Follow Us @literasi_smkn23jkt

Sabtu, 21 Maret 2020

KETIKA CINTA MENGUJI HATI

Disusun oleh Dini Aulia Pramesti

Judul Buku               : Sang Penguji Hati
Pengarang               : Yuyun Permanasari Utami
Penerbit                   : Diva Press
Tahun Terbit             : Juli 2015
Tebal Buku               : 252 Halaman

Kinsya seorang wanita berparas cantik, rambutnya panjang tergerai indah. Ia kuliah di salah satu universitas termuka di Malang dan memiliki sahabat bernama Saida. Kinsya dan Saida aktif  dalam organisasi Ta-Qiya yang  merupakan parkumpulan mahasiswa muslim di universitas tersebut. Kinsya hanya memiliki seorang ayah, sedangkan ibunya telah meninggal pada saat melahirkannya. Kinsya tinggal di kos yang letaknya tak terlalu jauh dari kampus nya bersama 4 orang lainnya. Dua kamar di lantai atas ditempati oleh Kinsya dan Kholifah dan dua kamar di lantai bawah ditempati oleh Faiz dan Amina.

Kinsya menyukai seorang lelaki bernama Gilbran, yang berhasil membaut jantung kisnya berdetak kencang melalui lantunan suara adzannya. Namun pada saat Kinsya ingin mengugkapkan perasaanya kepada Gilbran, ternyata Saida juga mencintai Gilbran. Hati kisya pun hancur, tapi menurutnya persahabatan lebih penting dibandingkan dengan perasaannya. Suatu hari, Kinsya menolong Gilbran yang tertabrak di jalan dan mendonorkan darah serta salah satu ginjalnya. Dan ia meminta supaya dokter merahasiakan identitasnya. Saida yang mengetahui bahwa Kinsya menyukai Gilbran marah dengan Kinsya, Kinsya terus meminta maaf namun Saida menolaknya, akhirnya Kinsya pun memutuskan untuk pindah kuliah ke Jogjakarta.

Pada saat di Jogjakarta,  Kinsya ditelepon oleh ayahnya, bahwa ada seorang lekaki yang datang ingin melamarnya. Ashyar namanya. Kinsya menerima lamarannya  namun, Ashyar harus menunggu  Kisnya lulus S 2 . Waktu pun berlalu dengan cepat, akhirnya Kinsya kembali ke kampung halamanya. Lalu Ashyar  datang, Kinsya kaget ternyata yang ia terima lamarannya adalah Gilbran Ashyar Ramadhan. Kinsya marah dan menolak lamaranya, namun Gilbran tidak menyerah, ia berulangkali datang untuk menyerahkan mahar. Dan pada saat ingin menyerahkan mahar terakhir ke Kinsya, Gilbran mengalami kecelakaan sehingga ia meninggal dan diganti oleh Mas Ibnu, orang yang sempat Gilbran hubungi pada saat kecelakaan.  Akhirnya Mas Ibnu dan Kinsya menikah dan akan dikaruniai seorang buah hati. Kinsya berniat memberi anaknya nama Ashyar Lafazh Al- Fatah jika yang lahir seorang laki-laki dan Aishya Lafazh Ashyar jika perempuan, agar ia tetap  mengenang keberadaan Gilbran Ashyar Ramadhan di dalam hatinya.

Novel ini memiliki kelebihan, ia menggunakan bahasa sehari – hari sehingga dapat dipahami oleh para pembaca, terdapat banyak pesan yang dapat memberikan pengalaman bagi para remaja yang sedang jatuh cinta, alur ceritanya menarik sehingga tidak bosan untuk dibaca, novel ini memiliki kelemahan yaitu, kurang cocok untuk dibaca anak kecil, karna cerita ini berisi tentang percintaan dan persahabatan.

Dari novel tersebut dapat disimpulkan bahwa persahabatan, lebih penting dari sebuah perasaan, dan kita harus belajar mengiklaskan perasaan kita untuk sahabat kita, karna kita yakin bahwa jodoh itu pasti bertemu. Dan buku ini layak untuk dibaca oleh kalangan remaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar