Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 14 Juni 2019

Cinta tak harus memiliki dalam Novel Daun yang tidak pernah membenci angin


 Disusun Oleh : Ilham Romadhon


 
a.    Judul Buku                : Daun Yang Tidak Pernah Membenci Angin
b.    Penulis                      : Tere Liye
c.    Penerbit                     : PT.Gramedia Pustaka Utama
d.    Tahun Terbit               : Cetakan kesembilan,Maret 2013
e.    Jumlah Halaman       : 264 halaman
f.     ISBN                           : 9786020384160
g.    Harga                         : 50 Ribu

Tema dalam novel ini adalah "Cinta tak harus memiliki", seperti  dalam kutipan berikut "Cinta tak harus memiliki. Tak ada yang    sempurna dalam kehidupan ini."
Tere liye adalah seorang penulis yang sudah terkenal dengan karya-karyanya,dan sudah menulis banyak buku.Karyanya yang sudah di film kan yaitu Hafalan Surat Delisa,Moga Bunda Disayang Allah.
Ciri khas penulisan Tere Liye di dalam novel-novelnya yaitu selalu mengisahkan tentang kesedihan,kehilangan,dan kematian,yang dialami para tokohnya.Tere Liye sering menggunakan alur maju mundur dalam novelnya.Tere Liye juga lebih sering menggunakan tokoh wanita dan sudut pandang perasaan dan isi hati seorang wanita dalam novelnya.
Keunikan dari buku Tere Liye dia tidak menuliskan identitas dirinya atau biografinya didalam setiap novel-novelnya.
Meskipun Tere Liye menggunakan bahasa Indonesia yang baik,tetapi didalam bukunya terdapat bahasa yang terlalu hiperbola dan istilah-istilah yang sulit dipahami oleh pembaca.Cerita di dalam novelnya bisa membawa pembaca terlarut dalam alur cerita yang disajikan sehingga kita seolah olah ikut hanyut kedalam situasi yang ada di dalam novel.
Didalam kehidupan Tania penuh dengan cobaan.Tania telah ditinggal oleh ayahnya sejak umur 8 tahun dan adiknya Dede yang masih berumur 3 tahun.Tania dan Dede sekarang hanya hidup dengan Ibunya.Sejak ditinggal oleh ayahnya,krhidupan keluarga Tania semakin sulit.Mereka tidak sanggup untuk membayar uang kontrakan rumah dan juga biaya sekolah.Tania dan Dede harus mengamen dari bis satu ke bis yang lain demi mencari uang untuk makan.
Tania bertemu dengan seorang malaikat yang akan membantu keluarganya,membantunya sekolah,mendapatkan tempat tinggal dan janji masa depan yang lebih baik.Seiring dengan berjalannya waktu,Tania mulai merasakan perasaan yang berbeda saat rambutnya masih dikepang dua dengan malaikat keluarganya.
Namun Tania sadar jika ia tidak boleh membiarkan perasaannya semakin bertambah.Karena Tania tahu jika malaikatnya hanya menganggap Tania sebagai seorang adik tak lebih.Takdir telah ditentukan oleh Tuhan,manusia hanya bisa menerimanya seperti daun yang jatuh tak pernah membenci angin.
                  Novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin memberikan pengetahuan kepada kita jika semua keinginan kita tidak selamanya bisa dicapai. Tokoh-tokoh yang berada di dalam novel ini memberikan contoh agar dalam menghadapi masalah kehidupan ini kita harus menjalani dengan lapang dada serta ikhlas.
          Alur ceritanya mudah dipahami. Sebuah bacaan yang inspiratif. Kelemahan dari novel tersebut.Tidak diperuntukkan untuk semua umur dan terkadang ada bahasa istilah yang sulit dimengerti.
Sasaran pembaca pada novel ini adalah remaja, karena kisah cinta didalam novel ini dipandang dari sudut cinta seorang remaja. Novel ini tidak sesuai dengan semua umur, meskipun diawal cerita Tania masih berumur 11 tahun, tetapi karena perasaannya dengan Oom Danar membuat itu tidak bagus untuk dicontoh oleh anak dibawah umur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar