Follow Us @literasi_smkn23jkt

Sabtu, 09 Mei 2015

Tsunami

Oleh : Eni Widiyawati
Dari segi terminologi kata Tsunami berasal dari bahasa jepang. Tsu yang berarti pelabuhan dan Namu yang berarti gelombang. Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba.
Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh :

  •       Gempa bumi yang berpusat di bawah laut
  •          Letusan gunung berapi di bawah laut
  •          Longsor bawah laut


·         Atau dapat juga karena hantaman meteor dari angkasa yang jatuh ke laut
Ada beberapa kejadian Tsunami yang gelombangnya sangat besar dan mengakibatkan kerusakan dimana-mana :

  •         Aceh – Indonesia (26 Desember 2004)
  •          Letusan Gunung Krakatau – Indonesia (27 Agusutus 1883)
  •          Kota Onahama, Fukushima – Jepang (11 Maret 2011)
  •          Lisbon – Portugal ( 1 November 1755)
  •          Chile (22 Mei 1960)


Gelombang ombak yang terjadi dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500 sampai dengan 1000 km per jam, kecepatan yang setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

Seperti yang telah disebutkan di atas tsunami merupakan perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal secara tiba-tiba. Gerakan vertikal pada kerak bumi yang terjadi dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar sehingga terjadilah tsunami. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

Tanah longsong yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi, akibatnya dasar laut naik turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar dapat terjadi mega tsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.

Beberapa gempa yang mengakibatkan tsunami :
  • .    Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0-30 Km)
  • .    Gempa bumi yang berkekuatan sekurang-kurangnya 6,5 skala richter
  • .    Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun


Dampak negatif dari tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, pepohonan, kendaraan transportasi dan korban jiwa manusia. Tsunami juga menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah dan air bersih tidak ada.

Tsunami dapat terjadi jika gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, longsor maupun jatuhnya meteor ke laut, namun dari rata-rata kejadian tsunami 90% disebabkan oleh gempa bumi yang berdasar dari bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami terjadi diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya gunung krakatau.

Beberapa kondisi meteorologis seperti badai tropis dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggianya beberapa meter di atas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan bentuknya bisa menyerupai tsunami, meskipun sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa mengenai daratan, gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.


Sumber Refrensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar