Follow Us @literasi_smkn23jkt

Selasa, 18 Juni 2019

Studi Tentang Pandangan Hidup Para Kiyai Dalam Novel Tradisi Pesantren

Disusun oleh : Siti Wardah Hidayat

Judul resensi "Studi Tentang Pandangan Hidup Para Kiyai"


IDENTITAS BUKU
Judul                         : Tradisi Pesantren

Pengarang                : Zamakhsyari Dhofier
Penerbit                    : LP3ES
Kota                          : Jakarta
Tahun                       : 1982
Jumlah Halaman      : 307 halaman
ISBN                        : -
Harga                       : Rp. 25.000,00,-

Buku ini merupakan kerangka sistem pendidikan tradisional dijawa dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan pesantren, dan juga menggambarkan semangat islam dari pesantren yang dikenal sebagai benteng pertahanan umat islam dan pusat penyebaran islam. Sebagai study intensif tentang pesantren sebagai lembaga-lembaga keagamaan, pendidikan dan kemasyarakatan, tetapi juga menyoroti peranannya dalam pelestarian dan pengembangan islam tradisional dijawa antara tahun 1875 samapai tahun 1976. Yang dimaksud dengan islam tradsional adalah islam yang masih terikat kuat dengan pikiran-pikiran para ulama, hadis, tafsir, tauhid (teologi islam), tasawwuf. Dari abad ke 13 sampai abad ke 19 sruktur dasar kehidupan keagamaan orang-orang islam telah mengalami perubahan yang mendalam, demikian pula dengan islam tradisional dijawa.

 Pesantren membentuk dan memelihara kehidupnan social, cultural, politik dan keagamaan orang-orang jawa dipedesaan. Kebanyakan gamabaran tentang kehidupan pesantren hanya menyentuh aspek kesederhanaan, cara hidup para santri, kepatuhan mutlak para santri kepada kyainya, dan dalam beberapa hal. Pelajaran-pelajaran dasar mengenai kitab-kitab ialam klasik, gambaran-gambaran yang ia berikan tentang pesantren dapat disimpulkan bahwa lembaga-lembaga pesantren telah menekankan pentingnya perjuangan poitik daripada yang lain.

 Metode utama system pengajaran di pesantren adalah system bondongan dimana sekelompok murid (antara 5 sampai 500) mendengarkan seorang guru yang menbaca, menerjemahkan, menerangkan, dan seringkali mengulas buku-buku islam dalam bahasa arab.
Kecenderungan dan harapan perubahan pesantren melalui tahapan  yang pelan dan tidak mudah diamati. Para Kyai mengambil sikap lapang dalam menyelenggarakan modernisasi lembaga-lembaga pesantren ditengah perubahan masyarakat Jawa, tanpa meninggalkan aspek positif sistem pendidikan Islam tradisional. Semakin meningkatnya jumlah staf pengajar terdidik di Universitas umum, maka proses modernisasi pesantren akan mengalami tempo yang terlalu cepat, pandangan-pandangan hidup keduniawian akan lebih menonjol di lingkungan pesantren, maka akan timbul reaksi dari sebagian lembaga pesantren kembali ke tradisi lama.

Kelebihan dari buku ini adalah banyak ilmu yang dapat diperoleh dari buku ini dan kita juga dapat melihat suatu kelebihan dan keindahan dari kehidupan dipesantren.

Kelemahan dari buku ini adalah masih banyak kata-kata yang mungkin belum dapat dipahami oleh pembaca. 

Kesimpulan yang diambil dari buku ini adalah keberadaan tradisi akademik pesantren dapat diterpong dari berbagai presprektif, mulai dari rangkaian kurikulum, tingkat kemajuan dan kemodernan, keterbukaan terhadap perubahan dan dari prespektif sistem pendidikannya. Dari segi kurikulumnya, pesantren dapat dikategorikan pada pesantren modern, pesantren takhassus dan pesantren campuran. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar