Follow Us @literasi_smkn23jkt

Senin, 13 Juni 2016

“PERJUANGAN UNTUK MENGHADAPI PERUBAHAN HIDUP DALAM FILM 3600 DETIK”

Disusun oleh: DEA APRILIA
JUDUL FILM : 3600 detik
TAHUN RILIS : 2014
SUTRADARA : NAYATO FIA NUALA
PEMAIN          : - SHAE sebagai SANDRA
                            -STEFAN WILLIAM sebagai LEON


ORIENTASI
Film yang diproduksi oleh Starvision Plus yang yang dirilis pada 3 April tahun 2000 ini, merupakan film drama Indonesia. Diangkat dari novel terlaris karya Charon, dan diskenarioi oleh Haqi Achmad, kemudian disutradarai oleh Nayato Fia Nuala. Yang mengangkat kisah tentang perubahan hidup seorang gadis akibat perpisahan kedua orang tuanya. Film ini diperankan oleh Shae sebagai Sandra, dan Stefan William sebagai Leon. Serta beberapa artis ternama lainnya seperti Wulan Guritno, Feby Febiola, Joshua Suherman, dan Agung Udijana. 

TAFSIRAN ISI 1
Hidup Sandra mendadak berubah setelah Mama dan Papanya bercerai. Kemudian Sandra mengecat merah warna rambutnya, hingga membuatnya terlihat aneh. Akhirnya Mama mencoba memperbaiki diri Sandra dengan mengajaknya pergi keluar kota. Mama berfikir mungkin dengan suasana baru  Sandra dapat memperbaiki dirinya seperti semula. Hingga ia dipindahkan pula disekolah baru.

TAFSIRAN ISI 2
 Disekolah baru Sandra bertemu dengan Leon, seorang juara kelas yang sangat ramah dan baik. Walaupun banyak orang yang takut ketika melihat Sandra, namun tidak dengan Leon. Ia ingin menjadikan Sandra sebagai temannya. Sandra sempat menolak ajakan Leon, namun seiring waktu berjalan mereka  banyak melewati hari- hari bersama. Ditambah lagi Pak Doni menugaskan Leon untuk membimbing dan mengawasi Sandra disetiap aktivitasnya.

TAFSIRAN 3
Lambat laun sifat Sandra pun berubah, Pak Doni dan Mama menyadari bahwa perubahan itu karena adanya Leon dalam hidup Sandra. Ternyata Leon terkena penyakit jantung stadium akhir. Leon hanya bisa bertahan beberapa bulan lagi, dan ia sering keluar masuk rumah sakit. Sandra pun mencurigai tentang apa yang disembunyikan Leon. Tapi ia sangat senang karena Sandra telah membuat hidupnya lebih berwarna.

TAFSIRAN ISI 4
Beberapa hari Leon tidak masuk sekolah dan sulit untuk dihubungi. Ternyata Leon menyimpan rahasia besar dari Sandra. Saat Leon berada dirumah sakit, Sandra meminta izin untuk mengajak Leon pergi. Semua pun memberi mereka izin. Sandra mengajak Leon untuk menghabiskan 3600 detik yang paling berharga untuk menjadi manusia normal dalam hidupnya. Dan akhirnya Leon pun menghembuskan nafas terakhir, setelah melewati 3600 detiknya bersama Sandra.

TAFSIRAN ISI 5
3600 Detik ini mempunyai kelebihan yaitu temanya yang bagus, sehingga membuat penonton  ikut masuk dalam cerita tersebut dan bisa menghayatinya. Jalan ceritanya juga sangat tersusun rapi mulai dari awal hingga akhir. Alur  yang digunakan pun mudah dipahami sehingga membuat penonton  mudah memahami cerita dan tidak merasa bingung. Serta mempunyai pesan moral yang tinggi dan bermanfaat. Ada pesan yang mendidik agar  bisa menghargai orang lain, tidak hanya egois mementingkan dirinya sendiri, serta bisa membandingkan kehidupan seseorang dengan orang lain yang tidak hanya dari luarnya saja.

TAFSIRAN ISI 6
3600 Detik ini juga mempunyai kekurangan yaitu seperti kebanyakan film, penonton bisa menyimpulkan bagaimana akhir dari ceritanya walaupun belum selesai menontonnya  karena jalan ceritanya mudah ditebak oleh penonton  sehingga kurang menarik. Permasalahan dalam cerita yang ada difilm  tersebut pun hanya sedikit, sehingga terdapat kesan yang kurang seru. Ceritanya hanya berkisar dipermasalahan yang mengakibatkan ceritanya itu menjadi kurang luas.


EVALUASI 1
Film ini sangat inspiratif. Sutradara Nayato Fio Nuala cukup mampu membesut film yang diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Charon ini dengan baik. Berbeda dengan film-film Nayato sebelumnya, film ini tampak digarap lebih serius dari biasanya. Adegan demi adegan yang mengalir cepat tetap menjadi ciri khas gaya penyutradaraan Nayato. Hal ini yang membuat kesan penggarapan filmnya masih penuh ketergesaan. Penonton seperti tidak diberi ruang yang cukup untuk menghela nafas dan merenungkan adegan-adegan yang mengharukan. Boleh saja Nayato tak mau basa-basi, tapi film sebagai media audio visual tentu harus membuat gambar adegan tak sekedar adegan tapi lebih dari itu, gambar yang mampu bicara.

EVALUASI 2
Penulis skenario Haqi Achmad cukup bagus dalam mengadaptasi film ini dengan baik dan komunikatif. Ada yang sesuatu yang seperti hendak disampaikan Haqi dengan pesan-pesan yang tersirat. Dari cerita yang sebenarnya bukan hal baru perihal hubungan anak dan orangtua, serta arti tulus persahabatan, tapi Haqi berusaha keras untuk mengaktualkan cerita biasa menjadi luar biasa. Haqi tampaknya memahami betul dunia Sandra maupun dunia Leon. Akting Shae patut diapresiasi. Meski karakter Sandra yang dilakoninya tak berbeda jauh dengan karakter dirinya yang asli, tapi Shae tampak total memerankannya. Ia seperti melebur diri dengan karakter Sandra yang dilakoninya penuh seluruh. Kita tidak lagi melihat Shae, tapi Sandra dengan berbagai problematika kehidupannya. Sedangkan, Stefan William tampak masih terkesan biasa memerankannya. Seperti masih ada jarak antara karakter Leon yang dilakoninya dengan dirinya. Stefan seperti tak mencoba untuk menghayati karakter yang dimainkannya. Padahal, kesempatan terbuka lebar bagi Stefan untuk mengembangkan karakter Leon agar lebih hidup.

RANGKUMAN
Film produksi Starvision ini dirilis di bioskop 3 April 2014. Jika ingin menyaksikan seorang korban broken home begitu berantakan hidupnya dan parah, tapi kemudian move on berusaha keras untuk bisa bangkit tontonlah film ini. Bahkan kemudian ia mencoba seefektif mungkin memanfaatkan 3600 detik. Sebuah waktu yang sangat pendek dan ternyata begitu sangat berarti dalam hidup ini. Film ini mampu menyadarkan kita tentang berartinya sebuah persahabatan dan berharganya sebuah waktu, bahwa detik begitu sangat berarti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar