Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 10 Juni 2016

Perjuangan Hidup dalam film “Merry Riana”

Disusun oleh : Rusita Wahyuni



1.      Judul Film             : Merry Riana
2.      Tahun Rilis            : 24 Desember 2014
3.      Sutradara               : Hestu Saputra
4.      Pemain                  : 1. (Chelsea Islan) sebagai (Merry Riana)
                                2. (Dion Wiyoko) sebagai (Alva)

Isi Teks Ulasan :
Film ini berjudul Merry Riana yang diangkat dari novel yang terinspirasi dari kehidupan nyata seorang Merry Riana yang sangat menginspirasi banyak orang. Film ini dibintangi oleh Chelsea Islan yang berperan sebagai Merry Riana, dan Dion Wiyoko yang berperan sebagai Alva. Film ini disutradarai oleh Hestu Saputra yang dirilis pada tanggal 24 Desember 2014.
Dalam film ini Merry Riana adalah seseorang yang sangat mandiri, karena ia harus berjuang sendirian di Singapura. Sedangkan Alva adalah orang yang cuek dan sangat perhitungan. Ia memberi banyak syarat kepada Merry Riana sebelum akhirnya Ia mau menolong Merry.
Merry Riana baru saja lulus SMA, ia terpaksa harus pindah ke Singapura karena pada saat itu di Jakarta sedang ada kerusuhan. Banyak yang menjadi korban dan dirugikan dalam kerusuhan tersebut termasuk keluarga Merry. Ia terbang ke Singapura hanya dibekalkan beberapa lembar uang, laptop, dan sebuah kartu nama.
Setibanya di Singapura Merry langsung menuju alamat yang tertera di kartu nama tersebut, ternyata si pemilik kartu nama tersebut sudah pindah dan tidak tinggal disana lagi. Merry pun langsung pergi meninggalkan rumah tersebut. Di perjalanan tidak sengaja ia bertemu dengan Ms. Noor yang memberinya izin untuk mengakses internet. Ia membuka akun sosmed miliknya dan menemukan Irene temen SMAnya dulu yang ternyata sedang kuliah di Singapura. Lalu dia pun menghubungi Irene dan mereka bertemu. Merry menceritakan perjalanannya mengapa ia bisa sampai di Negara ini. Untunglah Irene sangat baik, Ia mau mengajak Merry untuk tinggal di asrama kampusnya meskipun hal tersebut tidak diperbolehkan karena yang boleh tinggal disana hanya mahasiswa dari kampus tersebut saja.
Keesokan harinya Irene ketahuan melanggar peraturan asrama, lalu Ia mendapatkan peringatan dari bagian kedisiplinan. Irene mengatakan bahwa Merry akan mendaftar kuliah di kampus tersebut. Merry tidak punya pilihan lain selain mendaftarkan dirinya untuk menjadi mahasiswi di kampus tersebut. Tidak disangka ternyata Merry lulus dan mendapat nilai tertinggi.
Setelah lulus, Merry diharuskan membayar biaya kuliah sebesar 40.000 dollar. Akhirnya Merry mengharapkan pinjaman mahasiswa dari kampus tersebut. Pinjaman mahasiswa tersebut dapat dibayar saat kelulusan, namun dengan syarat memiliki penjamin yang mnimal sudah menjadi Mahasiswa selama dua tahun di kampus tersebut.
Irene membantu Merry mencari penjamin, dan dia teringat kepada seniornya di kampus yang memang sudah dekat dengannya. Seniornya bernama Alva. Irene menceritakan tentang Merry kepada Alva dan memohon agar Ia mau menolong Merry. Tapi ternyata Alva memberikan syarat jika ingin dia menjadi penjaminnya. Syaratnya yaitu ia harus bisa menghasilkan uang sendiri untuk membayar hutang-hutangnya kepada Alva, dan Merry menyetujuinya. Lalu Ia segera berlari kesana kemari untuk mencari pekerjaan.
Suatu ketika Alva mengajarinya bekerja via online, yaitu investasi saham. Merry sangat tertarik dengan pekerjaan itu dan penghasilan yang Ia dapat juga lumayan hingga akhirnya dia mampu menghasilkan uang untuk menyumbang dalam sebuah acara yang diadakan oleh kampusnya. Merry menjadi terkenal karena sumbangannya tersebut dan Ia bangga karena telah sukses di Negara asing ini.
Keesokan harinya Alva mengajak Merry bertemu. Alva hendak melamar Merry dengan memberinya cincin. Namun saat Alva hendak memberinya cincin, HP Merry berbunyi dan dia mulai sibuk kembali dengan pekerjaannya. Melihat tingkah Merry yang semakin terobsesi dengan uang, Alva menyarankannya untuk berhenti dan mengingatkannya bahwa uangnya sudah cukup hingga dia lulus nanti. Tapi Merry mengatakan bahwa dia akan menginvestasikan seluruh uangnya untuk mendapatkan keuntungan yang banyak dan dia akan segera melunasi hutang-hutangnya sehingga Alva tidak akan membebani lagi sebagai penjaminnya. Alva sangat kecewa dengan Merry. Ia mengurungkan niatnya untuk melamar Merry dan Ia memutuskan untuk pergi.
Selama kepergian Alva, Merry terkena musibah. Dia bangkrut dan kehabisan uang.  Dia menangis tapi tidak ada tempat untuk mengadu. Disaat keadaan Merry yang seperti itu, mama tiba-tiba datang menjenguknya dan memberikan kekuatan baru untuknya. Maka Merry memulai semuanya dari awal lagi. Dia bekerja di perusahaan asuransi. Dengan kerja kerasnya akhirnya dia mendapatkan seorang nasabah yang menginvestasikan sebanyak 100.000 dollar karena dia telah menolong Ibu tersebut saat sedang membutuhkan bantuan.
Setelah sadar Merry menghubungi Alva dan meminta maaf kepadanyaa atas kesalahannya selama ini. Alva yang masih mencintainya pun memaafkan dan mereka pun jadian.
Secara keseluruhan semua pemain dalam film ini kelihatan sangat antusias dalam memainkan perannya masing-masing. Ada salah satu tokoh yang membuat penonton tertawa yaitu tokoh yang berperan sebagai bos dari Alva, seorang pengusaha yang tinggal di Singapura. Tapi ada hal yang menjadi sorotan penting, yaitu latar yang kurang sesuai dengan kisah aslinya. Kisah Merry Riana ini tahun 1998, dan itu sangat berbeda dengan Singapura di tahun 2014 ketika film itu dibuat. Dan seharusnya tema di film ini adalah kisah perjuangan hidup Merry hingga Ia menggapai satu juta dollar di sana bukan film yang menonjolkan kisah percintaannya.
Film ini mengajarkan bahwa hidup tidak selalu tentang uang, tetapi lebih penting bagaimana kita bisa membuat orang lain bahagia karena diri kita.

Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar