Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 14 Juni 2019

Sebuah Panduan Hidup Melalui Cinta Dalam Novel Rules Of Love

Disusun oleh : Titania Novia Puti

Judul resensi "Sebuah Panduan Hidup Melalui Cinta"


IDENTITAS BUKU
Judul Resensi            : Sebuah Panduan Hidup Melalui Cinta
Judul Buku               : Rules Of Love
Penulis                      : Esty Dyah Imaniar
Penerbit                     : Metagraf
Tahun Terbit             : 2018
Jumlah Halaman     : 174 halaman
ISBN                           : 978-602-6328-66-3
Harga                         : Rp 40.000,-

          Buku ini menceritakan tentang cinta bukanlah sekedar kata-kata manis seperti film romantis. Cinta itu tindakan. Sebuah ungkapan tulus dari hati dan jiwa. Cinta bukan hanya keinginan untuk terus-menerus meminta. Cinta adalah kesediaan. Kerelaan untuk memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, orang lain, alam semesta, dan Sang Pencipta.

          Ada satu penelitian yang dinyatakan di dalam buku ini. Yaitu, penelitian neurologi yang dilakukan oleh Profesor Semir Zeki dari University College London tentang rasa benci dan cinta yang batasnya sangat tipis. Ketika seseorang jatuh cinta, bagian subkorteks otak yang aktif adalah bagian yang sama ketika seseorang jatuh benci, yakni putamen dan insula. Dua bagian ini tugasnya memengaruhi persepsi kita terhadap sesuatu dan bagaimana kita bereaksi atasnya. Oleh karena itu, menurut Profesor Semir Zaki, benci dan cinta sama-sama memliki energi besar yang pada titik ekstrem bisa membuat seseorang jadi iblis atau malaikat.

          Ketika ditelaah lagi, beberapa orang ternyata bukannya takut jatuh cinta terlalu dalam atau takut memulai hubungan yang serius. Banyak sekali orang yang ingin merasakan cinta namun tidak tahu pada siapa. Mereka hanya tidak tahu apa yang hati mereka inginkan.

     Salah satu hadiah yang bisa diberikan kepada diri sendiri adalah menantangnya keluar dari zona nyaman untuk berani memulai sesuatu. Seringkali manusia suka menunggu momen untuk melakukan kebaikan. Menunggu tawaran dan menunggu ajakan atau bahkan menunggu teman untuk melakukannya bersamaan. Padahal sebenarnya tidak perlu menunggu untuk melakukan sesuatu apalagi itu adalah kebaikan. Lakukanlah kebaikan dengan dasar hati yang mencintai. Siapa yang melarangmu melakukan kebaikan? Apakah gengsi? Manusia yang rindu akan perubahan tidak akan lama menunggu.

     Mengenai patah hati, ketika sudah beres dengan kilasan masa lalu yang menyedihkan, sekarang waktunya fokus pada diri sendiri. Untuk mengubah sampah menjadi emas. Tentu saja kalimat tersebut mengandung makna konotatif alias makna kias. Bagaimana mungkin mengubah kehilangan menjadi kekuatan?

     Seseorang yang patah hati sebenarnya luar biasa kuat. Kuat menangis terus menerus tanpa pusing. Kuat mengurung di kamar tanpa bosan. Kuat membaca ulang ribuan pesan-pesan elektronik tanpa merasa sakit mata. Kuat mneahan makan minum tanpa lemas. Beberapa bahkan menggunakan kekuatannya untuk menghabisi hidup sendiri. Tapi tentu saja orang patah hati yang paling kuat adalah menggunakan kekuatannya untuk bertahan hidup. Sebab semua orang pasti mati, tapi tidak seharusnya bisa tetap hidup setelah kematian hati.

     Kekurangan dari buku ini adalah terlalu banyak kata kiasan yang mungkin sebagian orang tidak bisa mengerti. Banyak juga bagian-bagian yang kurang jelas dan tidak bisa dimengerti maksud dari bagian tersebut. Inti kekurangan dari buku ini adalah terletak di bahasanya yang terlalu rumit.

     Kelebihan dari buku ini adalah banyak sekali kata-kata yang dapat memotivasi para pembaca. Banyak hal dan informasi mengenai kehidupan sesungguhnya. Seperti kita diajarkan bahwa cinta bukanlah hanya tentang pasangan. Tapi cinta adalah tentang bagaimana kita menghargai diri sendiri dan hidup kita.

     Kesimpulan yang dapat diambil adalah cinta bukan hanya tentang sepasang kekasih saja. Cinta itu luas. Cinta itu bukan hanya sekedar perasaan palsu, tetapi bisa dibuktikan dengan penelitian logika. Cinta adalah hal yang harus dimiliki manusia sejak mereka lahir. Menghargai diri sendiri, kehidupan yang dijalani dan memberikan yang terbaik bagi semua orang adalah cinta yang sebenarnya.

     Buku ini disarankan untuk para remaja atau bahkan mungkin seluruh usia. Karena buku ini mengajarkan bagaimana cara menghargai kehidupan dan banyak sekali motivasi yang dapat diambil. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar