TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS KORUPSI
Disusun Oleh: Aning Nabilla
Korupsi
adalah suatu tindakan penyalahgunaan uang atau penggelapan barang untuk
kepentingan diri sendiri, kelompok maupun keluarga. Korupsi termasuk tindakan
yang tidak wajar, tidak legal, dan menyalahgunakan kepercayaan publik. Korupsi
memenuhi unsur-unsur : perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan wewenang, memperkaya
diri, merugikan diri, merugikan keuangan negara, memberi/menerima hadiah,
pemerasan, penggelapan, dan sebagainya.
Lemahnya
tindakan hukum yang menjerat para koruptor juga menjadi salah satu penyebab
korupsi. Ketika koruptor dijatuhi hukuman, mereka tidak merasa jera dengan perbuatannya
karena mereka hanya mendapatkan hukuman ringan seperti penjara 5 tahun,10 tahun
dan sebagainya. Tetapi lain halnya apabila para koruptor dijatuhi hukuman
seperti pemiskinan anggota keluarga atau hukuman mati. Para koruptor akan
merasa jera karena sanksi atas perbuatannya tidak hanya dirasakan sendiri oleh
para koruptor tetapi juga anggota keluarganya.
Selain
lemahnya tindakan hukum, ada pula penyebab yang lainnya yakni sifat pembawaan
manusia sendiri yaitu tidak pernah merasa puas. Koruptor biasanya adalah
masyarakat papan atas seperti pejabat-pejabat pemerintah. Ketika pejabat sudah
memiliki uang yang cukup banyak, naluri mereka tetap mengatakan bahwa uang yang
didapat belum cukup sehingga ketika adanya kondisi dimana tindakan korupsi
dapat dilakukan, maka langsung saja para koruptor beraksi mengambil uang yang
ada, tidak memikirkan pemilik uang dan dampaknya bagi negara.
Subuah
kondisi ekonomi yang mendesak pun mampu menjadi penyebab korupsi. Meskipun
korupsi yang dilakukan berdasarkan alasan ini sangat sedikit, tetapi tetap saja
menjadi alasan penting untuk melakukan tindak korupsi. Korupsi atas dasar
alasan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat di tingkat menengah dan dilakukan
di lingkungan yang tidak menyangkut uang yang berjumlah banyak. Tetapi
terkadang tanpa disadari korupsi kecil-kecilan ini bila dilakukan
berulang-ulang akan menimbulkan dampak yang besar juga.
Dengan
adanya korupsi, jalannya anggaran dari pemerintah pusat ke pemerintahan di
bawahnya tidak dapat berjalan dengan optimal, di karenakan anggaran untuk
keperluan pembangunan ekonomi mengalami kebocoran disepanjang jalan dari pusat
pelaksanaanya di lapangan. Tidak hanya itu, korupsi juga mengakibatkan kinerja
pemerintah menjadi turun. Karena jika terdapat banyak sekali korupsi berarti
hukum negara tersebut sangat lemah sehingga memberikan pejabat perwakilan
rakyat tersebut.
Akibat
dari korupsi yang lainnya adalah menimbulkan kekacauan di sektor publik.
Kekacauan ini timbul karena sudah tidak ada lagi rasa percaya masyarakat kepada
pejabat-pejabat yang “nakal” karena ruang bagi pejabat yang “nakal” untuk
bermalas-malasan dalam menjalankan tugas sebagai kepercayaan masyarakat sudah
dipermainkan oleh para koruptor yang sudah dipilih sebagai perwakilan rakyat
tersebut. Jelas banyak dari masyarakat yang kecewa terhadap pejabat yang sudah
dipercaya dan kepercayaan tersebut disalahgunakan begitu saja oleh para
koruptor.
Korupsi
merupakan perbuatan yang merugikan banyak pihak, terutama rakyat kecil.
Keberadaan korupsi di Indonesia menunjukan bahwa hukum di Indonesia terlalu
lemah dan kurang tegas sehingga hukum di Indonesia memerlukan adanya pembenahan
dalam segala hal. Oleh sebab itu, marilah kita mulai dari sekarang untuk
membangun sifat pribadi yang berkualitas, hukum, dan peraturan dengan
kesungguhan hati, kejujuran, dan keadilan. Pada akhirnya tindakan korupsi dapat
dikurangi serta dihapuskan dan masyarakat dapat hidup dengan makmur, sejahtera,
dan adil.
Diakses pada tanggal 27 Maret 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar