Follow Us @literasi_smkn23jkt

Minggu, 26 April 2015

Gerhana Bulan






Oleh : Shafitri Chandra Dewi


Setiap tahun kita menyaksikan sejumlah gerhana bulan baik yang sebagian ataupun total.Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
 
Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

Sebab terjadinya gerhana bulan
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.



Akibat gerhana bulan adalah  terjadinya pasang air laut terbesar, pada saat itu air akan sangat naik, wilayah pantai terbenam dan biota-biota laut akan terbawa ke pantai.
Untuk cahaya yang tertutup tidak terlalu berpengaruh karena gerhana matahari rata2 hanya 7 menit sedangkan gerhana bulan hanya beberapa jam
.

Artikel
YOGYAKARTA - Gerhana bu lan total yang akan terjadi Sabtu (4/4) nanti dapat dilihat di Yogyakarta. Masyarakat yang penasaran pun diimbau untuk mencari tempat di ketinggian dan di lokasi yang tak ada awan Cumulonimbus (Cb).
Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Teguh Prasetyo mengatakan, bulan sudah bisa dilihat pada pukul 16.00 WIB di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). ”Peristiwa itu akan terjadi mulai pukul 16.00 sampai 22.00 WIB. Tapi puncaknya sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Teguh kemarin.

Menurut dia, posisi bumi akan berada di antara matahari dan bulan. Dengan begitu, akan terlihat bayangan bumi di bulan. ”Setelah magrib (pukul 18.00 WIB) akan semakin gelap. Nantinya di bulan akan terlihat bayangan bumi,” tuturnya. Bagi masyarakat yang penasaran untuk menyaksikan langsung peristiwa alam tersebut, Teguh menyarankan untuk mencari tempat yang lebih tinggi. 

Hal itu untuk menghindari tertutup bangunan atau pohon. Selain itu, kendala lainnya adalah awan mendung atau Cumulonimbus . Karena saat ini di Yogyakarta masih masa pancaroba, potensi terjadinya hujan tentu cukup tinggi, terutama pada waktusore ataumalamhari. ”Jadi, selain tempat yang tinggi, keadaan cuaca juga harus cerah dan tak ada mendung,” tuturnya.
 Salah satu lokasi yang bisa dijadikan tempat untuk memantau gerhana bulan itu adalah Candi Prambanan. Dengan latar berupa bangunan cagar budaya tersebut, akan lebih mengena jika ingin diabadikan dengan foto. ”Tapi waktunya hanya sampai pukul 18.00 WIB,” kata Kepala Unit Taman Wisata Candi Prambanan Priyo Santoso. Karena, lanjut Priyo, pengunjung sudah harus meninggalkan kawasan tersebut selepas jam itu.

”Sesuai aturan. Untuk loket kami tutup pukul 17.15, sementara kunjungan hanya sampai pukul 18.00 WIB. Masyarakat boleh menikmati gerhana bulan sampai jam itu di kawasan wisata Candi Prambanan,” ucapnya.

Sumber :
3. Sindo (Artikel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar