Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 26 Mei 2017

Motivasi Meraih Mimpi Melalui Film La La Land

Disusun Oleh : Delvira Prasasti 


Judul Film     : La La Land

Tahun            : 2016

Sutradara      : Damien Chazelle

Pemain          :

·         Ryan Gosling sebagai Sebastian Wilder
·         Emma Stone sebagai Mia Dolan
·         John Legend sebagai Keith
·         Rosemarie DeWitt sebagai Laura Wilder
·         Jessica Rothe sebagai Alexis
·         Sonoya Mizuno sebagai Caitlin
·         Callie Hernandez sebagai Tracy
·         J. K. Simmons sebagai Bill
·         Finn Wittrock sebagai Greg Earnest
·         Tom Everett Scott sebagai David
·         Meagen Fay sebagai ibu Mia
·         Damon Gupton sebagai Harry
·         Jason Fuchs sebagai Carlo
·         Josh Pence sebagai Josh





Orientasi 1 :

La La Land adalah film drama komedi musikal romansa Amerika Serikat tahun 2016 yang ditulis dan disutradarai Damien Chazelle dan dibintangi Ryan Gosling, Emma Stone, John Legend, dan Rosemarie DeWitt. Film ini berkisah tentang seorang musisi dan calon aktris yang bertemu dan jatuh cinta di Los Angeles. Judulnya mengacu pada singkatan nama kota Los Angeles dan ungkapan yang berarti dunia impian. 

Orientasi 2 :

Film ini mendapat banyak pujian dengan pendapatan $90 juta di seluruh dunia. American Film Institute memasukkan film ini ke daftar sepuluh film terbaik tahun 2016. National Board of Review juga memasukkan film ini ke daftar sepuluh film studio terbaik tahun 2016. Film ini juga memenangi Critics' Choice Movie Award for Best Picture dan tujuh Golden Globe: Film Terbaik – Musikal atau Komedi, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik untuk Gosling, Aktris Terbaik untuk Stone, Skenario Terbaik, Musik Orisinal Terbaik, dan Lagu Orisinal Terbaik 

Tafsiran Isi 1 :

Di sebuah jalan tol Los Angeles yang macet, Mia, seorang pelayan di suatu cafe yang berambisi menjadi aktris, sedang dalam perjalanan menuju studio untuk mengikuti audisi. Mia sedang menghafal teks untuk aktingnya nanti sampai-sampai ia lupa dengan lalu lintas di depannya sehingga terlibat perseteruan dengan Sebastian, seorang pianis jazz . Audisi Mia gagal untuk kesekian kalinya. Pada saat yang sama, Sebelum berangkat ke restoran untuk bermain piano, Sebastian terlibat perselisihan masalah tagihan rumah dengan adiknya, Laura . Malam itu, tiga teman serumah Mia berusaha membuat Mia ceria dengan mengundangnya ke sebuah pesta mewah. Dikarenakan Mia pulang larut malam mobil Mia diderek, ia terpaksa pulang berjalan kaki ke apartemennya.

Tafsiran Isi 2 :

Pemilik restoran Bill, meminta Sebastian untuk tidak bermain musik jazz. Saat memainkan lagu-lagu Natal sederhana, ia berimprovisasi dan musiknya terdengar oleh Mia ketika sedang melewati restoran tersebut. Karena suka dengan bakatnya, ia ingin melihat Sebastian bermain piano, tetapi Sebastian dipecat karena tidak mengindahkan keinginan pemilik restoran. Mia ingin memujinya, tetapi Sebastian telanjur kesal dan mengabaikannya.

Tafsiran Isi 3 :

Beberapa bulan kemudian, Mia melihat Sebastian lagi di sebuah pesta. Sebastian sekarang menjadi pemain keyboard untuk band pop 1980-an. Mia iseng meminta band tersebut memainkan sebuah lagu yang Mia inginkan. Setelah pesta selesai, keduanya jalan berdua mencari mobilnya masing-masing. Mereka tidak suka bertemu satu sama lain, walaupun ada ketertarikan di antara mereka.

Tafsiran Isi 4 :

Sebastian membawa Mia ke sebuah klub jazz dan menjelaskan kecintaannya terhadap jazz serta impiannya untuk membuka klub sendiri. Ia juga menyuruh Mia untuk terus mengejar impiannya menjadi aktris. Mereka mulai bersahabat. Sebastian mengajaknya nonton film di bioskop. Saat Mia sedang bersiap-siap nonton bersama Sebastian, Greg, kekasihnya, tiba-tiba muncul dengan rencana makan malam. Mia mau tidak mau makan malam bersama Greg dan adiknya. Ia merasa tidak cocok di antara mereka dan buru-buru pergi ke bioskop. Ia bertemu Sebastian ketika filmnya sudah mulai dan tiba tiba saja ada kendala. Mia dan Sebastian pun pergi untuk mengakhiri kencan mereka dan menari bersama Planetarium.

Tafsiran Isi 5 :

Setelah beberapa kali gagal audisi, Mia memutuskan menulis drama monolog pribadi berjudul So Long, Boulder City atas saran Sebastian. Sebastian menjadi pemain rutin di klub jazz dan keduanya mulai menetap serumah. Sebastian bertemu teman SMA-nya, Keith, yang menawarkannya untuk menjadi pemain keyboard di band jazz miliknya, The Messengers, dengan upah tetap. Sebastian menerima tawaran tersebut, tetapi kecewa setelah mendengar musik-musiknya yang dipengaruhi pop. Mia mendatangi salah satu konser mereka dan merasa tidak puas karena ia tahu Sebastian tidak suka bermain musik seperti itu. Saat band tersebut melakukan tur pertama, Mia menanyakan Sebastian soal keterlibatannya. Sebastian mengaku bahwa ia mengira inilah yang diinginkan Mia darinya. Ia kemudian mengkritik Mia karena hanya menyukainya ketika sukses. Karena merasa dihina, Mia pergi.

Tafsiran Isi 6 :

Pada malam pembukaan drama Mia, Sebastian tidak datang karena baru ingat harus mengikuti pengambilan foto band. Penonton dramanya tidak banyak dan Mia mendengar komentar negatif dari mereka di belakang panggung. Dengan perasaan sedih, Mia meninggalkan Los Angeles dan tinggal bersama orang tuanya di Boulder City, Nevada. Sebastian ditelepon oleh seorang pengarah casting yang datang ke drama Mia. Ia mengundang Mia untuk mengikuti audisi film keesokan paginya. Sebastian pergi ke Boulder City dan membujuk Mia agar ikut audisi di Hollywood. Tidak seperti audisi-audisi sebelumnya, Mia diminta untuk mengarang sebuah cerita. Ia mulai berbicara dan bernyanyi tentang bibinya yang hidup di Paris, yang menginspirasinya untuk menjadi seorang aktris. Karena tahu Mia pasti lolos audisi, Sebastian menyuruhnya untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Karena tahu bahwa impiannya masing-masing akan memisahkan mereka, Mia dan Sebsatian berjanji akan selalu mencintai satu sama lain.

Tafsiran Isi 7 :

Lima tahun kemudian, Mia sudah menjadi aktris terkenal, menikah dengan lelaki lain, dan memiliki seorang putri. Suatu malam, suaminya melihat sebuah klub jazz setelah pergi makan malam bersama. Mia melihat logo "Seb's" yang ia rancang dan menyadari bahwa klub tersebut milik Sebastian. Setelah memperkenalkan beberapa anggota band di klub jazz-nya, Sebastian melihat Mia di antara para pengunjung, dan sebastian pun mulai memainkan piano. Mia membayangkan kehidupan yang bisa dinikmatinya bersama Sebastian setelah bertemu di restoran Bill, kehidupan yang "seharusnya terjadi". Seusai lagu tersebut, Mia dan suaminya pulang. Sebelum keluar, Mia dan Sebastian saling bertatap muka dan tersenyum senang menyadari bahwa impian mereka sudah terwujud.

Evaluasi 1 :

La La Land secara keseluruhan mendapat banyak pujian berkat penulisan naskah dan penyutradaraan Chazelle, penampilan Gosling dan Stone, musik gubahan Hurwitz, dan lagu-lagu musikalnya. Hingga pekan penganugerahan Golden Globes, film ini ditayangkan di 1.515 bioskop dengan pendapatan $10 juta sepanjang akhir pekan dan menempati peringkat ke-5.

Evaluasi 2 :

            Namun ending dari film La La Land tidak terlalu jelas dan sulit untuk dipahami. Mungkin harus menonton 2 kali untuk dapat benar benar memahami film tersebut.

Rangkuman :

            Film ini untuk para pemimpi. Untuk aktor/aktris yang audisinya gagal atau mereka yang menunggu panggilan yang tak pernah datang, atau siapapun yang merasa akan menyerah untuk kembali bangkit. Film ini sangat layak  di tonton untuk kalangan remaja sampai dewasa. Karena sangat menginspirasi. 

Sumber : 


Ditulis pada 26 Mei 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar