Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 20 November 2015

Pak Raden – Pencipta Tokoh “Si Unyil”

Oleh Indah Permata Sari


  1. Suyadi Sabekti Wirjokoesoemo atau yang biasa di kenal sebagai Pak Raden lahir pada 28 November 1932 di Puger, Jember Jawa Timur. Dia adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Ayahnya merupakan seorang Patih di zaman Belanda. Masa kecil Pak Raden sangat bahagia, dia banyak menghabiskan waktu dengan menggambar menggunakan kapur maupun arang di halaman rumahnya. Karena itulah yang menjadikan tembok rumahnya dipenuhi dengan berbagai gambar yang dibuatnya. Dan hanya dengan menggambarlah ia mampu menemukan dunianya.

  1. Pak Raden pernah mengenyam pendidikan Fakultas Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB) dari tahun 1952 sampai 1950. Dikampusnya bakat Pak Raden dalam menggambar semakin terasah dengan bukti banyaknya karya yang dihasilkan, berupa buku cerita anak dan beberapa film pendek animasi untuk anak-anak. Berkat kegigihan Pak Raden, ia mampu belajar membuat animasi di Prancis selama empat tahun dari tahun 1961 sampai 1965. Karena itulah keahlian dan kemampuannya dalam hal membuat film animasi semakin dalam dan tajam.

  1. Pak Raden kemudian menjadi salah satu staf pengajar di Fakultas Seni Rupa dalam seni ilustrasi di Institut Teknologi Bandung dari tahun 1995 sampai 1975, ia juga pernah mengajar khusus animasi di Institut Kesenian Jakarta. Pak Raden berhasil menciptakan tokoh "Si Unyil". Kata Unyil sendiri berasal dari kata mungil yang berarti "kecil" yang kemudian dijadikan serial sandiwara boneka Si Unyil yang kemudian di tayangkan di stasiun TVRI Nasional setiap hari minggu pagi. Serial ini menayangkan kisah kehidupan sehari-hari seorang anak kecil yang bernama Unyil dan memiliki kepribadian yang santun kepada orang yang lebih tua. Tayangan ini memiliki banyak nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya.

  1. Selain menciptakan tokoh "Si Unyil", ia juga menciptakan beberapa tokoh lainnya seperti Pak Ogah, Usro, Meilani, Bu Bariah, dan Pak Raden. Dari beberapa banyaknya tokoh yang ada ia dipercayai untuk mengisi suara tokoh Pak Raden. Hal inilah yang menjadikannya dikenal sebagai Pak Raden. Ia juga berperan sebagai Art Director dalam serial Si Unyil tersebut yang di produksi oleh Perum Produksi Film Negara (PPFN). Saat masa jayanya dahulu, Film serial Si Unyil mampu mencapai 603 seri film.

  1. Sampai tahun 1993 serial Si Unyil berhenti ditayangkan oleh TVRI. Setelah beberapa tahun hilang dari layar pertelivisian Indonesia, pada tahun 2007 sampai sekarang, tokoh "Si Unyil" kembali tayang, namun dikemas dalam program " Laptop Si Unyil " yang tayang di Trans7 dan diproduksi oleh PPFN dan Transcorp. Program ini tidak menayangkan serial Si Unyil seperti pendahulunya, tetapi dengan mengedepankan pengetahuan umum, teknologi, kebudayaan, nilai-nilai sosial, serta pendidikan.

  1. Selama hidupnya, Pak Raden terus memperjuangkan hak cipta "Si Unyil" yang dipegang oleh Perum Produksi Film Nasional (PPFN). Selama 17 tahun sejak suksesnya serial "Si Unyil" 15 desember 1995, Pak Raden belum pernah menerima royalti sepersenpun dari serial "Si Unyil". Mengenai hak cipta, pada tanggal 14 desember 1995 Pak Raden membuat kesepakatan mengenai hak cipta atas nama Suyadi kepada Perum Produksi Film Nasional yang berlaku selama lima tahun, akan tetapi PPFN mengangkap bahwa perjanjian penyerahan hak cipta tersebut tetap di pegang PPFN untuk selamanya.

  1. Sejak tahun 1970 sampai sekarang sejumlah penghargaan di bidang pustaka sudah diraihnya. Salah satunya yaitu penghargaan Ganesha Widya Jasa Utama sebagai Pelopor bidang Industri Kreatif Klaster Animasi dan Tokoh Animator di tingkat nasional.

  1. Penghargaan tersebut diterimanya pada peringatan 92 tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia di Aula Barat ITB. Selain itu Pak Raden sudah menhasilkan banyak karya berupa buku cerita anak-anak salah satunya adalah buku berjudul "Petruk Jadi Raja" pada tahun 2008. Salah satu karyanya yang luar biasa adalah lahirnya tokoh "Si Unyil".

  1. Pak Raden menghabiskan masa tuanya di kediamannya Jalan Petamburan II no 27, Tanah Abang, Jakarta Pusat dengan mengisi kesehariannya dengan menghibur anak-anak sekitar rumahnya dengan mendongeng dan melukis ditemani manager serta kucing-kucing peliharaannya. Pernah suatu ketika pada tahun 2012 saat penyakitnya mulai menyerang tubuhnya, ia menjual lukisan kepada Jokowi yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI jakarta, namun usahanya gagal dan dua minggu setelah itu utusan Prabowo datang ke kediaman Pak Raden untuk membeli lukisannya seharga 50 juta rupiah.

  1. Hari Jumat tanggal 30 Oktober 2015 kondisi kesehatan Pak Raden menurun, bahkan untuk ke kamar mandi pun harus dipapah. Kemudian Pak Raden dibawa ke Rumah Sakit Pelni pukul 05.00 WIB dan wafat malam harinya pukul 22.30 WIB akibat penyakit infeksi paru-paru yang dideritanya. Ia wafat di usia 82 tahun dan dimakamkan selepas shalat dzuhur di Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut, Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2015. Sampai akhir hayatnya Pak Raden tidak pernah menikah dan tidak mempunyai keturunan, ia pun tidak pernah menjawab alasan mengapa ia memilih untuk melajang.

  1. Pak Raden merupakan sosok penyayang yang luar biasa kepada anak-anak, terbukti dengan hidupnya yang didedikasikan untuk anak-anak dengan berbagai karyanya yang menghibur mereka. Namun sejak kepergian Pak Raden, kini semakin sedikit tayangan di televisi yang pantas ditonton oleh anak-anak. Acara yang tayang zaman sekarang banyak yang kurang mendidik dan tayang di jam yang tidak seharusnya. Itulah yang menjadikan kesantunan anak-anak semakin berkurang. Selamat jalan Pak Raden, terimakasih atas karya-karyamu yang akan selalu hidup selamanya, kau takkan tergantikan bagi kami anak-anak bangsa yang kini mulai beranjak dewasa.


Sumber:

2 komentar: