Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 01 Mei 2015

Hujan Asam (Rain Acid)

Oleh : Khoiriyah

Hujan asam adalah hujan yang memiliki kadar keasaman dibawah 5,6 (pH dibawah 5,6), perlu diketahui bahwa hujan secara alami memiliki pH 6 atau sedikit di bawahnya. Peristiwa hujan asam ini terjadinya dikarenakan zat belerang (sulfur) yang ada di atmosfer yang merupakan gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang ada di bumi.


Proses hujan asam terjadi karena gas sulfur oksida yang mayoritas dikeluarkan dari asap-asap pabrik dan gas nitrogen oksida yang dihasilkan dari banyaknya kendaraan bermotor berkumpul menjadi satu dan bereaksi dengan uap air yang ada di udara. Proses reaksi ini menghasilkan asam sulfat, asam nitrit dan asam nitrat yang berkondensasi membentuk awan yang menjadikannya hujan asam.

Proses terjadinya hujan asam

Sebenarnya terjadinya hujan asam secara alamiah disebabkan oleh aktivitas gunung berapi dan proses-proses biokimia yang terjadi di bumi ini seperti di rawa-rawa, tanah, laut, dan dimanapun itu. Tapi saat ini terjadinya hujan asam lebih banyak dikarenakan campur tangan manusia seperti dari industri dan kendaraan bermotor. Gas emisi yang dihasilkan di bumi dibawa oleh angin ke atmosfer.

Hujan asam yang sering terjadi saat ini dimulai ketika terjadinya revolusi industri di eropa, sejak saat ini mulailah terlihat dampak dari hujan asam yaitu terjadinya penurunan tingkat keasaman (pH) didaerah kutub dari 6 menjadi 4,5. Tidak hanya perubahan pH saja, dampak lain yang dirasakan bagi kehidupan di kutub adalah marinya organisme-organisme kecil disana yang disebut dengan diatom.

Dampak negatif hujan asam

Dampak yang ditimbulkan hujan asam kepada tanaman antara lain adalah lapisan lilin pada daun rusak sehingga nutrisi hilang sehingga tanaman tidak tahan terhadap keadadaan dingin, jamur dan serangga. Pertumbuhan akar lambat sehingga lebih sedikit nutrisi yang bisa diambil, dan mineral – mineral hilang.

Ion – ion yang terlepas akibat hujan asam sangat berbahaya bagi manusia. Tembaga di air berdampak pada timbulnya wabah diare pada anak dan air tercemar alumunium dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Cara menanggulangi hujan asam

Usah untuk mengendalikan deposisi asam ialah menggunakan bahan bakar yang mengandung sedikit zat pancamae, menghindari terbentuknya zat pencemar saat terjadinya pembakaran, menangkap zat pencemar dari gas buangan dan penghematan energi. Usaha lain yaitu, dengan menggunakan bahan bakar non belerang contohnya methanol, etanol, dan hidrogen.

Perlu diketahui bersama bahwa hujan asam untuk pertama kalinya ditemukan pada 1852 oleh seseorang yang bernama Robert Angus Smith di Kota Manchester. Setelah berselang satu abad lamanya, tepatnya ditahun 1970-an, barulah ilmuwan banyak melakukan penelitian tentang hujan asam.Sejak tahun 1990-an orang mulai peduli dengan hujan asam yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Hujan asam merupakan peristiwa alam yang sangat mengkhawatirkan bagi umat manusia, hal ini karena hujan asam dapat berdampak sangat merugikan bagi kehidupan di bumi. Beberapa dampak hujan asam bagi kehidupan di muka bumi seperti rusaknya sarana prasarana (infrastruktur) di bumi, menghambat perkembangbiakan hewan-hewan laut, mematikan berbagai jenis ikan, menjadi racun bagi manusia, serta menyebabkan kerusakan lingkungan.

*Sumber data :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar