Selasa, 02 Mei 2017

PELANGI

Disusun Oleh : Risca Chahyani
Pernyataan Umum
Pelangi merupakan suatu busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air.  Pelangi juga dianggap sebagai gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya.  Pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan.  Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang jelas.

Sebab Akibat
Pelangi dan efek cahaya lain di langin di sebabkan oleh cahaya yang membias dan menyimpang menjauhi partikel.  Saat matahari terbenam,  langit menjadi merah karena sinar matahari lewat melalui atmosfer yang jauh lebih tebal dari pada ketika matahari berada tinggi di langit pada siang hari. Pelangi tidak akan tampak pada malam hari atau ketika cuaca mendung.  Hal itu terjadi karena pelangi merupakan hasil dari pembiasan cahaya.  Pada mulanya cahaya matahari melewati sebuah tetes hujan,  kemudian di belokkan atau di biaskan menuju tengah tetes hujan sehingga memisahkan cahaya putih menjadi warna spektrum.
Ada empat siklus yang menyebabkan terbentuknya pelangi,  antara lain:
  1.  Pembiasan sinar matahari. Pelangi terbentuk sebab adanya pembiasan sinar ataucahaya matahari yang di belokkan ke arah lain dari perjalanan satu medium ke medium lainnya oleh tetesan air yang berada di atmosfer
  2.  Sinar matahari melewati tetesan air. Saat cahaya matahari melewati tetesan air maka cahaya tersebut akan dibengkokkan sehingga akan membuat warna - warna tersebut berpisah dengan sendirinya
  3.  Pembelokkan cahaya. Setiap warna - warna pelangi akan dibelokkan persudut yang berbeda sehingga akan memberikan warna yang Indah pada pelangi
  4.  Terbentuk lah warna pelangi. Warna yang akan pertama dibelokkan adalah warna ungu, sedangkan warna terakhir yang akan dibelokkan adalah warna merah serta akan menyusul warna pelangi yaitu jingga, kuning, hijau, biru, dan nila maka kita akan melihat warna pelangi secara utuh yang disebabkan oleh geometri optik dalam proses pengurangan warna

Pelangi hanya dapat dilihat satu jam bersamaan dengan matahari bersinar tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat posisi pengamat harus ada diantara matahari dan terkesan air dengan matahari dibelakang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus. Cahaya dengan panjang gelombang terpendek dengan seperti ungu, terdapat dibagian kurva dan yang memiliki panjang gelombang terpanjang seperti merah terdapat pada bagian luar.


Sumber :  

Diakses Pada Mei 2017

1 komentar: