Follow Us @literasi_smkn23jkt

Jumat, 28 April 2017

ABRASI PANTAI



Disusun Oleh : Lingga Rizky Amanda
 
Pernyataan umum

Abrasi (abrasion) adalah pengikisan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), abrasi berdasarkan geologi adalah pengikisan batuan oleh air yang mengandung dan mengangkut hancuran bahan.  Abrasi yang biasa disebut dengan erosi gelombang laut atau erosi pantai merupakan pegikisan tanah oleh gelombang air laut. Pengikisan yang demikian menyebabkan berkurangnya daerah pantai mulai dari yang paling dekat dengan air laut karena menjadi sasaran pertama pengikisan.
Jika dibiarkan abrasi akan terus merusak sedikit demi sedikit bagian pantai, sehingga air laut akan menggenangi daerah-daerah yang dulunya dijadikan tempat bermain pasir ataupun pemukiman penduduk dan wilayah pertokoan di pinggir pantai. Abrasi ini merupakan penyempitan daratan oleh air laut. Abrasi terjadi karena permukaan air laut yang naik, dikarenakan mencairnya gunung es. Sehingga berdampak pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah.
 
Urutan sebab-akibat

Terjadinya abrasi bisa disebabkan karena dua faktor, yakni faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam yang menyebabkan abrasi di antaranya adalah pasang surut air laut, angin di atas lautan yang menghasilkan gelombang serta arus laut yang berkekuatan merusak. Sebab, laut memiliki siklusnya sendiri dimana pada suatu periode, angin bertiup sangat kencang dan menciptakan gelombang serta arus yang tidak kecil. Dan abrasi dapat terjadi apabila di tepi pantai tidak ada pohon yang dapat menyerap air dari pantai, akibatnya pasir akan ikut terbawa oleh air pantai.
Sementara itu, faktor manusia yang menyebabkan abrasi di antaranya adalah ketidakseimbangan ekosistem laut dan pemanasan global atau yang umum disebut global warming. Ketidakseimbangan ekosistem laut misalnya terjadi akibat pemanfaatan besar-besaran terhadap kekayaan laut mulai dari ikan, terumbu karang dan penambangan pasir yang dapat mengurangi volume pasir di lautan bahkan mengurasnya sedikit demi sedikit, sehingga arus dan gelombang laut secara besar-besaran mengarah ke daerah pantai dan menyebabkan terjadinya abrasi.
Adapun penyebab pemanasan global secara umum terjadi karena pemakaian kendaraan bermotor yang berlebihan serta asap dari pabrik-pabrik industri ataupun pembakaran hutan. Asap dari kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik serta hutan yang dibakar tersebut menghasilkan karbondioksida yang menghalangi keluarnya panas matahari yang dipantulkan bumi sehingga panas tersebut terperangkat di lapisan atmosfer bumi. Akibatnya, suhu di bumi meningkat, es di kutub mencair dan permukaan air laut mengalami peningkatan sehingga akan merusak tempat yang rendah.
Adapun berbagai cara yang dilakukan  untuk mencegah terjadinya abrasi diantaranya, dengan penanaman hutan mangrove atau hutan bakau di sepanjang pantai, tujuannya ketika pohon ini tumbuh dan berkembang, akarnya akan semakin kuat sehingga dapat menahan gelombang dan arus laut agar tidak sampai menghancurkan bebatuan di daerah pantai kemudian mengikisnya sedikit demi sedikit.
Selain itu, pemeliharaan terumbu karang di dasar laut harus dilestarikan dan dilindungi karena dapat mengurangi kekuatan gelombang dan arus laut yang akan menyentuh pantai, sehingga kemungkinan abrasi pantai dapat bekurang. Dan juga, pelarangan tambang pasir besar-besaran yang demikian sangat berperan penting dalam upaya mengurangi abrasi pantai. Jika persediaan pasir di laut tetap dalam kategori cukup, gelombang atau arus laut tidak akan banyak menyentuh garis pantai sehingga abrasi bisa dihindarkan. Ini menjadi penting dan layak menjadi keprihatinan bersama, karena bahaya atau kerugian yang disebabkan abrasi tidaklah tanggung-tanggung.

Daftar Pustaka :
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar