Follow Us @literasi_smkn23jkt

Selasa, 14 Mei 2019

SESEORANG yang MENCARI CINTA SEJATI DALAM NOVEL GARIS WAKTU



SESEORANG YANG MENCARI CINTA SEJATI

DISUSUN OLEH MESY NOVIANA 



Judul                            : Garis Waktu
Penulis                         : Fiersa Besari
Tempat/penerbit        : Jakarta/Mediakita
Tahun terbit                 : 2016
Halaman                      : 212 halaman
ISBN                             : 978-979-794-525-1
Harga                           : Rp 58.000


Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju,
akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang
mengubah hidupmu untuk selamanya.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju,
akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan
pegangan.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju,
akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada
titik-titik kenangan tertentu.
Maka, ikhlaskan saja kalau begitu.
Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari
melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu
yang menyakitimu secara perlahan.


*****


Sosok Fiersa Besari yang akrab disapa “Bung”, Dari namanya, saya mengira Fiersa Besari ini adalah sosok perempuan, dan ternyata ia adalah sosok laki-laki.
Sekilas, saya membaca dari Garis Waktu dan untuk pertama kalinya saya merasa excited terhadap buku semacam ini. Awalnya, saya kira ini adalah novel, tapi ternyata bukan. Menurut saya, ini lebih menjurus pada semacam prosa yang indah dengan alur yang sudah disusun sedemikian rupa.
Tulisan-tulisannya itu menarik dan mewakili apa yang sedang saya rasakan. Akhirnya, saya pun tertarik untuk meminjam dari teman saya dan membacanya di rumah. Di dalamnya, penulis menggunakan sudut pandang orang pertama, sehingga membuat pembaca seperti diajak untuk masuk dalam dunia ciptaannya.
Garis Waktu merupakan buku pertama dari Fiersa Besari. Fiersa Besari sendiri adalah seorang penulis yang juga aktif bermain musik, penangkap gerak, dan pegiat alam.
Buku ini berisi rentetan cerita dengan format kumpulan surat yang merupakan uraian perasaan-perasaan tokoh aku (dirinya sendiri) pada  kau (wanitanya)  secara kronologis dari April tahun pertama hingga Maret tahun kelima. Ada 49 surat-surat pendek termasuk prolog dan epilognya, yang secara garis besar memuat curahan tentang perkenalan, kasmaran, patah hati, keikhlasan dalam melepaskan, dan berakhir dengan kenangan.
Dunia tokoh aku hanya berisi dengan tugas-tugas yang harus rela dibagi dengan jam tidur dan dengan rutinitas yang menurutnya monoton. Hingga pada akhirnya, sosok kau datang dan mengubah dunianya, juga memberi warna dalam hidupnya.
“Kau menjadi seseorang yang memorak-morandakan jagat rayaku. Dengan cara yang termanis, kau memintaku untuk merasakan dan mensyukuri segala hal yang cepat atau lambat akan berakhir.”

“Tanpa mau bertanggung jawab, kau tinggalkan aku termabuk sendirian. Jika kasmaran adalah narkotik, maka kau adalah bandarnya. Dan aku bagaikan pecandu yang rela menggadaikan jiwa demi menatap matamu sekali lagi.”

Hubungan keduanya makin lama makin dekat dan makin erat. Tokoh aku merasa dirinya sudah dimabuk cinta akan tokoh kau. Ia berpikir jika dirinya menempati posisi istimewa di hati tokoh kau. Namun, ternyata pikirnya salah besar. Bukan tokoh aku yang berhasil menempati posisi menggiurkan itu, tetapi ada tokoh lain yang menempatinya, yaitu dia. Bagi tokoh kau, tokoh aku hanyalah sosok tempatnya berkeluh kesah, tidak lebih.

“Sekuat-kuatnya seseorang memendam, akan kalah oleh yang menyatakan. Sehebat-hebatnya seseorang menunggu, akan kalah oleh orang yang menunjukkan.”

Lalu, di suatu waktu, tokoh dia meninggalkan tokoh kau, yang membuatnya terpukul dan berakhir dengan menangisinya. Tokoh aku dalam hati ingin sekali bertepuk tangan, bisa jadi ini kesempatan baginya untuk kembali mengambil sepotong hati tokoh kau.

Namun, niatnya urung karena sangat tidak etis jika harus berbahagia di atas penderitaan orang lain, pikirnya. Kemudian, tokoh kau mulai mencari penghilang rasa sakit di hati dan dengan sukarela tokoh aku menjadi pemeran pengganti yang selalu meredakan kemuraman hatinya.

Zona nyaman membuat tokoh aku lupa akan skenario pemeran pengganti dalam hati dan kehidupan tokoh kau. Tidak hanya itu, tokoh kau juga sama. Sehingga rasa nyaman dengan tanpa permisi hadir diantara keduanya.
Jujur saja, banyak kalimat-kalimat indah yang sayang untuk dilewatkan di dalam buku ini. Karena banyak dan terlalu “ngena”, saya akan menuliskan beberapa kutipan favorit saya di bawah.

“Pelajari sebelum berasumsi. Dengarkan sebelum memaki. Mengerti sebelum menghakimi. Rasakan sebelum menyakiti. Perjuangkan sebelum pergi.”
“Aku, biarlah seperti bumi. Menopang meski diinjak, memberi meski dihujani, diam meski dipanasi. Sampai kau sadar, jika aku hancur... kau juga.”
“Beberapa orang berhenti menyapa bukan karena perasaannya berhenti; melainkan karena telah mencapai titik kesadaran untuk berhenti disakiti.”
“Cinta bukan melepas, tapi merelakan. Bukan memaksa, tapi memperjuangkan. Bukan menyerah, tapi mengikhlas. Bukan merantai, tapi memberi sayap.”



Kelebihan
Ø  Desain cover dan ilustrasinya tumblr banget, dengan background putih berhias poin-poin fotografi yang terkesan unik.
Ø  “Sebuah Perjalanan Menghapus Luka”, membuat siapapun yang pernah merasakan patah hati, dan gagal move on tertarik untuk membaca, termasuk saya.
Ø  Pengolahan dan penyajian kata demi kata mampu mengaduk-aduk perasaan pembaca. Apalagi, penulis menggunakan sudut pandang orang pertama sehingga membuat pembaca turut merasakan berperan di dalamnya.
Ø  Alur yang digunakan adalah alur maju, karena buku ini menyajikan kisah kronologis kedua tokoh utama dari awal hingga akhir.
Ø  Quotes-quotes yang disajikan sebagai penutup di setiap akhiran suratnya, mampu menyentil hati para pembaca. Disajikan secara singkat, tapi ngena banget dan berhasil membuat saya baper :)
Ø  Tidak melulu soal percintaan, di buku ini juga ada pesan-pesan tersirat maupun tersurat mengenai diri sendiri, keluarga, dan cita-cita. Memang tidak saya tuliskan di atas, karena pasti akan berujung spoiler. Jadi, biarkan saja kalian penasaran dan membeli buku fisiknya di toko buku terdekat.
Kelemahan
Ø  Banyak mengandung kosa kata yang sulit saya pahami (ex. konstalasi, stagnansi, dsb).
Ø  Penggunaan alur maju membuatnya terkesan datar, kurang greget dan membosankan.
Ø  Ada beberapa bagian yang terkesan dipaksakan untuk panjang dan puitis.

Penutup
  • Kesimpulan

Saya menyukai buku ini karena banyak mengandung quotes yang bisa mewakili perasaan saya. Saya merasa sudah terlanjur jatuh cinta pada buku  bertema “Sebuah Perjalanan Menghapus Luka” ini.
  • Saran
Buku ini sangat direkomendasikan untuk teman-teman yang pernah patah hati dan masih stuck sama masa lalu, serta pecinta quotes-quotes baper.

“Nyatakan perasaan, hentikan penyesalan, maafkan kesalahan, tertawakan kenangan, kejar impian. Hidup terlalu singkat untuk dipakai meratap.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar