Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 10 Juni 2016

Teks Ulasan Film dan Drama

Teks Ulasan Film
Surga Yang Tak Di Rindukan
Disusun Oleh : Savela Balqis



Judul               : Surga Yang Tak Di Rindukan
Sutradara         : Kuntz Agus
Produser          : Manoj Punjabi
Tayang             : 15 Juli 2015
Aliran Film      : Drama
Adaptasi Dari  : Novel “Surga Yang Tak Di Rindukan”
Penulis Novel  : Asma Nadia
Pemain             :
1.      Laudya Cynthia Bella (Arini)
2.      Fedi Nuril (Prasetyo)
3.      Raline Shah (Mei Rose)
4.      Tanta Ginting (Hartono)
5.      Kemal Palevi (Amran)
6.      Sandrina Michelle (Nadia)
7.      Zaskia Adya Mecca (Sita)
8.      Vitta Mariana (Lia)
9.      Ray Sitoresmi (Sulasti atau Ibu Arini)
10.  Landung Simatupang (Sutejo atau Ayah Arini)

Orientasi 1
            Surga Yang Tak Di Rindukan merupakan film terlaris 2015. Film ini dibintangi oleh Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella dan Raline Shah. Diproduseri oleh Manoj Punjabi dan sutradara Kuntz Agus. Skenarionya ditulis Alim Sudio dan diproduksi MD Pictures. Film ini diadaptasi dari novel karya Asma Nadia yang berjudul “Surga Yang Tak Di Rindukan”.
Orientasi 2
            Kisah dalam film tersebut terinspirasi dari dongeng yang berjudul ”Madani” (negeri yang damai atau surga yang diciptakan dibumi). Sang pangeran adalah tokoh Prasetyo yang baik dan setia. Karena suatu kejadian, Prasetyo harus mengkhianati Arini dan menikah dengan Mei Rose.
Tafsiran Isi 1
            Kisah cinta pada pandangan pertama Arini dan Pras begitu indah. Pernikahan yang kemudian terwujud mendatangkan kebahagiaan lain dengan hadirnya Nadia (buah cinta keduanya). Sosok Pras yang baik dan setia selalu menenangkan Arini. Pras pun berjanji tidak akan menyakiti hati Arini. Namun, perjalanan takdir kemudian berujung ujian bagi cinta Arini dan Pras. Suatu hari, Pras harus menolong sebuah mobil yang mengalami kecelakaan. Korbannya seorang perempuan yang berusaha bunuh diri padahal ia baru saja melahirkan seorang anak laki-laki. Pras tidak tinggal diam, pengalaman masa lalu ditinggal sang Ibunda ketika belia membuat hatinya tergugah. Ia menyelamatkan dan menikahi Mei Rose.
Tafsiran Isi 2
            Akibat kejadian tersebut Pras menyelamatkan dan menikahi Mei Rose. Pada mulanya Pras menutupi keberadaan Mei Rose dari Arini. Lambat laun, kebohongan itupun terungkap. Dongeng indah tentang pernikahan yang ia impikan harus dirusak oleh kehadiran Mei Rose. Arini juga merasa rumah tangganya dengan Pras bukan lagi bentuk surga yang ia rindukan. Disisi lain, Arini tertampar oleh kenyataan bahwa hidup bukan untuk dongeng semata. Pernikahan Pras dan Arini berada ditepi jurang.

Tafsiran Isi 3
            Pada akhirnya Arini menerima kenyataan bahwa ia telah dipoligami oleh suaminya Pras dan mulai menerima keberadaan Mei Rose. Walaupun sulit, Arini mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Ia bisa lebih sabar dan ikhlas bahwa cintanya dibagi. Setelah Mei Rose mengetahui bahwa Arini telah menerima semuanya, ia mulai sadar bahwa tak ada satupun perempuan yang dengan ikhlas menerima cinta untuk dirinya dibagi kepada orang lain. Akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Arini dan Pras serta menitipkan buah hatinya kepada mereka.
Tafsiran Isi 4
            Film yang dirilis mulai 15 Juli tergolong spektakuler. Film ini sanggup bertahan lebih dari satu bulan dibioskop. Film keluaran MD Pictures ini jadi film Indonesia dengan penjualan tiket terbanyak ditahun 2015 yaitu sebanyak 1.523.570 tiket. Pada film kali ini, akting Fedi Nuril sangat natural. Ia terlihat sangat masuk pada karakter Pras yang sabar dan tidak tegaan. Bahkan Fedi tak segan-segan menunjukkan akting menangisnya. Perlu diakui pengemasan film ini lebih baik dari film drama umumnya. Pasalnya efek suara dan visual film benar-benar dibuat hidup sehingga penonton seperti masuk dalam cerita dalam film. Alur cerita dan titik klimaks film pun dibuat teratur.
Tafsiran Isi 5
            Karakter Pras yang diperankan oleh Fedi Nuril yaitu Pras yang sabar dan tidak tegaan sedangkan Arini yang diperankan oleh Laudya Cynthia Bella sangat emosi dan rela berbagi walaupun harus disakiti. Sedangkan Mei Rose sangat kelam kehidupannya namun kembali bangkit karna Pras namun disisi lain dia menghancurkan kisah Pras dan Arini.
Evaluasi
            Film yang dirilis 15 Juli saat lebaran 2015 lalu ini bisa dibilang berhasil memanfaatkan momen libur lebaran dalam mengumpulkan penonton. Tergolong kurang spektakuler penjualannya dalam pekan-pekan awal. Namun dengan dibantu dengan promosi gencar dan respons yang baik dari penontonnya, film ini sanggup bertahan lebih dari satu bulan dibioskop. Dengan penjualan tiket terbanyak ditahun 2015, yaitu sebanyak 1.523.570 tiket. Diangkat dari novel karya Asma Nadia, novel terlaris tersebut memang mengedepankan kisah poligami yang masih tabu bagi sebagian masyarakat Indonesia.
Rangkuman
            Perlu diakui pengemasan film “Surga Yang Tak Di Rindukan” lebih baik dari film drama umumnya. Pasalnya efek suara dan visual film benar-benar dibuat hidup. Sehingga penonton seperti masuk dalam cerita dalam film. Alur cerita dan titik klimaks film pun dibuat teratur. Film ini sangat cocok dinikmati bagi anda yang ingin tahu sisi dari poligami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar