Follow Us @literasi_smkn23jkt

Kamis, 07 Mei 2015

kemarau panjang

Disusun Oleh : Fitri Suci Alawiah



Musim kemarau atau musim kering adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson. Untuk dapat disebut musim kemarau, curah hujan per bulan harus di bawah 60 mm per bulan (atau 20 mm per dasarian) selama tiga dasarian berturut-turut. Wilayah tropika di Asia Tenggara dan Asia Selatan, Australia bagian timur laut, Afrika, dan sebagian Amerika Selatan mengalami musim ini.
Musim kemarau adalah pasangan dari musim penghujan dalam wilayah dwimusim. Musim Kemarau panjang adalah Musim Kemarau yang sangat panas dengan jangka waktu yang panjang.
Gejala ENSO dikenal dapat memperpanjang durasi musim ini sehingga mengakibatkan kekeringan berkepanjangan.
Penyebab Kemarau Berkepanjangan
Telah diuraikan sebelumnya bahwa kemarau terjadi karena dua hal, yakni karena nan alami dan ulah tangan manusia. Berikut ini gambaran beberapa pemicu datangnya kemarau.
1. Letak Geografis
Indonesia terletak di antara dua benua dan samudra serta lokasinya di daerah tropis, ini membuat tanah air kita mengalami dua musim, yakni musim hujan dan musim kemarau.
Musim kemarau sangat terasa menyengsarakan di tempat-tempat nan pasokan airnya sangat terbatas, seperti di dataran tinggi. Banyak sawah dan ladang nan akan terlantar, karena metode bercocok tanam petani memakai sistem tadah hujan.
Dataran tinggi atau pegunungan memang ada nan memiliki sumber air alami, namun tak semua dataran tinggi di nusantara kaya akan sumber air. Perlu persiapan dari warga nan tinggal di pegunungan dengan kondisi air terbatas.
Sebut saja para petani dan peternak ikan di Tasikmalaya membuat kolam tadah hujan nan dirancang memakai terpal. Saat hujan turun, maka kolam protesis tersebut terpenuhi dengan air, hingga pada saat musim kemarau datang sudah ada bekal buat keperluan mereka terkait dengan air.
Kemarau terus menerus mengenai wilayah Indonesia nan ada di garis khatulistiwa, terutama nan ada tepat di lintang tersebut. Seperti, daerah Kalimantan nan sering diberitakan kejadian kebakaran hutan sebab panas nan tiada henti di daerah itu. Kebakaran hutan juga memicu asap tebal nan menggangu penglihatan warga sekitar.
2. Perubahan Cuaca
Kemarau juga diakibatkan genre angin muson timur di bulan April sampai Oktober. Angin ini membawa hawa panas dari benua Australia nan daratannya sangat luas. Maka wajar jika bulan April ke atas, intensitas hujan lebih banyak berkurang daripada bulan sebelumnya.
Mendekati bulan April, para petani sudah terbiasa buat berganti jenis tanaman. Mereka memilih sejumlah tanaman ladang nan tak memerlukan banyak air dalam pertumbuhannya.
Ada kalanya para petani tak mengganti tanaman, karena mereka hayati di daerah nan debit airnya besar. Misalnya, di daerah pesisir atau dekat dengan wilayah pantai , di mana air dari dataran tinggi bermuara di sungai-sungainya.
3. Pencemaran dan Polusi terhadap Alam
Dampak dari pencemaran dan polusi tak hanya berpengaruh pada kerusakan alam dalam lingkup sempit. Namun, secara kumulatif juga mendorong bala nan berkepanjangan, seperti kemarau. Hutan nan berfungsi buat menahan air dalam jumlah besar akan kehilangan potensi saat tercemar.
Berkurangnya tanaman dan pepohonan di hutan menjadi karena primer nan mengantarkan manusia mengalami kerugian, seperti banjir, tanah longsor dan kemarau.
Seharusnya air hujan diserap oleh tanaman dan mengendap di dalam tanah, tetapi dikarenakan gundul maka air langsung menuju ke dataran rendah sehingga terjadi longsor dan banjir. Selain itu tanah tidak lagi menyimpan air hujan dan pastinya akan terjadi kekeringan waktu nan lama.
4. Pendayagunaan Alam nan Berlebihan
Di antara pembaca nan tinggal di loka bermata air jernih, banyak perusahaan air minum , baik nan kemasan atau pemasok air isi ulang nan mendirikan usaha di kawasan mata air tersebut.
Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan perusahaan penghasil air tersebut merugikan rakyat sekitar. Mereka mengeksploitasi air nan melimpah di kawasan mata air sehingga lambat laun air sungai berkurang debitnya.
Menurut pengakuan warga sekitar mata air di Pandaan Kabupaten Pasuruan, salah satu kecamatan nan mempunyai sumber air nan jernih. Mereka mengungkapkan debit air sungai buat keperluan pengairan sawah dan kebutuhan keluarga saat ini berkurang. Tanpa disadari ternyata itu akibat dari didirikannya banyak perusahaan produsen air kemasan dan galon di kecamatan tersebut.
Berdirinya perusahaan air memberi banyak kegunaan kepada warga sekitar dengan dibukanya lapangan kerja, tetapi perlu adanya kontrol dari pemerintah buat mengatur jumlah perusahaan serta jumlah air nan disedot tiap harinya. Jika tidak, nantinya daerah tersebut mengalami kekurangan air dan habitat alam cenderung berkurang dari segi kualitas dan jumlahnya.


5. Perusakan Sumber Daya Alam (SDA)
SDA merupakan harta paling berharga bagi manusia, keberadaan alam menjamin keberlangsungan hayati anak cucu adam, tetapi pemanfaatan SDA nan tak terkontrol akan mendorong munculnya masalah baru bagi manusia.
Pemanfaat SDA tersebut, seperti mata air nan disedot terus menerus melebihi kapasitasnya, pegunungan nan ditebang sembarang ataupun ekskavasi tanah di daerah kaya mineral dan logam nan terlalu rakus.
Beberapa kelakuan manusia tersebut mempercepat musibah kemarau tiba. Alangkah baiknya semua komponen masyarakat peduli terhadap masalah perusakan SDA ini agar kehidupan bisa berjalan sejahtera, dan jauh dari bala nan tiada henti.
6. Global Warming
Pemanasan dunia nan telah dirasakan saat ini dampaknya mulai menyadarkan manusia. Alam ialah loka hayati mereka, seharusnya teknologi canggih nan tak ramah lingkungan bisa disebut sebagai ciptaan cacat. Sebut saja berbagai produksi teknologi modern sekarang, ternyata sebagian besar memiliki pengaruh jelek kepada alam.
Cuaca nan tidak menentu seperti di awal tahun 2013, hujan ekstrim hingga kemarau nan mengerikan terjadi dampak iklim bumi nan tidak seimbang. Kerugian kembali lagi ke sisi manusia sebagai makhluk nan berakal, diserahi tugas menjadi pemimpin di dunia, namun lupa tugas utamanya.
Bencana kemarau bisa merugikan sebuah masyarakat dalam berbagai bidang, mulai dari pertanian nan gagal panen, peternakan nan kurus, kesulitan memenuhi kebutuhan hayati dan lain sebagainya. Sudah sepatutnya bangsa ini kembali membenahi sistem kehidupannya agar lebih koperatif dengan alam.
Demikian ulasan mengenai penyebab kemarau di Indonesia, semoga wawasan hayati kita terus bertambah.

Musim kemarau

•         Dampak positif :
1.      Lebih mudah melakukan aktifitas.
Ketika cuaca cerah orang akan lebih mudah bepergian untuk melakukan aktifitas di luar rumah daripada saat musim hujan.
2.      Pakaian lebih cepat kering.
Dengan adanya sinar matahari pakaian akan lebih cepat kering karena mendapatkan sinar matahari lebih banyak.
3.      Panas matahari dapat menguapkan air laut. Air laut mengandung garam. Jika air laut diuapkan, akan terbentuk garam. Proses pembentukan garam memerlukan sinar matahari atau suhu yang panas untuk hasil lebih baik.
4.      Nelayan lebih mudah untuk melaut dan transportasi laut kancar.
Ketika cuaca cerah maka nelayan akan lebih mudah mencari ikan karena tidak adanya hujan atau angin kencang dan transportasi laut juga tidak akan terganggu.
5.      Dengan adanya musim kemarau bencana tanah longsor dan banjir tidak akan sering terjadi karena tidak ada hujan yang begitu deras.
6.      Dapat digunakan sebagai PLTS
Dengan sinar matahari yang lebih terik dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga surya.

•         Dampak negatif :
1.      Pada daerah-daerah tertentu yang minim air akan mengalami kekeringan.
Jika musim kemarau yang berkepanjang pada daerah-daerah tertentu air sungai akan mengering.
2.      Petani akan kesulitan untuk mengairi sawah.
Musim kemarau yang berkepanjangan dapat mengakibatkan beberapa petani kesulitan mendapatkan air karena minimnya persediaan air.
3.      Jika temperatur udara tinggi akan lebih sering berkeringat.
Cuaca panas membuat orang lebih sering berkeringat dan akibatnya akan menjadi cepat lelah.
4.      Karena panas yang berkepanjangan dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan pada hutan-hutan yang gundul.
5.      Musim kemarau yang terlalu panjang dapat mengakibatkan petani gagal panen. Jika musim kemarau yang berkepanjangan petani akan susah untuk mendapatkan air.


Cara Mengatasi Kekeringan Ketika Musim Kemarau Tiba

Negara kita Indonesia memiliki dua buah musim. Yakni musim hujan dan musim kemarau. Seringkali setiap tahunnya, Indonesia mengalami kondisi dimana musim kemarau lebih panjang dari biasanya. Hal ini mengakibatkan terjadinya kekeringan di beberapa daerah. Kejadian ini terus berulang dan berulang. Banyak pihak yang dirugikan oleh kondisi kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan. Salah satunya adalah petani yang tanamannya terancam gagal panen karena kekeringan. Selain itu, kekeringan juga menyebabkan air bersih menjadi langka dan mahal di beberapa tempat. Mengingat kondisi yang hampir selalu terjadi setiap tahunnya ini, diperlukan cara mengatasi kekeringan yang setidaknya dapat menangani dan membantu kita melewati kondisi yang satu ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar