Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 10 Juni 2016

Kisah Cinta Romantik dari “Habibie dan Ainun”

Disusun Oleh : Asri Bayyinah


 
1.    Judul Film     : Habibie dan Ainun
2.    Tahun Rilis    : 20 Desember 2012
3.    Sutradara      : Faozan Rizal
4.    Pemain          : 1. Reza Rahardian sebagai Habibie
   2. Bunga Citra Lestari sebagai Ainun

Orientasi 1
Film ini merupakan adaptasi dari novel karya bapak Bj. Habibie sendiri yang mengisahkan perjalanan hidup serta perjalanan beliau dengan Bu Ainun Habibie. Buku/novel tersebut diciptakan  oleh beliau setelah meninggalnya almarhumah ibu Ainun Habibie, sebagai tanda cintanya yang sangat mendalam kepada mendiang istrinya. Film yang berdurasi sekitar 2 jam 1 menit ini berusaha menggabungkan romansa cinta antara suami istri dalam keluarga dengan semangat nasionalisme dan pembangunan bangsa. Film ini menceritakan sosok pemimpin sekaligus cendikiawan Bangsa Indonesia “Bapak Bj. Habibie” dalam menghadapi problem politik yang sempat beliau hadapi pada saat beliau menjabat sebagai presiden RI ke-3. Film garapan sutradara Faozan Rizal ini dimulai dengan adegan Habibie saat kecil.


Tafsiran Isi 1
Saat masih kecil, Habibie suka mengolok Ainun yang kala itu berkulit hitam manis dan tergolong gadis tomboy. Beberapa tahun kemudian, Habibie tumbuh menjadi sosok pemuda dengan otak yang sangat brilliant. Habibie mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke Jerman setelah menempuh pendidikan di Institusi Teknologi Bandung yang tidak sempat terselesaikan. Habibie berlibur ke Indonesia setelah ia menyelesaikan studinya di Jerman. Habibie diajak oleh pamannya untuk datang ke rumah keluarga Bestari (keluarga Ainun). Habibie terkejut saat ia melihat Ainun yang telah tumbuh menjadi gadis cantik dan berkulit putih. Sontak ia berkata “Rupanya gula jawa telah berubah menjadi gula pasir”. Setelah pertemuan tersebut, mereka pun merajut cinta. Ainun yang berprofesi sebagai dokter anak ternyata memiliki banyak ‘penggemar pria’. Namun, Ainun tidak memperdulikan pria lain selain Habibie seorang. Habibie pun melamar Ainun dan mengajak Ainun untuk tinggal bersamanya di Jerman. Ainun menerima lamaran Habibie. Mereka menikah lalu memulai membina keluarga di Jerman. Habibie dan Ainun hidup dalam kesederhanaan di Jerman.

Tafsiran Isi 2
Dalam suatu adegan diceritakan bahwa Habibie harus menambal sepatunya yang berubang. Habibie berhasil menemukan sebuah rancangan kereta api pengangkut beban yang baru. Keluarga mereka juga diramaikan dengan kehadiran dua orang putra, Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Habibie dan Ainun mendapat cobaan ringan saat ternyata Ainun divonis mengidap kanker. Kanker tersebut berhasil disembuhkan oleh tim dokter yang menangani Ainun saat itu. Dalam film ini keinginan Habibie untuk membangun dunia perindustrian Indonesia terwujud saat presiden Suharto menunjuk beliau sebagai Menristek dan menugaskan beliau untuk membangun industry pembuatan kapal terbang di Indonesia. Akhirnya pesawat terbang pertama buatan anak Indonesia berhasil diterbangkan dengan disaksikan langsung oleh Presiden Suharto. Habibie pun dipilih Suharto untuk mendampinginya sebagai Wakil Presiden RI. Habibie menggantikan Suharto sebagai Presiden RI setelah pengunduran diri Suharto pasca kerusuhan 1998.

Tafsiran Isi 3
Habibie memutuskan untuk tidak mencalonkan lagi sebagai Presiden RI agar dapat menikmati masa tuanya bersama keluarga yang sangat ia cintai. Bertahun-tahun Habibie menikmati kehidupannya pasca menjabat sebagai presiden. Sebuah kabar buruk mendatangi Habibie dan Ainun saat ternyata dokter memberitahu mereka bahwa Ainun kembali mengidap kanker. Namun, kanker yang diderita Ainun kali ini telah menyebar ke bagian organ tubuh yang lain. Ainun langsung dibawa ke Jerman. Ainun mendapatkan perawatan intensif dari tim medis  di Rumah Sakit Jerman. Akan tetapi, Tuhan berkata lain. Ainun meninggal dunia beberapa hari setelah ulang tahun pernikahannya bersama Habibie. Ainun dimakamkan di Indonesia di mana Presiden yang sedang menjabat saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono, memimpin langung upacara pemakaman Ibu Ainun.

Tafsiran Isi 4
Film tersebut menggambarkan dengan sempurna bagaimana kisah cinta klasik antara Habibie dan Ainun. Perjalanan cinta beliau dengan istrinya memberikan banyak pelajaran bagi masyarakat awam serta kaum bangsawan dan pemerintah. Kesetiaan, cinta serta pengorbanan yang dilakukan oleh kedua pasangan ini bagi Bangsa Indonesia memberikan banyak pelajaran bagi penonton. Film tersebut juga menggambarkan dengan jelas bagaimana kejeniusan Habibie dan kegigihannya dalam memimpin Indonesia. Film ini juga dapat menginspirasi generasi muda agar mencontoh Habibie dalam proses pembangunan bangsa mengingat bangsa ini kekurangan figure seorang pemimpin yang brilliant.

Tafsiran Isi 5
Saya sedikit kecewa dengan penampilan Habibie dan Ainun yang tetap awet muda meski pernikahan mereka sudah berjalan hampir setengah abad lamanya (yang menurut hitungan sederhana saya berarti usia mereka sudah ada di kisaran 68 tahun).  Sulit rasanya membayangkan manusia berusia 70 tahun dengan fisik layaknya 40 tahun.  Entahlah, ini mungkin hanya karena Habibie adalah tokoh yang sudah dikenal luas oleh masyarakat sehingga penonton mengharapkan adanya kemiripan fisik antara Habibie versi film dengan Habibie yang sebenarnya.  Tio Pakusadewo yang hadir sekilas memerankan sosok pak Harto juga kurang pas gesture-nya, menurut saya hanya rambut belakangnya saja yang mirip.

Evaluasi
Dalam penulisan skenario hingga pengambilan gambar, MD Pictures selalu melibatkan sang tokoh BJ Habibie. Alasannya, tokoh yang diperankan Reza bukan sosok biasa. Tetapi seorang tokoh yang berpengaruh bagi Indonesia dan dunia.  ‎"Soal pendalaman karakter sudah saya lakukan sejak di film pertama," kata Reza Rahadian.


Di film ke dua ini, Reza sudah menerima sejumlah materi yang harus dipelajari. Proses syuting sudah dimulai. Ia berharap film ini bisa menginspirasi anak muda Indonesia untuk meraih masa depannya. Habibie & Ainun menurut MD Pictures, ditonton 4,7 juta pencinta film. 

Rangkuman
Film ini sangat layak untuk ditonton karena di dalamnya terdapat banyak sekali pelajaran yang dapat diambil. Kisah cinta yang nyata, ketulusan, pengorbanan, rasa sakit, serta kesetiaan mewarnai alur film ini dari awal hingga akhir. Meskipun film ini sudah tayang tahun 2012, film ini masih sangat layak untuk ditonton karena isi dan makna cerita merupakan pelajaran hidup yang nyata dan akan selamanya menjadi sebuah kisah cinta terbaik sepanjang masa.

Sumber :
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar