Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 10 Juni 2016

Perbedaan Bukan Alasan Untuk Tidak Bertujuan, "Negeri 5 Menara"

Disusun Oleh, Indriyani Utami


Judul Film   :  Negeri 5 Menara
Tahun Rilis  :  01 Maret 2012
Sutradara   :  Affandi Abdul Rachman
Pemain       : 1)     Gazza Zubizareta sebagai Alif
                      2)     Billy Sandi sebagai Baso
                      3)     Ernest Samudra sebagai Said
                      4)     Rizki Ramdani sebagai Atang
                      5)     Jiofani Lubis sebagai Raja
                      6)     Aris Saputra sebagai Dulmajid

1.     Orientasi
Negeri 5 Menara adalah sebuah film yang disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman. Film ini di adaptasi dari sebuah novel yang berjudul sama karya penulis berbakat Ahmad Fuadi. Film yang disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman ini dibintangi oleh Gazza Zubizareta , Billy Sandi, Ernest Samudra, Rizki Ramdani, Jiofani Lubis, dan Aris Saputra. Dalam film ini diceritakan tentang kisah 6 remaja yang berasal dari suku yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama.

2.     Tafsiran Isi 1
Film ini mengisahkan tentang seorang anak remaja yang baru menyelesaikan pendidikan SMP di kampung halamannya, Maninjau. Niatnya, Alif akan melanjutkan sekolahnya di salah satu SMA di Bandung kemudian masuk kampus idamannya ITB. Namun semua itu tinggal harapan untuk Alif, karena amaknya menginginkan Alif untuk masuk Pesantren. Menurut amaknya, sangat disayangkan apabila Alif prgi ke Jawa tapi tidak belajar ilmu agama. Akhirnya alif menjadi santri di Pesantren Madani.

3.     Tafsiran Isi 2
Saat Alif tiba di Pondok Madani bersama Ayahnya, hatinya semakin gelisah. Menurunya, disini bukan tempat yang diinginkannya. Apalagi ia harus mundur setahun untuk kelas adaptasi. Alif menguatkan hati untuk mencoba menjalankan setidaknya tahun pertama di Pondok Madani ini. Untungnya, ada kelima sahabatnya yang sukses membuat Alif sedikit nyaman di tengah peraturan yang mengikat dan kadang terkesan konyol. Mereka dipersatukan oleh hukuman jewer berantai akibat terlambat datang ke masjid, sehingga membuat Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Mereka berenam selalu berkumpul di menara masjid dan menamakan diri mereka Sahibul Menara atau para pemilik menara. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam sering menunggu Maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing.

4.     Tafsiran Isi 3
Adanya Ustadz Salman yang mendadak punya posisi signifikan dengan keberadaan Alif dan kawan-kawannya. Ustadz Salman selalu tampil heroik ketika enam sekawan itu berada dalam situasi lemah. Di awal, pengaruh Ustadz Salman begitu terasa nyata dengan kalimat yang menggugah hati para santrinya dengan kalimat “Man Jadda Wajada”. Semangat yang di awal begitu terasa menggugah hati keenam sahabat itu malah luruh begitu saja justru di saat keenamnya tersebut makin akrab.
5.     Tafsiran Isi 4
Namun ditengah keakraban mereka, Baso siswa asal Gorontalo, mungkin menyisakan sedikit kesan yang berbeda jika dibandingkan lima tokoh lainnya. Ia tampak sederhana, cerdas, dan bersahaja. Di balik kesederhanaannya itu, ada sisi yang begitu menyentuh Alif dan kawan-kawan. Diantaranya Baso sukses meredam emosi-emosi Alif atau teman-teman saat menemukan perselisihan. Pada saat Baso harus kembali ke kota kelahirannya demi mengurus neneknya yang sakit keras. Kelima kawannya mengelilinginya dengan wajah sedih, nyaris berlinang air mata. Baso sebagai orang yang ditangisi terlihat santai dan tidak menahan beban. Peranannya hanya memberi dampak pada jalan cerita dan merekatkan tokoh-tokoh lainnya. Kelekatan para tokoh ini yang akhirnya membangun kehangatan antarpribadi. Awalnya Alif kehilangan arah karena merasa semangatnya telah kembali ke kampung halamannya. Sehingga Alif memutuskan untuk pindah ke sekolah umum. Namun, Alif membatalkan rencananya karena menurutnya dia harus menyelesaikan pendidikannya di Pondok ini. Dia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya dan kelima sahabatnya.

6.     Tafsiran Isi 5
Momen yang satu per satu terjadi itulah yang membuat adanya pertemuan rasa nyaman, persahabatan, dan juga nostalgia ambisi yang dibangun lewat ansambel pemain film ini yang awalnya diambisikan oleh Baso. Namun karena sosok Baso telah meninggalkan Pondok Madani, maka demi menghormati harapan si Baso, 5 sahabat lainnya lah yang melanjutkan ambisi tersebut. Dan hasilnya sangat memuaskan para penonton mereka. Di akhir film ditampilkan keberhasil mereka berenam berkat kerja keras dan kesungguhan mereka sesuai dengan prinsip yang mereka jalankan belajar dengan keikhlasan dan mengamalkan “Man Jadda Wajada”.
7.     Evaluasi 1
Film Negeri 5 Menara in ditampilkan dengan sangat baik. Di film ini ditunjukkan bahwa mereka bertanya-tanya tentang apa sebenarnya tujuan mereka berada di Pondok Madani, sehingga membakar semangat mereka untuk terus mencari tujuan mereka dan menggapainya. Dalam film ini juga menunjukkan keterampilan dan kekompakan antar santri, sehingga siapa saja yang menontonya akan belajar untuk lebih terampil dan kompak antar sesama teman ataupun keluarga.
8.     Evaluasi 2
Sepanjang film, penonton hanya dihadapkan oleh masalah-masalah kecil yang tidak berdampak bagi jalan cerita ataupun hubungan antartokoh. Masalah yang ditampilkan timbul tenggelam seolah tidak penting bagi para tokohnya. Di samping itu, ada sejumlah masalah kecil yang sebenarnya bisa menjadi penghubung para tokoh. Saat itulah penantian tersebut memberikan kebosanan dan ritme yang datar serta tidak memberikan letupan perasaan yang menggebu-gebu. Banyaknya tokoh dan para pendamping merupakan salah satu alasan dari hilangnya persaan itu.

9.     Rangkuman
Secara keseluruhan, film ini sangat terasa begitu akrab bagi penonton film Indonesia. Tentunya dengan menginspirasi banyak orang mengenai persahabatan, keikhlasan, kesungguhan atau pun kerja keras. Apalagi di Indonesia yang terdiri dari berbagai daerah dan suku yang berbeda sangat cocok sekali untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dengan perbedaan. Selain itu, semangat yang dilandasi oleh keikhlasan, dan kerja keras dalam film ini dapat memotivasi generasi muda untuk lebih baik menentukan masa depan yang baik dengan pendidikannya.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Negeri_5_Menara_%28film%29 
(Diakses pada tanggal 18 Mei 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar