Follow Us @literasi_smkn23jkt

Kamis, 18 Juni 2015

"Perjalanan Cinta yang Abadi" dalam Film Habibie dan Ainun

Juni 18, 2015 0 Comments


Oleh : Indah Fitria Sari

Judul Film                 : Habibie dan Ainun
Tahun                        : 2012
Sutradara                  : Faozan Rizal
Pemain Utama          : Reza Rahardian ( B.J. Habibie ) dan Bunga Citra Lestari ( Asri Ainun Habibie )

ORIENTASI 1
Habibie dan Ainun adalah film Indonesia yang distrudarai oleh Faozan Rizal. Film ini dirilis pada akhir tahun 2012. Film ini merupakan adaptasi dari nover karya Bapak Bacharudin Jusuf Habibie yang mengisahkan perjalanan hidup serta perjalanan cinta dengan seorang perempuan bernama Ibu Ainun Habibie. Bapak Habibie menciptakan novel ini setelah meninggalnya almarhum Uby Ainun Habibie, dan juga sebagai tanda cintanya yang sangat mendalam kepada mendiang istrinya. Film yang berdurasi hamper sekita 2 Jam ini beruhasa menggabungkan romansa cinta antara suami istri dalam keluarga dengan semangat nasionalisme dan pembangunan bangsa. Film ini juga menceritakan sosok pemimpin sekaligus cendikiawan bangsa Indonesia “Bapak BJ. Habibie” dalam menghadapi problema politik yang sempat beliau hadapi pada saat beliau menjabat sebagai presiden RI yang ke-3.

ORIENTASI 2
Perjalanan cinta beliau dengan isteri beliau "Ibu Ainun Habibie" memberikan banyak pelajaran bagi masyarakat awam serta kaum bangsawan dan pemerintah. Kesetiaan, cinta serta pengorbanan yang dilakukan oleh kedua pasangan ini bagi Bangsa Indonesia memberikan banyak pelajaran bagi pemirsa yang menontonnya. Kompleksitas konflik yang ada dalam film ini memberikan kesan yang mendalam bagi Masyarakat Indonesia. Biografi Pak BJ. Habibie dengan Bu Ainun Habibie dikemas dengan elegan. Bumbu-bumbu ilmu pengetahuan serta ambisi beliau menciptakan pesawat terbang untuk Indonesia menjadi nilai positif tersendiri bagi kita sebagai Bangsa Indonesia,

ORIENTASI 3
Reza Rahardian ini memerankan pemain utama dengan sangat baik. Dengan riset dan mempelajari tentang Habibie bahkan sampai wawancara personal untuk mendapatkan feel dalam memerankan peran karakter Habibie ini juga dijalankan, dan Bunga Citra Lestari selain sebagai penyanyi dalam soundtrack film Habibie dan Ainun, Ia juga memerankan karakter Ainun istri dari Bapak Habibie. Bunga Citra Lestari sukses memerankan peran Ibu Ainun walaupun mengalami kesulitan dalam memerankan Ibu Ainun, karena tidak banyak informasi mengenai bagaimana tingkah laku hingga gaya bicara Ibu Ainun Habibie hanya dari masukan orang-orang saja

TAFSIRAN ISI 1
Di dalam trailer itu, Habibie yang diperankan dengan apik oleh aktor Reza Rahadian masuk ke dalam rumah Ainun dengan pelan. Dia terpana ketika melihat sosok Ainun yang diperankan Bunga Citra Lestari. Saat itu Ainun tengah menjahit baju dan langsung berdiri begitu melihat Habibie datang. Habibie yang terpaku dengan kecantikan Ainun malah mengucapkan kalimat pelan, ”Cantiknyaa...gula Jawa menjadi gula pasir.”. “That's not Habibie, Habibie not like that,” kata Habibie kepada Tempo dengan tertawa keras di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2013. Habibie melanjutkan, "Kalau saya enggak takut-takut begitu. Saya masuk langsung teriak haloo..haloooo... Lalu, saya mendengar ada suara mesin jahit dan menuju ke situ. Ternyata Ainun. Saya langsung teriak Hey Ainun, cantik kamu yaaa...,” kata Habibie dengan semangat dan tawa berderai. “That is Habibie,” kata ayah dua anak dan enam cucu ini. Selama berbicara, Habibie terlihat sekali menebarkan semangat yang positif dengan gayanya yang khas, meledak-ledak. Tapi di saat yang lain, saat membicarakan rasa cinta dan kangennya pada Ainun, Habibie pun tak segan-segan menangis, matanya berkaca-kaca, atau berbicara dengan suara serak.

TAFSIRAN ISI 2
"Tadi itu bukan saya. Saya tidak begitu. Fisik saya memang seperti ini, tapi karakter saya bukan begitu," Presiden Indonesia ketiga itu mengatakan, seorang Habibie adalah pribadi yang ekspresif. "Harusnya lebih ekspresif," tukasnya. Sebelumnya, Reza Rahardian mengakui tidak mudah untuk memerankan seorang tokoh besar yang masih hidup dan aktif itu. "Ini sebuah tanggung jawab yang besar bagi saya. Ini bukan tokoh fiksi, tapi seorang bapak bangsa," kata Reza Rahardian

TAFSIRAN ISI 3
Dari film yang disutradarai Faozan Rizal sudah memikat. Opening scene: Teriakan Ainun, Ainun ketika sedang bermain kasti di sebuah SMA di Bandung pada 1953, dia adalah seorang remaja yang kulitnya hitam dan agak gemuk, dilanjutkan dengan seorang guru fisika yang mempertemukan Ainun dengan kakak kelasnya Rudi Habibie diminat menjelaskan mengapa langit biru. Ainun fasih menjelaskan: “Kalian jodoh!” Cetus guru itu dengan logat masih berbahasa Belanda. Scene awal yang memuaskan saya, karena saya tahu pasti kasti adalah salah stau olahraga favorit anak sekolah masa itu dan guru-gurunya masih didikan Belanda. Begitu juga kostum dan potongan rambutnya.

TAFSIRAN ISI 4
Cerita melompat ke Aachen, Jerman 1959. Habibie sudah menjadi mahasiswa jenius lulus program diploma ingineur kosntruksi pesawat terbang dalam waktu 4 tahun –mahasiswa lain rata-rata 6 tahun- hingga memikat para teknokrat di negri itu. Dalam salah satu adegan dia digambarkan menderita TBC hingga harus dibawa ke rumah sakit. Ada dialog antar suster yang menyentak: dia dari Indonesia, lalu yang lain berkata: Indonesia di mana ya?

TAFSIRAN ISI 5
Adegan bergulir ke kota Bandung 1962 menjelang lebaran, Habibie diminta ikut adiknya Fanny Habibie mengantar makanan ke Jalan Rangamalela, rumah Ainun. Lalu Habibie teringat kembali masa SMA ketika dia didorong oleh kawan-kawannya mengatakan Ainun kamu gula jawa, hitam dan gendut. Tapi Ainun cuek saja. Namun ketika bertemu Ainun yang sudah menjadi dokter, Habibie terpukau : Kamu sudah semanis gula pasir. Dia jatuh cinta. Ainun terpikat atas kesederhanaan Habibie.

TAFSIRAN ISI 6
Habibie pun menikah dengan Ainun. Dia mengalahkan “kompetitornya”.  Saya suka adegan lima anak muda bertandang ke rumah Ainun dengan mobil, tetapi ia memilih jalan dengan Habibie. Mereka hanya melongo dan ayah Ainun malah menyilahkan para tamunya mengobrol bersamanya.

TAFSIRAN ISI 7
Kisah cinta mereka berlanjut di Jerman, bertahan hidup dalam kesederhanaan. Beberapa adegan menyentuh, seperti Habibie berjlaan tertatih-tatih mencari nafkah tambahan di hamparan salju. Kakinya terluka karena sepatunya bolong. Lalu ia tambal dengan kertas rancangan kerjanya. Pulang Habibie makan apa saja yang dimasak istrinya. Ainun diceritakan sempat goyah dan hendak pulang ke Indonesia. Namun akhirnya kedua anak mereka lahir di Jerman hingga akhirnya Ainun jadi dokter anak.

EVALUASI 1
            Di dalam film ini memang ada beberapa perbedaan dengan novel yang ditulis langsung oleh BJ. Habibie jika pernah membaca dan mendalami novelnya ada beberapa yang  kurang pas atau mengenai. Namun demikian secara keseluruhan film ini sangat menarik untuk ditonton karena berbagai nilai moral tersebut. Kita berharap kehadiran novel yang difilmkan mampu mendorong lahirnya Habibie-Habibie lain yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan Negara ini.

EVALUASI 2
Tema yang diangkat oleh Faozan Rizal adalah tema percintaan yang diadaptasi dari buku Habibie dan Ainun. Tema ini menceritakan kehidupan percintaan Habibie dan Ainun sejak dari awal perkenalan hingga akhirnya terpisah oleh maut, yang ceritanya diangkat dari kehidupan nyata Habibie dan Ainun. Namun, ada beberapa hal yang menarik tapi tidak terlalu kuat dalam alur film, yaitu sejarah. Tema percintaan yang dianggat Hanung seharusnya dapat berkolaborasi dengan sejarah pembangunan bangsa pasca kemerderdekaan dan reformasi. Sayangnya plot-plot yang dipilih seperti sedikit terpotong, sehingga akhirnya tidak secara jelas menggambarkan situasi sosial, ekonomi dan politik era perjuangan reformasi 1998.

EVALUASI 3
Film ini memiliki plot yang cepat. Dengan lompatan waktu yang signifikan. Dibuka dengan adegan Ainun yang sedang bermain kasti semasa sekolah, dilanjutkan dengan seorang guru fisika yang mempertemukan Ainun dengan kakak kelasnya Rudi Habibie diminat menjelaskan mengapa langit biru. Ketika Ainun dengan fasih dapat menjelaskannya seperti halnya Habibie di lain waktu, guru mereka berkata “Kalian jodoh!”. Pembukaan yang manis, dengan akting Marsha yang pas sebagai Ainun remaja. Adegan yang diset memorable lainnya adalah ketika Habibie muda mendatangi Ainun muda dan mengatainya “Gula Jawa” karena secara fisik, Ainun waktu itu hitam dan gempal. Adegan itu menjadi memorable karena dipasangkan dengan adegan pertemuan kembali mereka, dimana Habibie dewasa (Reza Rahadian) justru menyebut Ainun dewasa (Bunga Citra Lestari) dengan sebutan “Gula Pasir” karena Ainun telah bertransformasi menjadi gadis cantik dan putih.

