Follow Us @literasi_smkn23jkt

Kamis, 16 Juni 2016

Teks Eksplanasi - Gunung Berapi



TEKS EKSPLANASI - GUNUNG BERAPI
Disusun oleh : Intan Nirmala




Pernyataan Umum
            Gunung berapi adalah sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus atau bentukan alam dari pecahan yang terjadi di kerak dari benda langit bermassa planet. Jenis-jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya, yaitu: 1) Stratovolcano yaitu tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa). 2) Perisai yaitu tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. 3) Cinder Cone yaitu tersusun dari abu-abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya. 4) Caldera yaitu tersusun dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Berdasarkan pengelompokannya gunung berapi dapat dikelompokkan menjadi:
· Tipe A : tercatat pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. 
·  Tipe B : sesudah tahun 1600 belum tercatat lagi mengadakan erupsi magmatik namun masih memperlihatkan gejala kegiatan vulkanik seperti kegiatan solfatara.
·  Tipe C : sejarah erupsinya tidak diketahui dalam catatan manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah.


Urutan Sebab-akibat
   Proses terjadinya adalah dikarenakan keraknya terpecah menjadi 17 lempeng tektonik utama yang kaku yang mengambang di atas lapisan mantel yang lebih panas dan lunak. Oleh karena itu, gunung berapi di Bumi sering ditemukan di batas divergen dan konvergen dari lempeng tektonik. Gunung berapi biasanya tidak terbentuk di wilayah dua lempeng tektonik bergeser satu sama lain. Letusan gunung berapi dapat menimbulkan berbagai bencana, yaitu bahaya dari debu vulkanik, mempengaruhi suhu dikarenakan asap dan butiran asam sulfat, kelaparan yang parah. Kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:
·         Aliran lava.
·         Letusan gunung berapi.
·         Aliran lumpur.
·         Abu.
·         Kebakaran hutan.
·         Gas beracun.
·         Gelombang tsunami.
·         Gempa bumi.
Dampak  Positive Akibat  Gunung  Berapi, yaitu:
o   Penambang pasir mendapat pekerjaan baru yaitu bekerja untuk mendapat pasir di pinggiran aliran lahar dingin.
o   Hasil muntahan vulkanik bagi lahan pertanian dapat menyuburkan tanah, namun dampak ini hanya dirasakan oleh  penduduk sekitar gunung.
o   Bahan material vulkanik berupa pasir dan batu dapat digunakan sebagai bahan  material yang berfungsi untuk bahan bangunan, dan lain-lain.
Dampak  Negative Akibat  Gunung  Berapi, yaitu:
o   Dampak dari abu gunung merapi yaitu berbagai jenis gas seperti Sulfur Dioksida (SO2), gas Hidrogen Sulfida (H2S), Nitrogen Dioksida (NO2), serta debu dalam bentuk partikel debu (Total Suspended Particulate atau Particulate Matter).
o   Kecelakaan lalu lintas akibat jalan berdebu licin, jatuh karena panik, serta makanan yang terkontaminasi, dan lain-lain.
o   Banyak dari penduduk, terutama sekitar Gunung Merapi yang kehilangan pekerjaan rutin kesehariannya.
o   timbulnya penyakit pada korban seperti ISPA
o   Hujan debu dari Merapi juga meluas dan membatasi jarak pandang. Lalu lintas, baik darat maupun udara, mulai terganggu. Bahkan, penerbangan dari dan ke Yogyakarta ditutup sementara waktu.
o   Dan terjadi pula kebakaran hutan karena terkena laharnya.
o   Banyak dalam sektor pertanian terganggu akibat bencana ini yang menyebabkan pendapatan bisnis para petani menurun drastis.
o   Di sektor perikanan terjadi kerugian sekitar 1.272 ton.
o   Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan berkurang sehingga menyebabkan tingkat hunian hotel yang tadinya 70 persen turun menjadi 30 persen.


Solusi dalam menghadapi gunung berapi, yaitu:
1.     Cari tahu apakah anda tinggal di daerah gunung berapi aktif yang bisa menimbulkan ancaman bagi anda dan keluarga anda.
2.      Hapalkan dan ketahui rute evakuasi untuk daerah anda.
3.      Segera lakukan evakuasi jika sudah diminta untuk meninggalkan lokasi.
4.     Dalam kondisi darurat siapkan selalu air minum, makanan, ganti baju, dan peralatan P3K.
5.    Jangan kembali memasuki zona evakuasi sampai pihak otoritas menyatakan tersebut aman.
6. Lebih baik tinggal di tempat perlindungan dan jangan meninggalkan lokasi penampungan sampai dinyatakan aman.
7.     Jika memungkinkan pelajari tentang aliran lava, lahar, bajir, gas-gas yang dikeluarkan oleh gunung berapi yang bisa digunakan untuk mengetahui posisi lebih aman untuk berlindung.
8.    Pastikan untuk memakai masker atau kacamata jika pergi ke luar bangunan karena dampak yang paling utama dari abu vulkanik yang dirasakan manusia adalah masalah pernapasan, seperti iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, bronkitis, dan sesak napas (Emfisema).
9.     Jika tidak ditemukan masker, warga bisa menggunakan sapu tangan, kain, atau baju untuk melindungi diri dari abu atau gas.
10. Bagi keluarga yang memiliki anak sebaiknya sediakan masker khusus untuk anak-anak, serta tidak membiarkan anak bermain di laur untuk meminimalkan paparan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar