kampung. Dan usaha Khairul Azzam dalam menemukan jodohnya dengan tetap selalu teguh berpedoman kepada ajaran agama

Tafsiran 1
        Khairul Azzam seorang mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir. Kuliahnya tertunda selama 9 tahun setelah ayahnya meninggal dunia. Maka demi menghidupi dirinya dan keluarganya di Solo, Azzam berdagang bakso dan tempe di Kairo-Mesir. Dari pekerjaan yang dijalaninya, Azzam menjadi terkenal di kalangan KBRI di Kairo, dan mempertemukannya dengan Eliana (Alice Sofie Norin), gadis cantik nan modern, putri Dubes RI di Mesir.

        Saat bekerja itulah Azzam mengenal sosok Eliana. Akan tetapi, prinsip-prinsi keislaman yang Azzam pegang teguh membuat Azzam mampu menepis perasaannya. Saat bekerja juga Azzam secara tidak sengaja bertemu dengan Anna Althafunnisa. Dialah perempuan yang memikat hatinya dan hendak ia lamar. Namun, status sosialnya membuat Azzam ditolak. Yang lebih mencengangkan Azzam adalah Anna justru menerima lamaran dair Furqan, sahabat Azzam sendiri yang memiliki status sosial lebih tinggi daripada Azzam.

Tafsiran 2
        Pernikahan Anna dan Furqan berlangsung dan mereka hidup dengan baik. Begitu juga pada Azzam, Azzam yang sudah sangat rindu dengan keluarganya memutuskan untuk serius dalam belajar, hingga akhirnya berhasil lulus. Azzam pun menepati janjinya ke keluarganya untuk kembali ke kampung dan segera mencari jodoh di sana, memenuhi amanat ibunya. Walaupun sebenarnya masih terbersit sedikit harapan untuk tetap mendapatkan hati Anna.

Tafsiran 3
        Film “Ketika Cinta Bertasbih” banyak pesan moral yang dapat kita ambil didalamnya salah satunya adalah dakwah untuk pergaulan pemuda/pemudi. Selain etos kerja dan kerja keras, diceritakan pula perjuangan Khairul Azzam dalam menemukan jodohnya dengan tetap selalu teguh berpedoman kepada ajaran agama.

Tafsiran 4
        Film “Ketika Cinta Bertasbih” yang bernuansa religi ini insya Allah memberikan hikmah dan pelajaran, mengingat selama ini lebih banyak film bertema cinta yang hanya mengedepankan sisi picisan dan kekerasan. Beberapa hikmah yang dapat diambil selain pesan-pesan dakwah yang telah disebutkan antara lain tentang keihklasan, pengorbanan, motivasi, dan arti cinta sebenarnya.

Tafsiran 5
         “Film Ketika Cinta Bertasbih” memiliki makna yang sangat religi, banyak sekali Makna yang tersimpan dari kata arti Ketika Cinta Bertasbih. Ketika Cinta bertasbih adalah Lantunan tasbih setiap molekul cahaya bulan meniti arak awan diantara rekah senyum sang bintang, mengangkat roh-roh yang meninggalkan sepenggal nafas pada jasad tak bergerak. Akankah semua ini berakhir indah, seindah nuansa ketika cinta bertasbih, ketika ia mampu untuk menjalani kehidupannya dengan penuh cinta kepada makhluk-Nya dan kecintaannya kepada Rabb-Nya,mungkin itu terjadi pada saat orang yang didamba adalah orang yang selalu meluangkan hatinya untuk selalu berdzikir atas tuhannya, serta dia sendiri adalah orang yang selalu dekat hati dengan tuhannya serta mendambakan cintanya atas ridho allah baginya, dansebaik atau sehebat apapun usaha manusia tentu semua kembali kepada Takdir Tuhan kalau Tuhan mengizinkan semuanya bisa terjadi. Kalau kita selalu berlaku ikhlas segalanya karena Allah dan mengharapkan ridha-Nya pasti Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita dan juga pasangan kita karena Allah maha tahu akan segala sesuatu diluar batas kemampuan manusia.

Evaluasi
        Film “Ketika Cinta Bertasbih” adalah film terlaris di Indonesia pada tahun 2009 dengan jumlah penonton sebanyak 3.100.906.  Biaya produksi film ini lebih dari Rp 20 milyar yang disiapkan oleh rumah produksi Sinemart Pictures dan memperoleh pendapatan sebesar Rp 93 milyar. Film ini juga dikemas secara sempurna. pemandangan asli Mesir yang disisipkan cukup banyak diawal film. Pemandangan Laut Merah, Piramida, dan Sungai Nil sangat menarik untuk dilihat.
Film ini mendapatkan respon yang sangat baik dari penonton karena 90% cerita sama dengan novel dan penjiwaan dari aktor yang sangat mendalam membuat penonton tidak jenuh. Tidak pernah luput dari kekurangan film ini juga memiliki beberapa kekurangan. warna frame atau tone film dibuat sedikit redup dengan dominasi warna kuning. Hal ini membuat film nampak klasik atau jadul.

Rangkuman
        Film “Ketika Cinta Bertasbih” adalah kisah perjuangan Azzam dalammenghadapi kehidupan yang penuh tantangan dan rintangan dengan semangat pantang menyerah  serta senantiasa bertawakal kepada Allah. Film ini mengajarkan bagaimana nilai-nilai moral dalam islam penting diterapkan setiap diri seorang muslim dengan berpedoman kepada Al-Quran dan hadist. Maka film ini layak ditonton karena memiliki pesan moral yang sangat mendalam pada setiap karakter tokoh.

Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar