Follow Us @literasi_smkn23jkt

Kamis, 09 Mei 2019

Antara Nikmat dan Azab dalam Novel Pudarnya Pesona Cleopatra


Disusun oleh : Ary Ardiansyah

Judul Resensi “Ini nikmat ataukah azab?”




Identifikasi buku
 Judul buku                             : Pudarnya Pesona Cleopatra
Penulis                                   : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit                                 : Republika
Tahun terbit                            : 2005
Tempat terbit                          : Jakarta
Jumlah halaman                    : vii + 111 halaman 20.5 x 13.5 cm
ISBN                                      : 9789793604008
Harga                                     : Rp 25.000,00

Pendahuluan
      Novel ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang ingin menikahi seorang wanita pilihan orang tuanya, wanita itu bernama Raihana, Raihana adalah seorang gadis sholihah yang cantik dan hafal AL-Quran, walaupun dia lebih tua dua tahun dari lelaki itu, tetapi dia tetap kelihatan lebih muda, seperti baru berumur 17 tahun.
        Lelaki itu menikahi Raihana bukan atas dasar cinta melainkan karena kasihan kepada kedua orang tuanya, dan tidak ingin mengecewakan orang tuanya.
       Karena orang tuanya sudah menjodohkan mereka berdua jauh sebelum mereka dilahirkan kedunia. Sudah berapa hari lelaki itu menjalani hidupnya dengan Raihana tetapi benih-benih cinta itu masih belum juga tumbuh. Karena lelaki itu masih mengharapkan wanita yang dinikahinya dan berada di sampingnya kini adalah seorang gadis mesir titisan dari ratu Cleopatra, tetapi semua itu tidak mungkin karena mana ada gadis secantik titisan ratu Cleopatra yang tinggal di jawa lirihnya.
         Dan pembuat novel ini adalah Habiburrahman el shirazy, lahir di semarang, 30 september 1976. Penulis ini mengawali pendidikan formalnya di SD Sembungharjo IV dan di Madrasah Al Huda, Bengetayu Wetan, Semarang, lulus tahun 1989. Lalu melanjutkan di Mts Futuhiyyah I Mranggen sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak. Pada tahun 1992 ia merantau ke kota budaya Surakarta untuk belajar di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Surakarta, lulus pada tahun 1995. Setelah itu melanjutkan pengembaraan intelektualnya dengan belajar di Fak. Ushuluddin, jurusan Hadis, Universitas Al Azhar, Cairo dan selesai pada tahun 1999. Kang Abik~demikian novelis ini biasa dipanggil adik-adiknya. Ketika menempuh studi di Cairo, Mesir, Kang Abik pernah memimpin kelompok kajian MISYKATI (Majelis Intensif Studi Yurisprudens dan Kajian Pengetahuan Islam) di Kairo (1996-1997). Selain itu, penulis yang satu ini, telah menghasilkan beberapa naskah drama dan menyutradarai pementasannya di Kairo. Kang Abik juga telah menghasilkan beberapa karya terjemahan, seperti Ar-Rasul (GIP, 2003) dan Biografi Umar bin Abdul Aziz (GIP, Jakarta, 2002). Selain itu beberapa tulisannya pernah menghiasi Republika, Annida, Jurnal Sastra dan Budaya Kinanah, Jurnal Justisia dll.
Adapun bukunya yang telah terbit adalah :
·         Bercinta Untuk Surga : Kisah-kisah Islami Pembangun Jiwa
 (Grenada Busur Budaya, Yogyakarta, 2003).
·         Di Atas Sajadah Cinta : Kisah-kisah Islami  Pembangun Jiwa
 (Basmala Press, Semarang, 2004).
·         Pudarnya Pesona Cleopatra : Novel Psikologi Islami.
 (Basmala Press, Semarang, 2004).
·   Ayat Ayat Cinta (Novel yang ada dalam genggaman Anda, sebelumnya telah dimuatbersambung di   harian Republika).
Dia tercatat sebagai salah seorang dosen pada Ma’had Bahasa Arab dan Studi Islam Abu Bakar Ash Shiddiq, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Bisa dihubungi via e-mail: kangabik@yahoo.com.
Isi resensi
       Kadang dalam hidup kita menginginkan sesuatu yang menurut kita baik tapi tidak baik menurut Allah Swt. Dan kadang – kadang kita tidak menginginkan sesuatu yang menurut kita tidak baik tapi baik menurut Allah Swt. Jadi biarlah Allah Swt yang menentukan kehidupan kita, sebab Allah Swt lebih tahu mana yang terbaik buat kita. Tugas kita adalah berusaha yang sebaik – baiknya dan menerima segala takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Swt dengan segala keyakinan dan lapang dada. Jika itu adalah pilihan Allah Swt, maka pasti itulah yang terbaik buat kita hambanya.
       Masih seperti Ayat – Ayat Cinta,Ketika cinta bertasbih 1&2 Habiburrahman El Shirazy masih menghadirkan aura Mesir dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra. Hafalan AlQuran, kuliah di Al-Azhar, kisah cinta karena Allah, serta da’wah sepertinya telah menjadi ciri khas yang tak pernah lepas dari karya – karya Kang Abik, termasuk dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini.
Membaca novel mini ini, rasanya tidak bisa melepasnya dari tangan sebelum akhir ceritanya dibaca. Memang luar biasa novel PPC ini. Jalan ceritanya lebih sederhana namun tetap meninggalkan kesan yang mendalam dan masih mewakili sebutan pada sampulnya yakni “novel psikologi islami pembangun jiwa”.
      Ada dua pemeran utama dalam novel ini. Pria yang memperisteri wanita bernama Raihana dengan tidak didasari rasa cinta pada awalnya, karena pernikahan yang dijalaninya hanyalah sebagai bakti kepada orang tua. Raihana digambarkan sebagai seorang wanita yang cantik , berjilbab rapi, dan hafidz AlQur’an, dan shalehah tentunya. Ia mencintai suaminya sepenuh hati walau sang suami belum bisa mencintainya.
Pria (tokoh utama dalam novel ini) begitu tergila – gila dengan kecantikan gadis – gadis Mesir yang dia anggap sebagai titisan Cleopatra, Ratu Mesir pada zaman Romawi. Gadis Mesir dalam angannya begitu cantik sampai – sampai digambarkan bahwa parasnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas Arab, dan bibir merah halus menawan. Jika tersenyum, lesung pipinya akan menyihir siapa saja yang melihatnya. Bahkan dikatakan jika ada 3 orang gadis Mesir yang berdiri dihadapannya, maka yang cantik ada 6 orang. 3 untuk gadisnya dan 3 lagi untuk bayangannya.
      Sementara ia terbang jauh dengan khayalan menikah dengan gadis Mesir suatu saat nanti, ia melupakan istrinya. Ia mengabaikan istrinya. Padahal Raihana adalah wanita yang shalihah dan patuh terhadapnya. Dan satu hal yang Raihana tidak ingin terjadi pada dirinya yakni diceraikan oleh suaminya. Meskipun suaminya memperlakukan Raihana dengan buruk, Raihana tetap setia. Dengan kekuatan do’a yang Raihana panjatkan dalam setiap tahajjudnya, suaminya akhirnya berubah 180 derajat. Dia benar  benar jatuh cinta pada Raihana. Namun sayang, cinta tidak menyadari kedalamannya sampai saat ada perpisahan.
       Banyak hal yang menarik dalam novel mini ini. Kemampuan sang penulis untuk membuat pembaca hanyut dalam emosi para pelakunya, disisipi dengan ayat – ayat AlQur’an dan akhir dari ceritanya pun tidak terduga. Sebenarnya, bahasa yang digunakan cukup mudah dipahami. Namun dengan adanya selingan dialek /  bahasa Jawa dalam ceritanya, membuat pembaca bingung dalam memahami makna secara keseluruhan dalam satu paragraf. Apalagi jika pembacanya bukan orang Jawa. Sebaiknya Kang Abik menambahkan catatan – catatan kaki sebagai penjelasan dari bahasa lokal ataupun bahasa asing yang digunakan dalam ceritanya. Penggunaan selingan bahasa / dialek Jawa dalam novel ini menggambarkan latar dari ceritanya. Dalam penulisan novel Pudarnya Pesona Cleopatra, Kang Abik menggunakan penceritaan akuan sertaan. Kang Abik tidak memberikan detail dalam ceritanya tapi hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain harmonis, jelas, dan memperlihatkan perkembangan yang wajar dan masuk akal.
       Berdasarkan kelebihan dan kekurangan yang kami temukan dalam novel ini, maka dapat kami simpulkan bahwa novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” adalah memang benar – benar novel psikologi islami pembangun jiwa. Kami sarankan bagi para muda – mudi untuk membaca novel ini. Kang Abik sendiri mengkhususkan novel ini bagi siapa saja yang menganggap bahwa kecantikan adalah segalanya. Novel ini layak untuk dibaca oleh berbagai kalangan.
Kelebihan novel
·         Novel ini mengajarkan kepada kita bahwa kecantikan bukanlah segalanya.
       Pengarang menjadikan novel ini sebagai saran dakwah islam.
·         Jalan ceritanya sederhana tetapi menimbulkan kesan yang mendalam.
       Penulis mampu mengajak kita berkhayal ke negeri Mesir, Andalusia.
Kekurangan novel
·       Ceritanya kurang detail dan masih kurang banyak cerita-cerita menarik yang seharusnya ada dalam novel  tersebut.
  • ·    Masih kurangnya teks cerita, agar pembaca dapat lebih benar-benar menghayati.

Penutup 
     Buku ini termasuk dalam Novel Psikologi Islami Pembangun Jiwa karena di dalamnya menceritakan kehidupan sehari-hari yang berkaitan erat dengan Islam untuk membangun diri kita kearah yang lebih baik.
    Novel berjudul Pudarnya Pesona Cleopatra berisi pergolakan batin yang sangat hebat antara keinginan dan kenyataan yang dihadapinya sampai akhirnya ada kesadaran yang terlambat penuh penyesalan. Jangan menilai wanita hanya dari kecantikannya, karena sesungguhnya kecantikan batin lebih berharga dari kecantikan lahiriah yang terkadang menipu.
Kesimpulan
    Kemampuan sang penulis membuat deskripsi dalam otak kita dan membawa kita ke alam khayalan sangat bagus dan membuat pembaca hanyut dalam emosi para pelakunya. Disisipi dengan ayat-ayat Al Qur'an dan ending dari masing-masing cerita pun tidak terduga-duga.
     Alur cerita yang pendek menjadikan cerita ini mudah dipahami dan dinikmati. Dalam waktu singkat, pembaca dapat merasakan keharuan, penyesalan dan kebahagiaan yang sangat berkesan dari novel ini. Berlatar pada kehidupan sosial yang kental dengan nilai, norma dan budaya yang masih menyanjung tentang kesetiaan, kehormatan, kasih sayang dan tenggang rasa. Dan juga tentang budaya Mesir yang jauh berbeda dengan kehidupan sosial di Indonesia khususnya Jawa.
    Gaya bahasa novel ini sangat sederhana namun indah. Dapat dicerna oleh semua kalangan. Selain itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari sehingga kita dapat dengan mudah memahami isi novel ini. Terdapat juga bahasa perumpamaan tetapi masih dapat dimengerti karena masih dalam lingkup keseharian. Namun dengan adanya selingan bahasa jawa dalam ceritanya, membuat pembaca bingung dalam memahami makna secara keseluruhan dalam satu paragraf. Apalagi jika pembacanya bukan orang jawa. Penggunaan selingan bahasa jawa dalam novel ini untuk menampilkan nuansa daerah yang sesuai dengan latar ceritanya.
     Novel ini  sangat bagus untuk mengisi waktu luang dan untuk sedikit memuhasabah diri. Apalagi di dalam novel ini banyak pesan-pesan yang sangat berguna untuk memperbaiki diri kita. Dan sangat bagus untuk memberi motivasi para pembacanya.

Saran

      Membaca novel ini, rasanya saya tidak bisa melepas buku sebelum akhir cerita. Memang luar biasa novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini. Jalan ceritanya lebih sederhana, namun tetap meninggalkan kesan yang mendalam dan masih mewakili sebutan pada sampulnya yakni “Novel Psikologi Islami Pembangun Jiwa”. Meskipun akhir ceritanya ada yang sad ending, tetapi terdapat hikmah yang dapat kita petik sebagai pembelajaran.
     Berdasarkan kelebihan dan kekurangan yang saya temukan dalam novel ini, maka dapat disimpulkan bahwa novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” adalah benar-benar novel psikologi islami pembangun jiwa. Saya sarankan bagi para remaja untuk membaca novel ini. Kang Abik sendiri mengkhususkan novel ini bagi siapa saja yang menganggap bahwa kecantikan adalah segalanya. Novel ini layak untuk dibaca oleh berbagai kalangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar