Follow Us @literasi_smkn23jkt

Sabtu, 11 Juni 2016

Never Too Young To Become “The Billionaire”

Disusun Oleh: Bunga Pitaloka



Judul Film  : The Billionaire
Tahun         : 2011
Sutradara    : Songyos Sugmakanan
Genre          : Drama
Produksi      : GMM Thai Hub (GTH)
Pemain        :1. Peach Pachara Chirathivat sebagai Ittipat Kulpongwarich (Top ittipat)
                     2. Somboonsuk Niyomsiri sebagai paman Top Ittipat
                     3. Walanlak Kumsuwan sebagai Lin, pacar Top Ittipat

Orientasi :
The Billionaire merupakan sebuah film yang diproduksi oleh GMM Thai Hub (GTH) yang merupakan rumah produksi film terbesar di Thailand. Film ini disutradarai oleh Songyos Sugmakanan dan dirilis pada tahun 2011, The Billionaire merupakan sebuah film yang diangkat dari kisah  nyata seorang pemuda asal Negeri Gajah “Thailand” bernama Ittipat Kulpongwarich (Top Ittipat) yang diperankan oleh Peach Pachara Chirathivat

Tafsiran Isi 1 :
Cerita ini dimulai pada saat Top Ittipat masih duduk dibangku SMA pada tahun 2004. Pada saat itu Top masih sangat gemar bermain game online dan ia berhasil menghasilkan banyak uang dari hasil penjualan senjata (trading) yang ia miliki di game tersebut. Uang yang sangat banyak itu pun digunakan oleh Top untuk membeli mobil dan hal hal lain yang ia inginkan. Namun suatu hari akun game online milik Top dihapus sehingga ia tidak bisa lagi melakukan trading yang termasuk transaksi ilegal. Pada akhirnya Top mulai berusaha sendiri untuk membiayai hidupnya dan berusaha untuk mencapai kesuksesan dengan perjuangan yang tidak henti. Namun, perjuangan Top untuk meraih tangga kesuksesan tidak berjalan mulus

Tafsiran Isi 2 :
Karena kegemaran Top akan game online dan merasa bisa mendapatkan uang dari bermain game, Top menjadi lupa diri untuk belajar. Top menjadi seorang pecandu game dengan prestasi akademik yang tidak baik, Top tidak bisa masuk ke perguruan tinggi negeri sehingga ia harus masuk universitas swasta. Hal ini lah yang menjadi penyebab konflik antara Top dengan orang tuanya. Mereka bertengkar hebat sehingga Top berjanji bahwa ia akan membiayai hidupnya sendiri tanpa harus meminta bantuan ke orang tuanya

Tafsiran Isi 3 :
Karena trading merupakan transaksi ilegal, maka suatu hari akun game online milik Top dihapus sehingga ia tidak dapat melakukan trading lagi. Top memulai usaha pertamanya dengan berjualan DVD Player yang modalnya berasal dari sisa sisa uang yang ia dapatkan dari melakukan trading sebelumnya. Karena kurangnya pengalaman Top mengalami kerugian yang besar, ia ditipu oleh supplier karena ternyata DVD Player yang ia dapatkan itu adalah DVD Player yang telah rusak sehingga Top harus kehilangan banyak modalnya. Di usia 17 tahun, Top ittipat harus putus sekolah untuk menjadi seorang penjual kacang di sebuah mall. Kali ini ia mempersiapkan usahanya dengan lebih baik, dia melakukan survey terlebih dahulu sampai pada akhirnya ia berhasil membuat kacang yang enak

Tafsiran Isi 4 :
Namun pada saat itu muncul masalah baru, perusahaan milik ayah Top mengalami kebangkrutan dan keluarga Top memilih untuk pindah ke China pada saat Top berusia 18 tahun. Ayah Top meninggalkan hutang sebesar 40 juta Bath kepada Top dan rumah serta pabrik mereka pun ikut disita. Kini Top Ittipat tinggal bersama pamannya yang juga sangat berjasa dalam membantu Top untuk mencapai kesuksesan. Usaha kacang milik Top pun juga mengalami masalah terkait perluasan yang dia coba jalankan

Tafsiran Isi 5 :
Suatu hari saat Top sedang berjalan jalan dengan pacarnya, ia mencoba Nori (rumput laut kering) yang dibawa Lin pacar Top Itipat yang rasanya sangat enak. Top melihat ini sebagai lahan usaha yang bagus karena tempat dijualnya cemilan ini berada di suatu Provinsi yang cukup jauh. Top berani menjual seluruh gerai kacang yang ia miliki untuk memulai usaha cemilannya ini. Sejak awal memulai usaha ini, Top mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana cara membuat dan mengawetkan cemilan nori ini karena di daerah tersebut tidak ada usaha yang sejenis. Top dan pamannya terus berusaha menemukan resep yang pas untuk Nori nya. Hingga suatu hari paman Top jatuh sakit, namun Top tetap terus berusaha menemukan resep yang sesuai, ia mencoba menggoreng sendiri hingga tangannya melepuh karena terkena minyak

Tafsiran Isi 6 :
Namun, usaha yang dilakukan Top tidak sia sia karena kini ia telah menemukan resep yang pas, tetapi ia masih belum mengerti bagaimana cara untuk mengawetkan cemilan tersebut. Akhirnya Top merayu Dekan Fakultas Teknologi Pangan untuk mengajarinya bagaimana cara mengawetkan cemilan buatannya. Kemudian Top mencoba kembali membuat cemilan Nori nya dan hasilnya menjadi jauh lebih baik. Top menjual cemilan tersebut di mall tempat ia bejualan kacang sebelumnya, dan usaha cemilan Nori milik Top tersebut terbilang cukup sukses karena menarik minat banyak pengunjung disana

Tafsiran Isi 7 :
Top berfikir bagaimana cara ia memasarkan produk barunya ini tanpa harus membuka banyak gerai yang menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Pada suatu malam saat Top sedang berbelanja di 7eleven, ia mendapat ide untuk bekerja sama dengan chainstore 7eleven. Saat pertama kali ia datang ke kantor 7eleven, Top mendapatkan penolakan atas produknya dengan berbagai alasan. Karena mendapat respon penolakan dari berbagai aspek, ia terus melakukan inovasi terhadap produknya tersebut sehingga ia kembali mendatangi kantor 7eleven. Namun Top merasa sia sia dan tidak dihargai karena ia menunggu sang direktur terlalu lama sehingga ia meninggalkan produknya tersebut di dalam lift dan seorang pegawai kantor 7eleven mencoba dan membagikan cemilan rumput laut milik Top tersebut ke seluruh pegawai kantor 7eleven

Tafsiran isi 8 :
Pada akhirnya Top dipanggil kembali ke kantor 7eleven untuk menandatangani kontrak. Produk Top tersebut diterima dengan Brand Product “Tao Kae Noi” yang memiliki arti “Pengusaha Muda”. Namun Top masih harus menjalani beberapa syarat yang sudah di tentukan, pihak 7eleven ingin mengadakan survey uji kelayakan pabrik milik Top. Pada awalnya pabrik milik Top tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan pihak 7eleven, lalu paman Top menyarankan kepada Top untuk menyuap petugas survey tersebut, tetapi Top menolaknya karena ia telah belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa ia harus tetap menanamkan nilai kejujuran. Top terus berusaha memperbaiki kualitas pabrik miliknya hingga sampai pada akhirnya ia dinyatakan lulus dari tes uji kelayakan pabrik tersebut. Setelah 2 tahun ia bisa melunasi seluruh hutang milik ayahnya dan kembali tinggal bersama orang tuanya di Thailand. Pada akhirnya disaat Top menginjak usia 26 tahun ia menjadi produsen cemilan rumput laut terlaris dan terpopuler di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht per tahun dan mempekerjakan 2000 staf.

Tafsiran Isi 9 :
Film ini mengajarkan kita untuk terus berusaha mencapai kesuksesan serta mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah meski telah mengalami kegagalan berkali kali. Dalam berusaha untuk mencapai sukses, setiap tindakan yang kita lakukan harus dilandasi dengan kejujuran, dan untuk menghasilkan suatu karya yang luar biasa dibutuhkan keyakinan dari dalam diri sendiri serta dalam menciptakan suatu karya harus dilakukan inovasi terhadap karya tersebut agar bisa menjadi lebih baik lagi

Tafsiran Isi 10 :
Dalam film ini kurang memunculkan sisi religiusnya. Perlu diingat bahwa untuk mencapai suatu keberhasilan tidak akan cukup apabila hanya mengandalkan niat dan usaha saja, tetapi berdoa serta memohon bantuan kepada Tuhan juga sangat diperlukan

Evaluasi :
Film ini memang sangat bagus untuk memotivasi orang lain untuk mencapai kesuksesan, namun alangkah baiknya lebih mamunculkan sisi religiusnya karena untuk mencapai kesuksesan juga harus tetap mengingat Tuhan untuk berdoa dan meminta pertolongan

Rangkuman :
Film “The Billionaire” ini sangat layak ditonton karena film ini sangat bisa memberikan motivasi kepada para penonton untuk tidak mudah menyerah dan terus tetap berusaha dalam mencapai kesuksesan


Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar