Follow Us @literasi_smkn23jkt

Sabtu, 09 Mei 2015

BADAI MATAHARI


Oleh : Juliawati



Badai matahari adalah ledakan besar di atmosfer matahari yang dapat melepaskan energi sebesar 6 × 1025 joule. Badai matahari mempengaruhi semua lapisan atmosfer matahari (fotosfer, korona dan kromosfer). Kebanyakan badai matahari terjadi di wilayah aktif disekitar bintik matahari.

Kejadian badai matahari adalah dimana aktivitas matahari berinteraksi dengan medan magnetik Bumi. Badai matahari ini berkaitan langsung dengan peristiwa solar flare dan CME. Kedua hal itulah yang menyebabkan terjadinya badai matahari. Solar flare adalah ledakan di Matahari akibat terbukanya salah satu kumparan medan magnet permukaan Matahari. Ledakan ini melepaskan partikel berenergi tinggi dan radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang sinar-x dan sinar gamma. Partikel berenergi tinggi yang dilepaskan oleh peristiwa solar flare, jika mengarah ke Bumi, akan mencapai Bumi dalam waktu 1-2 hari. Sedangkan radiasi elektromagnetik energi tingginya, akan mencapai Bumi dalam waktu hanya sekitar 8 menit.


Matahari memiliki siklus keaktifan dengan periode sekitar 11 tahun. Siklus keaktifan ini berkaitan dengan pembalikan kutub magnetik di permukaan Matahari. Keaktifan Matahari ini bisa dilihat dari jumlah bintik matahari yang teramati. Pada saat keaktifan Matahari mencapai maksimum inilah, angin matahari lebih ‘kencang’ dari biasanya dan partikel-partikel yang dipancarkan juga lebih energetik. Dan peristiwa solar flare dan CME dalam skala besar juga lebih dimungkinkan untuk terjadi. Dengan kata lain, saat keaktifan Matahari mencapai maksimum, Bumi akan lebih banyak dipapar dengan partikel-partikel bermuatan tinggi (lebih tinggi dari biasanya) dan radiasi elektromagnetik energi tinggi.



Partikel-partikel bermuatan yang dipancarkan dari peristiwa solar flare dan CME, saat mencapai Bumi, akan berinteraksi dengan medan magnetik Bumi. untuk bergerak sesuai dengan garis-garis medan magnetik Bumi, menuju ke arah kutub utara dan kutub selatan magnetik Bumi. Saat partikel-partikel energetik tersebut berbenturan dengan partikel udara dalam atmosfer Bumi, ia akan menyebabkan partikel udara (terutama nitrogen) terionisasi. Bagi kita yang berada di permukaan Bumi, yang kita amati adalah bentuk seperti tirai-tirai cahaya warna-warni di langit, yang dikenal dengan nama aurora. Aurora ini bisa diamati dari posisi lintang tinggi di sekitar kutub magnetik Bumi (utara dan selatan). 

Saat terjadi badai matahari, partikel-partikel energetik tadi tidak hanya menghasilkan aurora yang indah yang bisa di amati di lintang tinggi. Tapi bisa memberikan dampak yang relatif lebih besar dan lebih berbahaya. Dampak yang dimaksud antara lain: gangguan pada jaringan listrik karena transformator dalam jaringan listrik akan mengalami kelebihan muatan, gangguan telekomunikasi (merusak satelit, menyebabkan black-out frekuensi HF radio, dll), navigasi, dan menyebabkan korosi pada jaringan pipa bawah tanah. Selain itu, badai matahari pun dapat berdampak pada gangguan sistem perbankan yang mengandalkan telekomunikasi jarak jauh. Meski demikian, badai matahari tidak mengakibatkan peningkatan suhu bumi atau cuaca ekstrem.

Badai matahari dapat sangat merugikan. Dalam beberapa detik saja badai matahari dapat menghembuskan energi yang jauh lebih besar dibandingkan seluruh energi listrik yang pernah dihasilkan di bumi. Badai matahari raksasa yang terjadi pada tahun 1987 menimbulkan kerugian besar pada penyediaan energi listrik di Amerika Utara. Arus listrik dari matahari memaksa seluruh pembangkit listrik dipadamkan dan menghancurkan peralatan pada pembangkit tersebut. Badai matahari juga dapat membahayakan astronot yang melakukan kegiatan di luar pesawat antariksa. Partikel yang berenergi sangat tinggi membahayakan tubuh manusia.

Badai matahari juga sering menimbulkan gangguan pada salah satu lapisan atmosfer bumi yang disebut ionosfer. Pada keadaan biasa ionosfer dapat memantulkan gelombang radio kembali ke bumi, sehingga gelombang radio dapat mencapai tempat yang jauh. Jika terjadi badai matahari, maka lapisan ionosfer ini menjadi bermuatan listrik sehingga tidak dapat memantulkan gelombang radio. Akibatnya, komunikasi yang menggunakan gelombang radio menjadi terganggu.


Banyak masyarakat berkata bahwa adanya badai matahari telah menimbulkan ketakutan akan datangnya hari kiamat, karena aktivitas di bumi tergantung pada aktivitas matahari. Masyarakat  tidak perlu khawatir karena badai matahari tidak akan menghancurkan peradaban dunia. dan Dampak badai matahari hanya merusak sistem teknologi saja. Dampak lainnya dari badai matahari ini juga dapat mengganggu medan magnet bumi. Seperti tahun 1989 saat badai matahari menyerang Kanada, terjadi pemadaman listrik karena trafo di pusat jaringan listrik terbakar akibat arus yang sangat besar di bawah permukaan bumi.  Badai matahari ini dapat diantisipasi agar tidak menimbulkan kerusakan, seperti mengurangi aktivitas satelit di angkasa dan mematikan sementara jaringan satelit dan jaringan listrik pada saat terjadi badai matahari. 


Diadaptasi dari :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar