Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 27 November 2015

BJ. Habibie : Kesetian Presiden ke-3 dan Pelopor Pesawat N-250

BJ. Habibie : Kesetian Presiden ke-3 dan Pelopor Pesawat N-250
Disusun oleh Tiara Agustin
Kelas XI PM1



B.J.Habibie

1.                   Bacharuddin Jusuf Habibie, yang biasa dipanggil B.J.Habibie. Dia adalah salah satu panutan dan menjadi kebanggan bagi banyak orang di Indonesia, dan juga Presiden ketiga Republik Indonesia, dialah Prof. DR(HC)Ing.Dr.Sc.Mult.Bacharuddin  Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936.

2.                   Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-pare, Sulawesi Selatan. Habibie memiliki kegemaran menunggan kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar. Beliau merupakan anak ke empat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dikaruniai oleh 2 orang putra  yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Ayahnya meninggal pada 2 September 1950 karena terkena serangan jantung.

3.                   Kemauan untuk belajarnya kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Karena kecerdasannya, setelah tamat  SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk ITB (Institut Teknologi Bandung). Setelah selesai beliau mendapatkan  beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliah di Jerman, meningat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan Penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialis konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RTWH) ketika sampai di Jerman. Beliau mendapat gelar diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude(Semourna) dengan nilai rata-rata 9,5. Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Techniche Hochschule Die Facultaet Fuer Machinenwesen Aachean. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr.Ingenieur dengan penilaian Summa Cumlaude(Sangat Sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Machinenwesen Aachean. Pada tahun 1967, menjadi profesor kehormatan (Guru Besar) pada ITB. Kejeniusannya dan Prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui di lembaga internasional diantaranya, Gesselschatt Fuer Luft und Roumfahrt(Lembaga  Penerbangan dan angkasa luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London(Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences(Swedia),  The Academie Nationale de I'Air  et de I'Espace (Prancis), dan The academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie diantaranya, Edward Warner Award, dan Award Von Karman yang hampir setara dengan hadiah Nobel. Di dalam negerinya, Habibie mendapatkan penghargaan tertinggi dari ITB, Ganeshapraja Manggala Bhakti Kencana, Habiie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor  konstruksi peswat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cumlaude(Sangat Sempurna).

4.                   Dengan gelar Insinyur, beliau mendaftar diri untunk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI Menggantikan Soeharto menjadi presiden RI Ke-3. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan pasal 8 UUD 1945.
Karya B.J.Habibie :
Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat Terbang :
    VTOL ( Vertical Take Off and Loading ) Pesawat AngkutDO-31
    Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130
    Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif )
    Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
    CN – 235
    N-250

Dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain :
    Helikopter BO-105
    Multi Role Combat Aircraft ( MRCA )
    Beberapa proyek rudal dan satelit.

1.                   Pada tanggal 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie, istri B.J.Habibie, meninggal di Rumah Sakit Lodwig Maximilians Universitat, Klinikum Muenchemn, Jerman. Ia meninggal pada hari Sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengasih kasih dalam hidupnya. Namun setiap kasih mempunyai akhir, setiap  mimpi mempunyai batas. Garuda Indonesia telah mengirimkan Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu penghormatan besar bagi kami sekeluarga . Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia. 2 minggu setlah ditinggalkan ibu, suatu hari Habibie pakai piyama  tanpa alaskaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga dambil memanggil-manggil nma ibu...Ainun...Ainun...Ainun...Habibie mencari disemua sudut rumah.
Para dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu Habibie diberikan 3 pilihan :
    Pertama, Habibie harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya mandiri meneruskan hidup.
    Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi Habibie dirumah, ia harus berkonsultasi tersus-menerus dengan mereka dan harus mengkonsumsi obat khusus.
    Opsi ketiga, Habibie disuruh menuliskan apa saja mengenai ainun, anggaplah Habibie bercerita dengan ibu Ainun seolah ibu masih hidup.
Habibie pun memilih opsi ketiga.
2.                   Penurut pendapat penulis, cerita ini sangat bagus dan sangat layak untuk dibacakan, karena dapat membuat kita untuk terinspirasi akan kisah dari Habibie sendiri maupun Habibie dan Ainun, dimana Habibie sangat setia dan tidak bisa kehilangan Ainun. Habibie yang mempunyai semangat untuk belajar dan meraih prestasi merupakan suatu kebanggan.


Daftar pustaka:
·                     http://www.biografiku.com/2009/01/biografi-bj-habibie.html diakses pada tanggal 12 November 2015
·                     http://historysander.blogspot.co.id/2013/01/biografi-bj-habibie.html diakses pada tanggal 12 November 2015

·                     http://bio.or.id/biografi-presiden-b-j-habibie/ diakses pada tanggal 12 November 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar