Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 10 Juni 2016

Bullying

disusun oleh: Annisa Zahira Syarifah Asri
 
Pernyataan Umum
          Bullying berasal dari kata bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya “ancaman’’ yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya lebih lemah atau “rendah’’ dari pelaku), yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya berupa stress (yang muncul dalam bentuk gangguan fisik atau psikis, atau keduanya; misal susah makan, sakit fisik, ketakutan, rendah diri, depresi, cemas, atau lainnya). Dapat secara berulang – ulang secara disengaja oleh individu atau kelompok lain yang merasa lebih berkuasa agar korban merasa tertekan.

          Bentuk bullying menurut Coloroso (2007:47) dibagi menjadi 4 jenis, yakni: 1) Bullying fisik, merupakan jenis bullying yang paling tampak dan paling dapat diidentifikasi diantara bentuk – bentuk penindasan lainnya, namun kejadian penindasan fisik terhitung kurang dari sepertiga insiden penindasan yang dilaporkan oleh siswa. Yang termasuk jenis penindasan secara fisik adalah memukul, mencekik, menyikut, meninju, menendang, menggigit, memiting, mencakar, serta meludah anak yang ditindas hingga ke posisi yang menyakitkan, serta merusak dan menghancurkan pakaian serta barang – barang milik anak yang tertindas. 2) Bullying Verbal, merupakan bentuk penindasan yang paling umum digunakan, baik oleh anak perempuan maupun laki – laki. Penindasan verbal dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritik kejam, penghinaan , dan pernyataan – pernyataan bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual. Selain itu, penindasan verbal dapat berupa perampasan uang jajan atau barang – barang, telepon yang kasar, email yang mengintimidasi, surat – surat kaleng yang berisi ancaman kekerasan, tuduhan – tuduhan yang tidak benar, kasak- kusuk yang keji, serta gossip. 3) Bullying Relasional, merupakan pelemahan harga diri si korban penindasan secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan, pengecualian, atau penghindaran. Penghindaran, suatu tindakan penyingkiran, adalah alat penindasan yang terkuat. Perilaku ini dapat mencakup sikap – sikap tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan napas, bahu yang bergidik, cibiran, tawa mengejek, Bahasa tubuh yang kasar. 4) Cyber Bullying, merupakan bentuk bullying yang terbaru karena semakin berkembangnya teknologi, internet dan media social. Pada intinya adalah korban terus – menerus mendaptkan pesan negative dari pelaku bullying baik dari sms, pesan di internet dan media social.
Ciri – ciri pelaku bullying antara lain : sering bersikap agresif terhadap orang dewasa bahkan terhadap orangtua dan guru, menguasai teman – temannya, menekan lainnya, dan menunjukkan dirinya dengan kekuatan dan ancaman, cepat marah, impulsive, sulit diatur, kasar, dan hanya menunjukkan simpati yang sangat kecil kepada korban bullying, pandai beralasan untuk mencari jalan keluar dari situasi yang sulit ketika dipergoki (mereka mengatakan hanya iseng atau bercanda).

Urutan Sebab akibat
          Menurut Ariesto (2009) faktor – faktor penyebab terjadinya bullying antara lain: a) Keluarga, pelaku bullying seringkali berasal dari keluarga yang bermasalah : orang tua yang sering menghukum anaknya secara berlebihan, atau situasi rumah yang penuh stress, agresi, dan permusuhan. Anak akan mempelajari perilaku bullying ketika mengamati konflik – konflik yang terjadi pada orang tua mereka, dan kemudian menirunya terhadap teman – temannya. b) Sekolah, karena pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini, anak – anak seagai pelaku bullying akan mendapatkan penguatan terhadap perilaku mereka untuk melakukan intimidasi terhadap anak lain. Bullying berkembang dengan pesat dalam lingkungan sekolah sering memberikan masukan negative pada siswanya, misalnya berupa hukuman yang tidak membangun sehingga tidak mengembangkan rasa menghargai dan menghormati antar sesama anggota sekolah. c) Faktor Kelompok Sebaya, anak – anak ketika berinteraksi dalam sekolah dan dengan teman disekitar rumah, kadang kala terdorong untuk melakukan bullying. Beberapa anak melakukan bullying dalam usaha untuk membuktikan bahwa mereka bisa masuk dalam kelompok tertentu, meskipun mereka sendiri merasa tidak nyaman dengan perilaku tersebut. d) Kondisi Lingkungan Sosial, salah satu faktor lingkungan sosial yang menyebabkan tindakan bullying adalah kemiskinan. Mereka yang hidup dalam kemiskinan akan berbuat apa saja demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga tidak heran jika di lingkungan sekolah sering terjadi pemalakan antar siswanya. e) Tayangan televisi dan media cetak, televisi dan media cetak membentuk pola perilaku bullying dari segi tayangan yang mereka tampilkan. Survey yang dilakukan kompas (Saripah,2006) memperlihatkan bahwa 56,9% anak meniru adegan – adegan film yang ditontonnya, umumnya mereka meniru gerakanya (64%) dan kata - katanya  (43%).

Dampak bullying
1             Dampak Perilaku Bullying Terhadap Kehidupan Individu, penelitian – penilitian tersebut mengungkapkan bahwa bullying memiliki efek – efek negatif seperti, a) Gangguan Psikologis (seperti cemas dan kesepian). b) Konsep diri korban bullying menjadi lebih negatif karena korban merasa tidak diterima oleh teman – temannya (Djuwita dalam SEJIWA 2006). c) Menjadi penganiaya ketika dewasa. d) Agresif dan kadang – kadang melakukan tindakan kriminal. e) Korban bullying merasakan stress, depresi, benci terhadap pelaku, dendam, ingin keluar sekolah, merana, malu, tertekan, terancam bahkan self injury. f) Menggunakan obat – obatan atau alcohol. g) Membenci lingkungan sosialnya. h) Korban akan merasa rendah diri dan tidak berharga. i) Cacat fisik permanen. j) Gangguan emosional bahkan dapat menjurus pada gangguan kepribadian. k) Keinginan untuk bunuh diri. 2.) Dampak Perilaku Bullying Terhadap Kehidupan Akademik, penelitian lain (zona sekolah, 2009)b menyebutkan bullying ternyata berhubungan dengan meningkatnya tingkat depresi, agresi, penurunan nilai akademik, dan kemampuan analisis pada siswa. 3.) Dampak Perilaku Bullying Terhadap Kehidupan Sosial, remaja seagai korban bullying sering mangalami ketakutan untuk sekolah dan menjadi tidak percaya diri, merasa tidak nyaman dan tidak bahagia (Setiawati,2008). Aksi bullying menyebabkan seseorang menjadi terisolasi dari kelompok sebayanya karena mereka berteman dengan korban (Setiawati,2008).

Solusi mengenai bullying
Solusi yang bisa dilakukan antara lain :
1.Meningkatkan pendidikan agama disekolah. 
2.Meningkatkan pendidikan karakter dan memberikan pemahaman mengenai bullying. 
3. Meningkatkan hukuman yang ditegakkan disekolah. 
4. Membuat kultur sekolah yang ditegakkan disekolah. 
5. Adanya pelatihan dan semacam bimbingan baik bagi para guru, siswa dan seluruh warga sekolah mengenai bullying. 
6. Mengadakan program sekolah misalnya “ tolerance day “ untuk menjaga kultur sekolah yang baik. 
7. Pemerintah juga bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya bullying ini dengan mengadakan “ bullying awareness week “ misalnya. 

 Sumber : 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar