Follow Us @literasi_smkn23jkt

Senin, 20 April 2015

Kawah Ijen, Gunung Dengan Lahar Biru


Oleh : Karlo Geofandy

Indonesia dikenal merupakan negara yang memiliki banyak gunung berapi. Hingga tahun 2012, Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif dengan kurang lebih 5 juta penduduk yang berdiam di sekitarnya.

Gunung Ijen atau lebih di kenal dengan sebutan 'Kawah Ijen', merupakan satu-satunya gunung berapi dengan lahar berwarna biru yang masih aktif sampai sekarang. Tentunya, fenomena yang luar biasa ini hanya bisa ditemukan di Jawa Timur, Indonesia. Sebuah keajaiban dan pemandangan yang luar biasa untuk dilihat. Gunung ijen sendiri memiliki ketinggian 2.443 m dari atas permukaan laut, berdinding kaldera setinggi 300-500 m dan telah 4 kali meletus di tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936.


Kawah Ijen merupakan bagian dari gunung berapi Ijen, kelompok stratovolcanoes di Jawa Timur, dengan kawah aktif sedalam 200 meter. Kompleks ini juga rumah bagi danau asam berwarna pirus terbesar di dunia, yang dipenuhi dengan asam sulfat. Danau itu adalah lokasi pertambangan sulfur, penambang memikul keranjang berisi belerang dengan berjalan kaki.


Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif dan beraktifitas. Saat berada di kawasan kawah Ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya.

Tambang belerang di Kawah Ijen tersebut menghasilkan spektral lava biru yang menakjubkan.

 Kawah Gunung Berapi Ijen di Jawa Timur, Indonesia, menghasilkan sulfur cair yang mengalir dari sisinya.Mineral tersebut kemudian di salurkan ke sebuah kawah di mana mereka membiarkannya hingga mendingin sebelum diambil untuk dijual.Bahan kimia yang terbakar tampak merah saat siang hari,tapi malam hari api biru akan terlihat.



Perjalanan Menuju Kawah Ijen

Anda dapat mencapai Kawah Ijen melalui dua alternatif rute. Berikut ini rute yang sering digunakan oleh para pengunjung Kawah Ijen:

  • Banyuwangi

Rute ini lebih sulit dilalui karena kondisi jalan yang buruk. Biasanya digunakan oleh para pendaki untuk rute pendakian Gunung Ijen. Rute ini dapat ditempuh dari Banyuwangi, lalu menuju Kecamatan Licin. Dari Licin menuju Jambu lalu ke Patulding. Dari Patulding Anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Total jarak tempuh melewati rute ini adalah 38 kilometer.

  • Bondowoso

Rute ini lebih mudah dilalui karena kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus. Rute ini dapat ditempuh dari Bondowoso, lalu menuju Wonosari, lalu ke Sempol dan akhirnya ke Patulding. Dari Patulding Anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jarak tempuh melewati rute ini adalah 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang memesona.


Anda dapat menuju Bondowoso maupun Banyuwangi dengan transportasi umum dari Surabaya. Jarak dari Surabaya ke Bondowoso maupun Banyuwangi kurang lebih 200 kilometer. Untuk alasan keamanan, Kawah Ijen ditutup mulai pukul 16.00 karena intensitas asap belerang yang beracun meningkat setelah jam tersebut dan di buka lagi pukul 21.00.

Gunung Ijen Sendiri masih berstatus aktif, dan menyimpan bahaya yang luar biasa bagi para penambang karena suatu saat tanpa pemberitahuan bisa terjadi erupsi, seperti dahulu yang menewaskan beberapa orang penambang, itulah gunung ijen yang selain pesonanya, juga meyimpan misteri kapan dia akan memuntahkan laharnya.


Sumber :





Tidak ada komentar:

Posting Komentar