EVALUASI 4
Adegan cepat juga terjadi saat dramatisasi kehidupan rumah tangga mereka yang penuh cobaan. Dimulai dari keadaan ekonomi yang pas-pasan, penyakit Ainun, sampai ditolaknya lamaran Habibie pada perusahaan IPTN. Satu adegan yang sebenarnya menurut saya bisa sangat romantis adalah ketika Habibie berjanji akan membuatkan pesawat terbang untuk Ainun. Begitu juga dengan cerita pergolakan politik, berlangsung dengan cepat. Plot cepat ini sepertinya karena film ini menceritakan masa yang panjang dalam kehidupan Habibie Ainun, dengan banyak kejadian penting dalam hidup mereka.

EVALUASI 5
Kelebihan lain film ini adalah di departemen akting. Reza Rahadian sekalipun tidak mirip Habibie secara fisik, tetapi cara berjalan, cara bertutur Habibie benar. Aktor ini memang bersinar pada 2012 ini. Bunga Citra Lestari tidak telalu memukau di awal cerita, tetapi pada paruh akhir film dia pun ikut bersinar.

RANGKUMAN 1
Film tersebut menggambarkan dengan sempurna bagaimana kisah cinta klasik antara Habibie dan Ainun. Film tersebut juga menggambarkan dengan jelas bagaimana kejeniusan Habibie dan kegigihannya dalam memimpin Indonesia. Habibie dan Ainun telah menyadarkan kita bahwa di balik kesuksesan seorang pria pasti terdapat peran seorang wanita hebat. Hj. Asri Ainun Habibie telah mendampingi Habibie hingga Habibie mencapai puncak kariernya. Film ini sangat menginspirasi generasi muda khususnya para ‘engineer’ untuk kembali membangun bangsa yang sedang mati suri ini dan sangat direkomendasikan sekali untuk ditonton. Hal yang sangat disayangkan dari film yang berdurasi 118 menit ini adalah beberapa adegan romantis yang ditulis secara jelas oleh Habibie di dalam buku tidak ditampilkan di dalam film. Salah satu adegan yang menurut saya wajib ada namun ternyata dihilangkan adalah saat dimana Habibie berjanji kepada Ainun untuk selalu berada dalam satu atap selama ia berada dalam kondisi kritis. Apalagi, Habibie sempat berfikir untuk ikut masuk ke liang lahat saat Ainun akan dimakamkan. Lalu, terdapat beberapa adegan yang menayangkan produk-produk sponsor yang terkadang mengundang gelak tawa penonton. Salju yang jatuh di dalam salah satu adegan juga terlihat sangat tidak nyata.

RANGKUMAN 2
Terlepas dari beberapa kekurangan film ini, film ini merupakan film yang tepat untuk ditonton bagi pasangan kekasih maupun suami-istri yang ingin mencari tahu seperti apa pasangan yang hidup dengan asas cinta yang abadi. Film ini juga dapat menginspiraasi generasi muda agar mencontoh Habibie dalam proses pembangunan bangsa mengingat bangsa ini kekurangan figur seorang pemimpin yang brilliant. Film yang akan diputar di beberapa negara ini juga telah menorehkan beberapa rekor baru dalam segi jumlah penonton. Kisah cinta romantik dan klasik Habibie dan Ainun telah menyihir masyarakat Indonesia. 

"Mempercayai Musik" Dalam Film August Rush

Juni 18, 2015 0 Comments
Oleh : Mia Lusiana

Judul Film       : August Rush
Tahun              : 2007
Sutradara         : Kirsten Sheridan
Pemain             :  - Freddie Higmore (Evan Taylor)
                            - Keri Russell (Lyla Novacek)
                            - Jonathan Rhys Meyers (Louis Connelly)
                            - Robin Williams (Maxwell "Wizard" Wallace)
                            - Terence Howard (Richard Jefferies)
                            - William Sodler (Thomas Novacek)
  `                         - Alex O’Loughlin (Marshall)
                            - Jamia Simone Nash (Hope)

August adalah sebuah film drama yang diambil dalam cerita tentang “Mozart”, The Child Prodiggy zaman sekarang”, yang terpisah dari kedua orang-tuanya dan tinggal di sebuah panti asuhan dengan penuh harapan bahwa suatu saat orang-tuanya akan menemukannya. Meskipun merupakan film yang sifatnya mystically romantic dan penuh dengan sentuhan fairy-tales element, film ini adalah film keluarga yang baik untuk ditonton.

Film ini dibuka dengan narasi yang diucapkan dengan bagus oleh aktor cilik bernama Freddie Highmore yang sudah cukup banyak berakting difilm-film besar berperan sebagai Evan Taylor atau August Rush. Evan Taylor adalah seorang anak yang lahir diluar rencana dari pasangan musisi pemain cello yang cantik Lyla Novacek (Keri Russell) dan penyayi dari sebuah rock band asal Irlandia Louis Connelly (Jonathan Rhys Meyers). Evan adalah hasil dari pertemuan mereka semalam di San Fransisco. Ketika Lyla dalam keadaan hamil, Ayahnya tidak menyukai karena akan merusak karier dan juga merasa anak gadisnya belum siap untuk berkeluarga. Saat Lyla mendengar hal itu, ia sangat marah dan langsung meninggalkan Ayahnya. Saat itulah ia mengalami kecelakaan, Ayahnya memakai kesempatan ini untuk mengelabuhinya bahwa bayi yang dikandungnya itu telah tiada, dan menyerahkan bayi yang bernama Evan ke panti asuhan untuk diadopsi.

Sebelas tahun kemudian di panti asuhan, Evan adalah salah satu anak yang mendambakan kehadiran orang tua dan memiliki kemampuan yang luar biasa untuk memahami musik dimanapun ia berada. Bahkan alam sekitarnya ia nikmati selayaknya ia mendengarkan musik yang luar biasa. Evan percaya pada musik bahwa suatu saat nanti musik akan mempertemukan kedua orang-tuanya. Evan akhirnya diadopsi oleh seorang social service worker bernama Richard Jeffrices yang berkarakter simpatik dalam film ini. Namun Evan hilang di tengah keramain kota New York. Dalam perjalanan Evan bertemu dengan Arthur yang sedang tampil di Washington Square Park sebagai pengamen, anak buah dari Maxwell Wizard Wallace. Pada saat itu, Evan diberi nama profesional August Rush oleh Wizard sebuah nama yang diambil secara random dari sebuah tulisan dibody truck yang sedang lewat untuk tidak diketahui oleh kedua orang-tuanya.

Dalam film “August Rush” mengajarkan kepada kita untuk pantang menyerah, tidak putus asa dan bahwa setiap anak pasti menginginkan untuk bertemu kedua orang-tua kandungnya. Film ini juga mengajarkan kita untuk lebih mengenal dunia musik dan pentingnya musik dalam kehidupan, karena dengan musik hidup kita akan lebih bahagia dan berwarna, serta akan menemukan hal baru. Evan bertemu dengan Hope yang sedang menyanyi dengan sangat bagus bersama anggota koor gereja. Kemudian mereka saling kenal dan Hope mengajari Evan mengenal notasi musik dan piano. Dengan bakat yang luar biasa Evan mampu memainkan piano, menulis notasi musik dan memainkan organ klais yang terdapat di gereja itu, sang pendeta melihat bakat Evan ini dan mengirimkannya ke sebuah sekolah musik bergengsi di New York Julliard School. Disinilah Maestro cilik ini dibina menjadi seorang musisi sebenarnya.

Kebohongan yang dilakukan oleh Ayah Lyla pun terbuka, Ayahnya menceritakan kepada Lyla bahwa bayi yang dilahirkannya tidak meninggal. Maka, Lyla bergegas kembali ke New York untuk mencari anaknya. Lyla bertemu Mr. Jeffries mendapat kabar bahwa anaknya telah hilang entah kemana. Lyla memutuskan tinggal di New York dan kembali bergabung dengan The New York Philharmonic serta melakukan pencarian anak kandungnya.

Di lain pihak sang ayah Louis Connelly semenjak pertemuan dengan Lyla 11 tahun yang lalu tak henti-hentinya mencari jejak pujaan hatinya dan membuat ia tetap tinggal di San Fransisco, Louis tidak menyadari kalau ia sudah menjadi ayah. Kemudian Louis menemukan alamat Lyla di Chicago, dan mendapatkan kabar yang salah kalau ia mengira bahwa Lyla sudah menikah. Melihat kenyataan ini Louis enggan kembali ke San Fransisco dan lebih memilih untuk pergi ke New York. Kemudian memutuskan kembali bergabung dalam rock band sebagai lead vocal dan gitaris.

Evan yang telah menjadi seorang komposer karena pendidikannya di Julliard School atas kemampuannya yang luar biasa ini, Evan diberi kesempatan untuk menempatkan karyanya dalam sebuah symphony orchestra yang akan ditampilkan di Central Park di kota New York. Namun kesempatan ini hampir tak terlaksana karena gangguan dari Wizard yang mengklaim bahwa Wizard mengaku sebagai ayah dari Evan, perbuatannya ini didasari karena Wizard ingin “make money” dari bakat Evan.

Secara tak sengaja August bertemu Louis, yang tengah bimbang dengan nasibnya di taman dengan gitar dan akhirnya mereka bermain gitar bersama, namun mereka tidak mengenali satu sama lain. Evan memperkenalkan dirinya dengan nama “August Rush” dan mengatakan August akan memimpin sebuah orkestra dan tampil di Central Park. August mengatakan penampilannnya ini terancam batal karena Wizard tidak setuju dan Louis memberitahu August untuk tidak menyerah pada penampilannya itu, karena jika Louis memiliki konser, ia tidak akan melewatkannya. Dalam sebuah stasiun kereta bawah tanah malam itu, August memutuskan untuk meninggalkan Wizard dan pergi ke konsernya dengan bantuan dari Arthur yang juga memberontak terhadap Wizard. August akhirnya lari melalui terowongan kereta bawah tanah dan menuju taman di mana konser sedang berlangsung.

Dalam film ini kita tidak hanya disuguhi cerita yang bagus, original, tetapi juga sajian musik eksperimental yang baik ditonton untuk para musisi dan pencinta musik. August bukan hanya film drama, tetapi sekaligus musikal yang musiknya ditata sangat bagus dan menampilkan musik dengan berbagai jenis, mulai dari klasik, jazz, rock, soul, techno, latin dan sebagainya. Macam-macam jenis musik yang ditampilkan menunjukan bahwa semua jenis musik itu indah dan semuanya layak mendapat apresiasi.

Ternyata pertunjukan di Central Park itu juga menampilkan sang ibu, Lyla Novacek yang bermain cello bersama The New York Philharmonic. Di sebuah pertunjukan musik keluarga yang terpisah itu bersatu. Harapan Evan sang komposer cilik itu tercapai, bahwa dengan musik Evan dapat memanggil kedua orang-tuanya untuk datang dan menemukannya. Film garapan sutradara asal Irlandia Kirsten Sheridan ini pasti akan mengunggah para ibu. Bersiaplah tersenyum juga menangis haru dan merasakan betapa penting kehadiran anak dalam keluarga. Louis sedang menuju bandara ketika ia melihat nama Lyla pada spanduk untuk konser. Ia melompat keluar dari mobil dan menuju taman. Lyla, setelah selesai dengan konsernya dan mulai berjalan menjauh dari taman, tetapi tertarik kembali saat mendengar konser yang tengah dimainkan August. Louis juga menemukan Lyla. August selesai dengan konsernya, saat berbalik ia melihat Lyla dan Louis, ia langsung menyadari bahwa mereka adalah kedua orang-tuanya.

Aktor Freddie Highmore memiliki tangan seorang musisi dan berperan cemerlang sebagai “August Rush” ini mengingatkan kita pada aktor cilik terdahulu Haley Joel Osment yang pernah bermain apik di film “The Sixth Sense”. Para pencinta musik rasanya juga perlu melengkapi koleksinya karena soundtrack film ini, musik yang dikemas dengan supervisi oleh Haris Zimmer, original score oleh Mark Mancina, didukung beberapa musik besar seperti Chris Butti, John Legend, dan lain-lain. Juga suara emas penyanyi cilik Leon G, Thomas dan Jamia Simone Nash.

Pengembangan sifat keluarga dalam film “August Rush” sangat bagus, film ini menggambarkan keluarga yang tidak pernah putus asa dalam mencari buah hatinya yang hilang selama 11 tahun, juga sifat seorang anak bernama Evan Taylor/August Rush (Freddie Highmore) ini mempunyai bakat yang luar biasa untuk meyakinkan bahwa Evan adalah anak yang berbakat dan percaya bahwa musik itu dapat mempertemukan ia dengan kedua orang-tuanya. Film ini juga disuguhi cerita yang bagus, original tetapi juga sajian musik yang baik untuk ditonton bagi para musisi, pencinta musik dan pencinta film. Film “August Rush” bukan hanya film drama sekaligus film musikal yang musiknya ditata sangat bagus dan menampilkan musik dengan berbagai jenis aliran musik.


Dapat disimpulkan bahwa film “August Rush” merupakan film drama yang diambil dalam cerita “Mozart, The Child Prodiggy”. Film ini disutradarai oleh Kirsten Sheriden dan diperankan oleh aktor cilik bernama Freddie Highmore sebagai August Rush, Keri Russell sebagai Lyla Novacek, Jonathan Rhys sebagai Louis Connelly, Robin Williams sebagai Wizard, Terence Howard sebagai Richard Jeffries, William Sadler sebagai Thomas Novacek, Alex O’Loughlin sebagai Marshall, dan Jamia Simone Nash sebagai Hope. Film ini diperankan oleh aktor Freddie Highmore yang mengingatkan aktor cilik di film “The Haley Joel Osment” yang bermain apik dalam film “The Sixth Sense”. Film ini memberikan inspirasi kepada kita bahwa dengan jalan musik, kita akan mendengar langkah atau keberadaan orang yang kita sayangi. Film ini juga layak untuk ditonton oleh para musisi, pencinta musik dan pencinta film.

Rabu, 17 Juni 2015

Semangat Hidup Dalam Film Surat Kecil Untuk Tuhan

Juni 17, 2015 0 Comments
Oleh : Lia Suciati
 
Judul               : SURAT KECIL UNTUK TUHAN
Tahun              : 2011
Sutradara        : Harris Nizam
Pemain            : Dinda Hauw, Alex Komang, Esa Sigit, Ranty Purnamasari,
     Dwi Andika, Egi John Foreisythe.

   Orientasi 
     Surat Kecil Untuk Tuhan adalah film drama dan biografikal indonesia yang dirilis pada 7 Juli 2011. Film ini diangkat dari kisah nyata dari novel best-seller yang berjudul sama melalui rumah produksi skylai pictures. Novel tersebut akhirnya diangkat kelayar bebas dengan judul yang sama, bangku sutradara pun dipercayakan kepada Harris Nizam. Sebagai tokoh utama dipercayakan kepada Dinda Hauw dan Alex Komang sebagai ayahnya.

v  Tafsiran Isi 1 :
Surat Kecil Untuk Tuhan bercerita tentang seorang gadis bernama Keke atau Gita Sesa Wanda Cantika. Ia terkena penyakit yang terbilang langka bernama Rhabdomyosarcoma atau dalam bahasa awam dikenal dengan nama kanker Jaringan Lunak. Keke sendiri merupakan pasien pertama di Indonesia yang terdeteksi terkena penyakit tersebut.

v  Tafsiran Isi 2 :
Hal ini yang menjadikan kisahnya sangat mengguagah. Keke divonis terjangkit penyakit tersebut di usia 13 tahun dan hanya dalam jangka 5 hari saja Ia menjadi seorang yang tidak dikenali lagi sebab wajahnya menjadi sesuatu yang tak elok dipandang mata. Bagi anak-anak, mungkin wajah keke tersebut akan dipanggil rupa “Monster”.

v  Tafsiran Isi 3 :
Perjuangan keke sempat berubah manis, sebab tim dokter berhasil meyembuhkan penyakitnya, hal ini menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi dunia kedokteran di Indonesia pada saat itu dan menjadi buah bibir di negara lain. Banyak yang bertanya bagaimana bisa penyakit ganas tersebut ditaklukan. Polemik tersebut akhirnya mendapat jawaban, sebab keke hanya “Sembuh Sementara”.

v  Tafsiran Isi 4 :
Beberapa saat setelah Ia menjalani pengobatan, kanker ganas itu bertemu kembali dan sekali lagi menyerang tubuh dan semangatnya keke pun menyadari, waktunya hidup tidak bisa diulur lagi dengan obat dan lain-lainnya. Benar saja, Ia meninggal pada tanggal 26 Desember di tahun 2006. Sebelum meninggal, Ia sempat menuliskan surat saat ini kemudian yang mengilhami pemilihan judul “Surat Kecil Untuk Tuhan”.

v  Evaluasi 1 :
Rangkaian dalam Film Surat Kecil Untuk Tuhan ini sangat baik dan menarik, karena cerita dari awal sampai akhir diberikan kemasan yang apik dan rapi. Alurnya sanagat beraturan dan konflik yang ditonjolkan sangat mengena kepada penontonnya. Novel Surat Kecil Untuk Tuhan juga terjual hingga 20.000 eksemplar.

v  Evaluasi 2 :
Sangat dianjurkan untuk membaca novel tersebut bagi yang belum menyaksikannya karena ceritanya cukup menyentuh dan dapat dipastikan pembaca akan meneteskan air matanya jika menghayati cerita dari tokoh dalam film tersebut. Terutama tokoh utama yang pantang menyerah menghadapi kankernya yang ganas dan selalu menyerahkan hisupnya pada Tuhan. Selain itu, terdapat berbagai tokoh pendukung yaitu ayah dan ibunya yang selalu tegar menghadapi putrinya, Kakak yang selalu mendampingi ayah dan adiknya. Kekasihnya yang tetap setia dan menerima Keke apa adanya, dan para sahabat keke yang selalu setia menerimanya untuk memberikan semangat agar keke tetap tegar.

v  Evaluasi 3 :
Saat diadaptasi ke layar lebar, cerita dalam film ini cukup memikat pada penontonnya. Film ini sangat memberikan inspirasi untuk penontonnya. Novel dan versi filmnya mendapat penghargaan berupa novel dan film best-seller tahun 2011. Selain itu, filmnya telah meraih nominasi dan berbagai penghargaan, termasuk pada festival film Indonesia tahun 2012 untuk aktris (Dinda Hauw) dan Aktor (Alex Komang) terbaik.

v  Rangkuman : 
     Cerita dalam film ini sangat menyentuh, dan sangat membangkitkan rasa kemanusiaan dan mampu mengeksplorasi arti dari sebuah perjuangan hidup. Karena difilm tersebut menceritakan tentang pejuangan hidup untuk melawan penyakitnya dan pada akhirnya ia pun meninggal karena penyakit tersebut dan semasa hidupnya ia menulis surat yang menjadi judul film “Surat Kecil Untuk Tuhan”. Selain itu, Film ini juga menginspirasi kita untuk pantang menyerah dalam menjalani cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa, dan untuk selalu berserah diri kepadanya. Film ini telah ditanggapi dengan baik oleh tokoh-tokoh berkelas seperti Andy F. Noya.

"Persahabatan via Pramuka" dalam film Lima Elang

Juni 17, 2015 0 Comments



Oleh : Dodi Sunardi
IDENTITAS FILM
Judul Film     : Lima Elang (5 Elang)
Tahun           : 25 Agustus 2011
Sutradara      : Rudi Soejarwo
Pemain Film  :   1) Christoffer Nelwan (sebagai Baron)
                          2) Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan (sebagai Rusdi)
                          3) Bastian Bintang Simbolon (sebagai Aldi)
                          4) Monica Sayang Bati (sebagai Sindai)
                          5) Teuku Rizky Muhammad (sebagai Anton)

ORIENTASI
            Lekat dengan kesuksesan “Ada Apa Dengan Cinta” (2002), tidak membuat seorang Rudi Soejarwo berhenti belajar. Itu terlihat dari jejak rekam film-filmnya, genrenya beragam dari drama hingga komedi, pernah dia coba tangani. Termasuk juga mencicipi tema horror di tahun 2006 lewat “Pocong” (dilarang tayang) dan “Pocong 2”. Hasilnya bisa dibilang fenomenal, dalam artian di tangan Rudi lah film horror local kembali mampu menghantui penonton bioskop. Keinginan Rudi untuk terus “bereksperimen” dengan tema yang tidak pernah disentuhnya, tampaknya menakdirkannya untuk menyadari film anak-anak, nah film Indonesia boleh sekali lagi tersenyum. Karena tahun ini lewat “Lima Elang” tambah lagi satu film anak-anak yang bisa dikatakan berkualitas. Kita semua tahu, film anak-anak seperti “anak-anak tiri” di negeri sendiri masih dihitung jari. Film yang benar-benar punya kesan di mata penonton cilik. Apalagi film anak-anak yang “bebas”. Maksudnya punya jiwa anak-anak yang tidak terlalu memaksa ingin menjejalkan anak-anak bermain lewat apa yang ia tonton dan kemudian menyelipkan beberapa “ajaran” yang alangkah baiknya tidak dipaksa. Tapi biarkan saja mereka membaca sendiri yang mereka tonton. Menyerap kebaikan yang ada di film tersebut. Film anak-anak yang begini biasanya lebih nyaman untuk ditonton cerita mengalir begitu saja, perasaan itulah yang saya dapatkan dalam “Lima Elang”.

TAFSIRAN ISI
      Saya memang bukan penonton cilik lagi, tapi “Lima Elang” terbukti bisa menghibur juga untuk penonton dewasa, menjadikan film yang ceritanya ditulis Salman Aristo ini sebuah sajian film keluarga yang menghibur untuk semua, tidak hanya anak-anak. Ok, karena ini film anak-anak, sudah sewajibnya menokohkan anak-anak sebagai peran utama. Nah, film ini pun tidak hanya “asal” menaruh anak-anak sembarangan di depan kamera, selain itu juga saya setuju dengan pemilihan wajah-wajah baru. Rudi terampil dalam memilih siapa yang akan memerankan siapa, termasuk juga memaksimalkan acting mereka. Alhasil anak-anak ini mampu melakoni karakterna dengan lepas dan natural. Termasuk Christoffer Nelwan yang memerankan Baron, satu dari lima elang yang aktingnya paling menonjol di film ini. Baron bisa dikatakan karakter kunci, karena kebanyakan konflik akan berasal dari dirinya. Dan persahabatan lima elang pun makin hidup berkat keberadaan anak yang diceritakan baru saja pindah dari Jakarta ke Balikpapan.
            Ditempat baru inilah, Baron bertemu dengan Rusdi (Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan), Aldi (Bastian Bintang Simbolon), dan Anton (Teuku Ryzki Muhammad). Awalanya tentu saja Baron lebih untuk menutup diri dari lingkungan teman-temannya, dan sibuk dengan hobinya, bermain dengan mobil remote control. Namnu sebuah event perkemahan pramuka menyatukan mereka, Baron mau tidak mau, suka tidak suka harus ikut, didorong oleh “agenda pribadi” akhirnya Baron mau bergabung dengan Rusdi yang tampak paling bersemangat jika berbicara soal pramuka. Acara perkemahan pramuka yang diikuti oleh sekolah-sekolah lainnya ini, perlahan memupuk tali persahabatan diantara Rusdi, Baron dan kawan-kawan. Walaupun terkadang mereka masih saja berselisih paham, begitu juga Baron yang masih “dingin” merespon kebaikan-kebaikan Rusdi. Walaupun mereka masih belum bersatu banget, tapi keinginan mereka sama, untuk bisa menjadi regu yang terbaik di perkemahan tersebut. Apakah regu elang mampu menjadi pemenang?

EVALUASI
            Kok hanya empat anak? katanya “Lima Elang”. Di perkemahan tersebut nantinya Baron dan kawan-kawan akan bertemu dengan Sindai (Monica Sayang Bati), bisa dibilang anak perempuan “pemberontak, yang capek di regunya sendiri, yang dibilangnya terdiri dari anak-anak manja, maka nantinya bergabunglah Sindai dengan mereka, itu pun disatukan secara kebetulan. Seperti saya bilang di awal paragraf, “Lima Elang” adalah film anak-anak yang “bebas”, Yup bagaikan seekor elang yang dengan bebas mengepakan sayapnya untuk terbang tinggi di langit. Bersama dengan anak-anak di film ini, kita bisa merasakan Feel kebebasan itu. Film ini tidak terikat oleh beban untuk menyampaikan petuah-petuah pesan moral, tapi membiarkan penontonnya untuk menyerap sendiri pesan-pesan yang ada diantara permainan dan petualangan seru yang disajikan. Terutama tema pramuka yang diangkat oleh “Lima Elang”, betul-betul dimanfaatkan oleh film ini untuk memberi jawaban jika pramuka itu ternyata Fun, buat penonton dewasa pastinya akan diajak untuk kembali mengenang masa-masa sekolah, ketika masih berseragam pramuka dan berlatih simpul. Begitu juga saya, gini-gini juga pernah ikut pramuka, walaupun hanya senang ketika waktunya berkemah saja, sedangkan membuat tenda saja saya masih tidak becus.

RANGKUMAN

            Pramuka disajikan dengan sangat seru, bersama dileburkan dengan baik dalam lika-liku persahabatan antara Baron dan kawan-kawan. Sisi sinematografi lun diperhatikan dengan baik. Arief pribadi mampu menghasilkan gambar-gambar yang nyaman dipandang. Well untuk urusan teknis bisa dibilang “Lima Elang” cukup jempollah, tidak kacangan dalam mengemas sebuah film anak-anak. Termasuk juga dalam urusan mengolah mood kita-kita yang menonton. Saya sedang berbicara music di film ini, Aghi Naroitama dan “regunya” di departemen musik tahu betul bagaimana menyesuaikan musik yang tepat dari satu adegan ke adegan yang lain. Ketika gambar bergerak dengan seru musik yang menemanu pun dipastikan pas di telingan menghasilkan suasana mood yang juga seru,”Lima Elang” tidak perlu cerita yang ribet. Film anak-anak dengan kisah sederhana tentang pramuka dan persahabatan yang dikemas dengan menarik, di dalamnya ada intrik yang membuat emosi kita ikut terbawa, dan ada cerita-cerita manis yang membuat kita tersenyum. Rudi telah mengajak kita bermain dalam filmnya, tidak memaksa anak-anak untuk mendengar apa yang ingin disampaikan tapi membiarkan penonton cilik untuk bisa belajar sendiri, lewat keseruan pramuka “Lima Elang” adalah film keluarga yang selama ini dinantikan. Menyenangkan, lucu, dan juga menghibur. Kelima anak yang bermain dalam film inipun telah menghadirkan performa yang hebat. Tidak sabar untuk melihat aksi elang selanjutnya

Selasa, 09 Juni 2015

Narkoba

Juni 09, 2015 0 Comments
Oleh : Selviera Viandri

Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya. Sebab akibat orang memakai narakotika adalah karena dari faktor internal, dan faktor eksternal.

Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangya religiusitas. Kebanyakan penyalahgunaan narkotika dimulai atau terdapat pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik, psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan obat-obat terlarang ini. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna narkoba.

       Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan seperti keberadaan zat, kondisi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan.

K
arena pengendalian diri yang lemah, kondisi kehidupan keluarga, temperamen sulit, mengalami gangguan perilaku, suka menyendiri dan berontak, prestasi sekolah yang rendah, tidak di terima di kelompok, dan berteman dengan pemakai.

      Upaya pencegahan:
  1. Peran Remaja dengan pelatihan keterampilan, kegiatan alternatif untuk mengisi waktu luang. Seperti, kegiatan olah raga, kesenian, dan lain-lain.
  2. Peran orang tua yang selalu mengawasi setiap anaknya melakukan sesuatu.
  3. Menciptakan rumah yang sehat, serasi, harmonis, cinta, kasih sayang dan komunikasi terbuka.
  4. Mengasuh, mendidik anak yang baik.
  5. Menjadi contoh yang baik.


Sumber pendukung:



Kamis, 04 Juni 2015

Kerusakan Terumbu Karang

Juni 04, 2015 0 Comments
Oleh : Febiyanti Choirunnisa



Terumbu karang adalah struktur yang terusun atas jutaan hewan mikroskopis, disebut polip, yang berkerabat dekat dengan ubur-ubur dan anemone. Terumbu adalah salah satu ekosistem tertua di Bumi, dan membentuk struktur terbesar yang dibuat oleh organism hidup. Pada beberapa kasus, tingginya dapat mencapai lebih dari 1.600 km.
Terumbu karang berperan penting melindungi garis pantai dari erosi dan menjadi salah satu sumber mata pencaharian bagi jutaan orang, termasuk menompang sektor pariwisata. Selain itu 25 persen terdapat spesies ikan laut yang hidup di terumbu karang.  Banyak Negara yang memiliki terumbu karang adalah Negara pulau kecil. Kini, sepertiga terumbu karang di dunia sedang akit atau rusak, bahkan sudah musnah. Sebanyak 70 persen yang lain diperkirakan akan mengalami nasib yang sama pada tahun 2030. Ada banyak penyebab, tetapi pemasan global dan dampak aktivitas manusia penyebab utama.

Karang sakit atau rusak biasa ditandai oleh pemutihan, yaitu hilangnya warna asli karang akibat meningkatnya kadar asam laut.  Selain itu juga 1o C suhu diatas rata-rata dapat menyebabkan pemutihan karang. Di beberapa kasus, karang dapat pulih.Namun di kasus lain, mereka musnah selamanya.Beberapa penyebab musnahnya terumbu karang sebagai berikut : 
  1. Terumbu karang yang hidup di dasar laut merupakan sebuah pemandangan yang cukup indah. Banyak wisatawan melakukan penyelaman hanya untuk melihatnya. Sayangnya, tidak sedikit dari mereka menyentuh bahkan membawa pulang terumbu karang tersebut. Padahal, satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang.
  2. Membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut.
  3. Pengundulan hutan di lahan atas sedimen hasil erosi dapat mencapai terumbu karang di sekitar muara sungai, sehingga mengakibatkan kekeruhan yang menghambat difusi oksigen ke dalam polip atau hewan karang.
  4. Penangkapan ikan hias dengan menggunakan bahan beracun (misalnya Kalium Sianida) Mengakibatkan ikan pingsan, mematikan karang dan biota avertebrata.
  5. Penangkapan ikan dengan bahan peledak Mematikan ikan tanpa dikriminasi, karang dan biota avertebrata yang tidak bercangkang.
  6. Masih banyak yang menangkap ikan di laut dengan menggunakan bom dan racun sianida. Ini sangat mematikan terumbu karang. 
  7. Selain karena kegiatan manusia, kerusakan terumbu karang juga berasal dari sesama mahkluk hidup di laut. Siput drupella salah satu predator bagi terumbu karang.

Dampak terbesar dan paling merusak yang mungkin terjadi atas ekosistem terumbu karang adalah pembangunan pesisir yang pesat akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan meningkatnya berbagai kebutuhan manusia (pemukiman, perikanan, industri, pelabuhan, dan lain-lain). Hal ini akan memicu peningkatan tekanan ekologis terhadap ekosistem dan sumberdaya hayati yang terkandung di dalamnya.

Cara menanggulangi kerusakan terumbu karang yaitu :

  • Tidak membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut
  • Tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara yang salah, seperti pemakaian bom ikan
  • Tidak melakukan pembangunan di area sekitar terumbu karang
  • Tidak membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam, karena satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang

Daftar pustaka :
Turangan,Lilly, Wilyanto, Ryenaldo Krissancha A. dan Febe Fenyta S. 2012. Ensiklopedia Sains Spektakuler “Lingkungan Hidup”. PT Aku Bisa, Jakarta
.