Follow Us @literasi_smkn23jkt

Rabu, 30 November 2016

B.J Habibie : Bapak Teknologi Indonesia


Oleh : Kalila Azkya


1.  Bacharuddin Jusuf Habibie atau biasa dipanggil B.J Habibie merupakan presiden ketiga Republik Indonesia. Beliau lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Habibie kecil sudah memiliki obsesi untuk menjadi seorang insinyur yang biasa dipandang orang tidak terlalu berpengaruh. Ia juga sudah memperlihatkan kepintarannya serta kepiawaiannya membaca dan menghafal Al-qur’an. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie dari masa kanak-kanak.
2.  Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Habibie yang memiliki kegemaran dalam menunggang kuda, harus kehilangan sang ayah yang meninggal dunia pada 3 september 1950 karena serangan jantung.
3.  Pada masa SMA beliau sudah menunjukkan prestasinya karena dapat mengerjakan ujian yang diberikan dengan waktu 50 menit namun ia dapat mengerjakannya selama 20 menit. Lalu, mampu menunjukkan kecerdasan dan semangan tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya pada bidang fisika. Tamat SMA beliau melanjutkan ke Universitas Indonesia Bandung atau sekarang disebut ITB hanya dengan waktu satu tahun. Serta dapat menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S1 dan S3 di Achen-Jerman dibandingkan dari warga negara Indonesia lainnya.
4.  Selama kurung waktu lima tahun studi di Jerman Habibie memperoleh gelar Diploma-Ingenenieur atau diploma teknik atau setara dengan gelar Master/S2 dinegara lain dengan predikat Summa Cumlaude. Lalu Habibie melanjutkan program Doctoral setelah menikah dengan teman SMA nya, ibu Hasri Ainun Besari pada tahun 1962.
5.  Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bolkow-Blohm, sebuah perusahaan perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. Kemudiaan dapat mencapai puncak karier sebagai sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Tahun 1973, ia kembadi ke Indonesia atas permintaan mantan Presiden Suharto dan menjadi Menteri negara riset dan teknologi tahun 1978 sampai maret 1998. Menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia). Sebelum menjadi presiden, beliau menjadi wakil presiden pada tahun 14 maret 1998-21 mei 1998.
6.  Habibie memiliki prestasi Theoder Van Karman Award. Menjadi penggagas desain pesawat prototipe DO-31 yang kemudian dibeli NASA. Juga, memiliki 46 hak paten dibidang aeronantika. Atas kinerja dan kebriliannya beliau dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur teknologi di MBB periode 1973-1978, serta menjadi penasihat senior bidang teknologi untuk dewan direktur MBB (1978). Dan menjadi orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Jerman ini.
7.  Saat pengangkatan B.J habibie ssebagai presiden menimbulkan kontroversi bagi masyarakat Indonesia. Sampai Habibie akhirnya dipaksa lengser akibat refredum Timor Timur yang memilih merdeka. Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.
8.  Masalah-masalah tersebut di atas menyebabkan pemerintahan B.J. Habibie dianggap negative dan pidato pertanggungjawaban Presiden Habibie ditolak oleh MPR melalui mekanisme votting dengan 355 suara menolak, 322 menerima, 9 abstain, dan 4 suara tidak sah. Akibat penolakan pertanggungjawaban itu pada Oktober 1999, Habibie tidak dapat untuk mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia.
9.  Habibie sangat layak dijadikan panutan karena kegigihan beliau dapat membuat pesawat dan menemukan teori dan faktor habibie. Selain itu, pemikiran beliau yang “high-tech” mendapat hati pak Harto.


" SEMOGA BERMANFAAT TEMAN TEMAN "

Sumber                     :


Diakses pada tanggal 16 November 2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar